Gandeng Densus 88, Mahasiswa HI UMM Dikenalkan Bahaya Penyebaran Jejaring Terorisme

Kehadiran Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Jawa Timur Densus 88 AT Polri, Kombes Pol Iwan Ristiyanto, pada Kuliah Perdana program studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (HI UMM), pada Selasa (10/10), menjadi pelajaran berharga bagi mahasiswa baru HI UMM. Pengalaman belasan tahun Iwan menangani kasus terorisme membuka wawasan mahasiswa akan penyebaran jejaring terorisme dan organisasi radikal di Indonesia. Dengan mengangkat topik “Terorisme di Indonesia: Tantangan dan Solusi dalam Dunia yang Saling Terhubung”, kegiatan kuliah perdana yang berlangsung di Aula GKB 4 UMM ini menjadi momentum bagi mahasiswa HI UMM untuk memahami strategi dan pengaruh global jejaring terorisme bagi bangsa Indonesia, termasuk dampaknya bagi generasi muda. Terlebih, menurut Iwan, generasi muda merupakan sasaran indoktrinasi paham radikal, mengingat salah satu medium penyebaran doktrin tersebut adalah melalui media online dan media sosial, yang sebagian besar penggunanya adalah generasi muda. Karena itu, dalam kegiatan ini, Iwan menjelaskan tentang bagaimana agar mahasiswa tidak terpapar paham radikal. “Apalagi, aktivitas jaringan terorisme sangat rapi dan terstruktur, terlihat dari penyebaran berbagai organisasi radikal di Indonesia,” ujarnya. Mengamini hal tersebut, Guru Besar HI UMM, Prof. Gonda Yumitro, Ph.D, mengatakan bahwa penyebaran paham radikalisme memang terus berkembang, termasuk di kalangan mahasiswa. “Karena bagi mereka mahasiswa adalah pribadi yang masih polos, punya semangat yang besar, dan juga mudah terpengaruh,” jelas Gonda. Bagi Gonda, kegiatan ini sangat strategis bagi mahasiswa HI mengingat terorisme itu bukan hanya sekedar gerakan domestik melainkan telah menjadi bagian dari gerakan transnasional bersenjata. Kegiatan ini, disebut Gonda, juga relevan dengan program pemerintah dalam hal kontra-terorisme di dunia pendidikan. Hal itu, kata Gonda, sejalan dengan Memorandum of Understanding (MoU) antara Densus 88/Kapolri dengan Mendikbud Nadiem Makarim terkait kewaspaadaan dini potensi berkembangnya pemikiran radikal di kalangan mahasiswa. Karena itu, agar lebih berdampak jangka panjang, kegiatan ini juga melibatkan Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI) UMM, agar program tersebut dapat ditindaklanjuti di level aktivitas kemahasiswaan. Lebih lanjut, Gonda berharap Prodi HI UMM nantinya bisa membangun kerjasama dengan Kapolri, misalnya terkait pemagangan mahasiswa yang tertarik pada kajian, riset dan strategi kontra terorisme di Densus 88. (ist/han)
Kerja Sama dengan Eurasia Foundation, HI UMM Hadirkan Kelas Berstandar Internasional

Sepanjang September hingga Desember 2023 ini mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (HI UMM) mendapatkan kesempatan berharga untuk mengikuti kelas berstandar internasional. Program ini dirangkai dengan tajuk Eurasia Lecture Series atau Serial Kuliah Eurasia. Program tersebut bisa diikuti oleh mahasiswa HI UMM yang mengambil mata kuliah Multikulturalisme di Asia. Dijelaskan oleh Dedik Fitra Suhermanto, kepala Pusat Studi Asia UMM, program ini merupakan hasil kerja sama dengan Eurasia Foundation from Asia yang berbasis di Jepang. “Melalui kelas ini, selain mendapatkan materi pengantar dari dosen UMM, mahasiswa juga berkesempatan diajar oleh akademisi dan praktisi dari Jepang, Selandia Baru, India, Taiwan, dan Uzbekistan,” papar Dedik saat ditemui di Laboratorium HI UMM, Senin (2/10). Eurasia Foundation (EF) tertarik bekerja sama dengan HI UMM lantaran program ini dipandang dapat menjadi katalisator internasionalisasi bagi kedua belah pihak. Dari sisi EF, kemitraan dengan institusi akademik di Indonesia yang memiliki iklim multikultur seperti UMM dapat menjadi pendorong harmonisasi di Asia yang merupakan bagian dari visi utama mereka. Sementara bagi HI UMM, hal ini strategis untuk meningkatkan standar internasional program studi. Bagi EF, kata Dedik, UMM memiliki potensi untuk menciptakan iklim pendidikan yang multikultur. Lebih dari itu, UMM juga memiliki sumber daya yang mumpuni untuk menjadikan pendidikan lebih mengglobal. Prof. Gonda Yumitro, salah satu pengajar pada program ini memaparkan, keragaman budaya dan etnis di Asia merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dilestarikan. Untuk mewujudkan multikulturalisme yang harmonis, diperlukan kerja sama dari semua pihak. “Sebab itulah, mata kuliah ini diharapkan dapat memberikan mahasiswa pemahaman dan keterbukaan perspektif yang komprehensif tentang multikulturalisme di Asia,” ujarnya. Mengingat pengajar dalam mata kuliah ini tak hanya akademisi, namun juga para praktisi yang memiliki pengalaman multikultural di berbagai negara Asia maupun dunia, tentu hal tersebut akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa HI UMM yang selepas lulus tertarik untuk berkiprah di dunia internasional. (fal/han)
Kembali Raih Predikat Unggul, Prodi HI UMM Fokus Akreditasi Internasional

Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (Prodi HI UMM) kembali berhasil meraih Akreditasi Unggul. Hal tersebut berdasarkan SK nomor 3912/SK/BAN-PT/Ak.Ppj/S/IX/2023 tertanggal 27 September 2023. Sertifikat akreditasi tersebut berlaku lima tahun ke depan hingga 26 September 2028. “Kami mempertahankan apa yang sudah kami capai dengan tetap terus meningkatkan kualitas, efektifitas dan produktifitas Prodi seperti kelulusan tepat waktu dan keberhasilan studi mahasiswa,” ujar Ketua Prodi HI UMM, Dr. Dyah Estu Kurniawati, M.Si. Dyah juga menerangkan bahwa untuk mencapai akreditasi unggul banyak komponen dari Prodi yang dinilai seperti jumlah mahasiswa aktif, jumlah dosen tetap Prodi dan juga pengajar tidak tetap yang berperan sebagai dosen praktisi. Dalam hal ini, lanjut Dyah, jenjang pendidikan dosen juga diperhatikan, seperti dosen yang bergelar doktor atau lulusan S3 lebih diutamakan. “Mengingat akreditasi unggul adalah akreditasi nasional, maka langkah selanjutnya yaitu pencapaian akreditasi internasional. Hal ini juga sejalan dengan timeline universitas yang saat ini sedang berada di fase akreditasi internasional. Jadi, saat ini target Prodi HI UMM adalah sedang mempersiapkan akreditasi internasional dengan terus meningkatkan kualitas,” ungkap Dyah. Dyah juga menambahkan bahwa dalam mencapai hal ini mahasiswa diminta untuk memiliki kemampuan berbahasa asing selain Bahasa Inggris untuk bisa meningkatkan international exposure. Untuk itu, sebagai Kaprodi HI UMM, Dyah berharap, selain Prodi ini bisa semakin maju dan meraih akreditasi internasional, ia juga menekankan agar mahasiswa HI UMM terus mengembangkan potensinya, baik di dalam kampus maupun di luar kampus. Dalam hal ini, kata Dyah, ada banyak program di luar kampus yang strategis untuk pengembangan akademik dan kecakapan profesional mahasiswa seperti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Kemdikbud RI, magang Center of Excellence (CoE) Paradiplomasi di Pemda-Pemda untuk branding kota berstandar internasional, hingga program exchange di luar negeri yang selama ini telah diikuti sejumlah mahasiswa HI UMM, seperti program Erasmus Mundus di Eropa, Sakola Diplomasi di Filipina, maupun Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) ke berbagai negara di dunia. Dorongan dan harapan tersebut, kata Dyah, adalah bagian dari komitmen Prodi HI UMM dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitasnya. (ist/han)
Seru, Adu Orasi Mahasiswa Baru HI UMM Menyoal Isu Terkini

Ada hal unik di balik pelaksanaan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) tingkat jurusan di Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (HI UMM). Mahasiswa baru diwajibkan untuk melakukan orasi dengan beberapa topik dari isu-isu terkini, seperti kesetaraan gender, politik lingkungan, kesehatan mental, dan Sustainable Development Goals (SDGs). Dari rekaman video yang diunggah oleh akun Instagram resmi Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI) UMM, terlihat jelas semangat para mahasiswa baru yang sangat antusias dan berapi-api. “Melalui orasi tersebut, diharapkan dapat memicu semangat mahasiswa baru baik di bidang akademis ataupun pergerakan yang mestinya tidak jauh-jauh dari orasi ataupun presentasi,” ujar Hafiq Alhaddad, Ketua Umum HIMAHI UMM. Antusiasme juga ditunjukkan oleh para mahasiswa baru saat sesi tanya jawab. Pertanyaan-pertanyaan menarik seputar jurnal, praktikum, dan bidang riset turut diajukan oleh para mahasiswa baru. Kegiatan yang berlangsung di Basement Gedung Kuliah Bersama (GKB) 4 UMM, Kamis (14/9), ini mengusung tema “Movement towards Improvement” yang memiliki arti bergerak menuju pembaharuan. Dalam kegiatan tersebut juga terdapat agenda talkshow oleh dosen-dosen Prodi HI UMM sebagai pengenalan terkait dengan kurikulum, program-program Kampus Merdeka, dan hal-hal lain yang ada pada studi Hubungan Internasional. Di lain sisi, HIMAHI UMM juga turut memperkenalkan diri sebagai wadah bagi para mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakatnya baik di bidang akademik ataupun nonakademik. (fal/han)
Jadwal Perkuliahan Semester Ganjil 2024 – 2025
Berikut adalah jadwal perkuliahan untuk semester ganjil 2024 – 2025 yang akan dimulai pada 17 September 2024. Mohon untuk mengecek jadwal masing-masing dengan seksama, sehingga dapat mengikuti perkuliahan dengan baik dan tepat waktu. Berikut juga disampaikan mengenai Kelas Penggabungan. Mohon untuk diperhatikan dengan seksama: Di infokhs, mata kuliah akan bertuliskan MK Awal (ada di dalam tanda kurung) merupakan mata kuliah yang diprogram oleh teman-teman ketika KRS. Sementara Mata Kuliah Tertulis (yang tidak berada di dalam tanda kurung), adalah mata kuliah penggabungannya. Pada jadwal kuliah, Mata kuliah dengan keterangan SEKUNDER, merupakan mata kuliah yang diprogram ketika KRS. Mata Kuliah yang perlu diikuti kelasnya adalah yang keterangannya PRIMER. Nilai akan terinput ke Mata Kuliah awal yang diprogram ketika KRS. SEMANGAT MENEMPUH SEMESTER BARU!!
Sharing Bersama Alumni HI UMM di Chili dan Polandia, Mahasiswa Baru Terinspirasi

Jumat (1/9), Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (HIMAHI UMM) berkolaborasi dengan Program Studi Hubungan Internasional (HI) melaksanakan agenda International Relations Alumni Talks (IR ALT’S). Agenda ini didampingi oleh Muhammad Fadzryl Adzmy, dosen Prodi HI UMM, serta Hafiq Alhaddad, selaku Ketua Umum HIMAHI UMM. Diskusi santai yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting ini mengusung tema “Sharing Experiences in International Relations Prospects”. Adapun alumni yang dihadirkan ialah Noegroho Samodra, yang bekerja sebagai Staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Chili, dan juga Siti Malikatul Mushowwiroh, yang sedang menempuh jenjang magister di Collegium Civitas, Warsawa, Polandia. Adanya agenda berikut ditujukan kepada para mahasiswa baru agar bisa lebih mengenal lebih dekat studi HI melalui para alumni yang telah sukses. Tidak hanya mahasiswa baru, pintu juga terbuka bagi mahasiswa aktif yang ingin menambah insight kuliah ataupun bekerja di luar negeri. Antusiasme peserta ditunjukkan melalui intensitas pertanyaan yang sangat tinggi untuk para pemateri. Berbagai macam pertanyaan diajukan oleh peserta, mulai dari tips belajar di HI, seputar organisasi, hingga pengalaman belajar dan bekerja di luar negeri. Di penghujung acara, kedua alumni HI UMM tersebut memberikan pesan pada mahasiswa baru untuk dapat memaksimalkan fasilitas yang telah disediakan oleh kampus, seperti perpustakaan serta Laboratorium HI. Tak hanya itu, mereka juga berpesan agar jangan sampai berhenti untuk belajar, apalagi bermalas-malasan. Dengan kehadiran kedua alumni program studi HI UMM tersebut, diharapkan dapat menambah wawasan baik mahasiswa baru ataupun mahasiswa aktif terkait studi lanjutan hingga prospek masa depan. (fal/han)
Infitahul Khoir, Mahasiswi HI UMM yang Dirikan Lembaga Dampingi Pelajar Raih Beasiswa

Berbekal segudang prestasi dan beasiswa yang diraihnya, mahasiswi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (HI UMM), Infitahul Khoir, tergerak untuk mendirikan lembaga penyedia layanan jasa mentorship bagi anak muda yang ingin meraih beasiswa, yakni Sherpa Academy. Lembaga ini menyediakan pembekalan secara komprehensif bagi para pejuang beasiswa, mulai dari pengembangan kapasitas diri dan pengetahuan, keterampilan teknis, hingga pembentukan karakter. “Sherpa Academy hadir sebagai solusi konkret atas permasalahan yang dialami pelajar maupun mahasiswa. Sherpa Academy tidak hanya memberikan mentoring beasiswa, namun juga memberikan pembekalan yang komprehensif terhadap para pejuang beasiswa,” ungkap mahasiswa yang akrab disapa Fita ini. Berkat kiprah yang dilakukan Fita dan rekan-rekannya, Sherpa Academy pada Juli 2023 menjuarai Expo Inovasi Kewirausahaan Mahasiswa. Namun, hal itu bukan satu-satunya pencapaian yang diraih FIta. Dalam perjalanannya, Fita juga menyimpan segudang prestasi baik akademik ataupun nonakademik. Mahasiswi angkatan 2021 ini merupakan salah satu penerima BSI Scholarship, beasiswa Common Speak, hingga beasiswa School of Diplomacy by Sakola Kita Chapter Manila. Tak berhenti di situ, di tingkat universitas, Fita menyabet juara 1 lomba tartil, juara 2 lomba tilawah, juara 1 kompetisi MC formal, juara 2 lomba daiyah hingga runner up 2 ajang Putra Putri Kampus UMM. Sementara di tingkat fakultas (FISIP UMM), Fita meraih juara 1 lomba tartil, juara 1 lomba esai, dan juara 2 lomba debat. Di balik prestasi yang membanggakan, bukan berarti tidak ada halangan ataupun rintangan yang dihadapi olehnya. Fita menganggap proses pendewasaan diri merupakan hal yang tidak mudah dan sangat rumit. Akan tetapi, ia tidak menyerah dengan keadaan dan berhasil melewatinya. Fita berprinsip bahwa baik pelajar maupun mahasiswa tak boleh ragu dan bingung untuk mengeluarkan potensi dirinya. “Keluarkan semua potensi yang ada pada diri, jangan sampai terlambat untuk mengenali lalu berujung menyesali apa yang telah terlewatkan, pungkasnya. (fal/han)
Bisakah Arab Saudi Geser Hegemoni Sepak Bola Eropa? Begini Komentar Dosen HI UMM

Klub-klub sepak bola Arab Saudi begitu jor-joran selama jendela transfer musim ini. Dimulai dari kedatangan dua pemain terbaik dunia Cristiano Ronaldo (CR7) dan Karim Benzema, hingga para bintang kenamaan seperti Neymar dan Sadio Mane. Apakah Arab Saudi hendak menggeser hegemoni sepakbola Eropa? Hafid Adim Pradana, dosen program studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (HI UMM), turut menanggapi pergerakan transfer pemain oleh klub-klub Liga Profesional Arab Saudi ini melalui kacamata studi hubungan internasional. “Langkah Arab Saudi dalam mendatangkan pemain-pemain bintang layaknya Ronaldo, Benzema dan Neymar jelas menguntungkan bisnis hiburan Arab Saudi di bidang sepak bola,” ujar Adim. Kepindahan pemain-pemain bintang ke Liga Profesional Arab Saudi mengundang perdebatan dari berbagai kalangan. Ada yang mengasumsikan kepindahan mereka disebabkan oleh Ronaldo effect, ada pula yang menganggap hal tersebut lantaran money effect. “Terkait jumlah penonton Liga Profesional Arab Saudi, maka asumsi Ronaldo effect sangat masuk akal. Mengingat influence yang dibawa oleh CR7 sangatlah besar, maka otomatis semua mata akan tertuju padanya. Akan tetapi, untuk kepindahan pemain-pemain lain ke liga tersebut, Money effect lebih masuk akal,” terang Adim saat diwawancarai di Laboratorium HI UMM, Rabu (30/8/2023). Tak dipungkiri bahwa nominal uang yang ditawarkan klub-klub Liga Profesional Arab Saudi sangatlah besar. Tentu tawaran tersebut sulit ditolak oleh para pemain yang umumnya telah berada pada ujung usia produktif pemain sepakbola. “Kita melihat Brazil sebagai contoh. Rata-rata pemain yang berasal dari negeri joga bonito tersebut berasal dari kalangan menengah ke bawah. Oleh karena itu, orientasi mereka terhadap sepakbola sudah jelas, yaitu untuk mengubah nasib keluarga mereka di negara asalnya,” tambah Adim. Selanjutnya, Adim menjelaskan bahwa pergerakan transfer gila-gilaan ini merupakan salah satu indikasi dari probabilitas Liga Arab Saudi untuk menggeser hegemoni Eropa sebagai kiblat sepakbola. “Akan tetapi, kita tidak bisa melihat efeknya dalam kurun waktu dekat. Sama halnya dengan perkembangan ilmu pengetahuan, pergeseran tersebut dapat diamati dalam kurun waktu puluhan hingga ratusan tahun mendatang,” ujar Kepala Laboratorium HI UMM tersebut. Berkaitan dengan hal tersebut, dapat diamati pula bahwa terdapat hubungan erat antara transfer pemain ini dengan Program Visi 2030 milik Arab Saudi. Pergerakan transfer pemain gila-gilaan tersebut dianggap sebagai langkah diplomatis Arab Saudi dengan memanfaatkan potensi sepakbola yang begitu besar di seluruh penjuru dunia. (fal/han)
FISIP UMM dan Sekretariat DPRD Kabupaten Sampang Jalin Kerjasama Melalui Penandatanganan MOA

Malang, 19 Agustus 2023 – Suatu langkah penting telah diambil dalam dunia pendidikan dan pemerintahan daerah. Hari ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar sebuah acara diskusi dan penandatanganan nota kesepahaman (MOA) dengan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang. Acara yang diadakan pada Sabtu, 19 Agustus 2023, ini dihadiri oleh seluruh jajaran struktural di FISIP UMM, termasuk Jajaran Dekanat, Para Kepala Program Studi, Para Kepala Laboratorium, serta Ketua Pusat Kajian Sosial Politik (PKSP) FISIP UMM. Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si., secara resmi menandatangani MOA ini sebagai langkah awal dalam menjalin kerjasama yang erat antara FISIP UMM dan Sekretariat DPRD Kabupaten Sampang. Kerjasama ini memiliki cakupan yang luas, mencakup bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kerjasama ini mengusung semangat implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dengan melibatkan praktisi dari Sekretariat DPRD Sampang dalam mengisi salah satu materi perkuliahan di FISIP UMM. Salah satu poin penting yang dihasilkan dari diskusi adalah kesediaan pihak DPRD Kabupaten Sampang untuk berkontribusi dalam mengisi materi perkuliahan di FISIP UMM. Hal ini sejalan dengan semangat kurikulum MBKM yang menekankan peran praktisi dalam memberikan wawasan yang relevan kepada mahasiswa. Dalam hal ini, keterlibatan praktisi dari pihak DPRD diharapkan akan memberikan perspektif yang berharga dalam pembelajaran. Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si., menyatakan, “Kami sangat antusias dengan kesepakatan ini. Kerjasama dengan pihak DPRD Kabupaten Sampang akan membawa manfaat besar bagi kedua belah pihak, terutama dalam mengembangkan pendidikan dan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.” Selain itu, melihat potensi yang ada, kerjasama ini juga membuka peluang untuk perluasan cakupan kerjasama di masa depan. Kemungkinan melibatkan Pusat Studi (Center of Excellence/CoE) di seluruh FISIP, termasuk CoE Kelas Profesional Paradiplomasi dari Program Studi Hubungan Internasional UMM, menjadi salah satu potensi perluasan yang akan dieksplorasi. Dengan penandatanganan MOA ini, FISIP UMM dan Sekretariat DPRD Kabupaten Sampang meneguhkan komitmen mereka untuk saling mendukung dan bekerjasama demi kemajuan pendidikan dan pembangunan daerah. Kedepannya, kerjasama ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Kabupaten Sampang.
Dosen Prodi HI UMM Menjadi Pembicara Utama dalam Diskusi Terbatas BSKLN Kemlu, Peran Indonesia di Isu LCS jadi Sorotan

Pada tanggal 9 Agustus 2023, Kepala Laboratorium Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Hafid Adim Pradana M.A, menjadi salah satu pembicara utama dalam acara “Diskusi Terbatas atas Inception Report Reviu Kebijakan Kemitraan T.A. 2023 Pusat Strategi Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri.” Acara ini berlangsung di Bogor dan bertujuan untuk membahas berbagai isu kebijakan di kawasan Asia Pasifik dan Afrika. Dalam kesempatan tersebut, Hafid Adim memberikan paparan yang sangat menarik tentang Konflik di Laut China Selatan. Ia menggarisbawahi pentingnya Indonesia untuk mengambil peran lebih besar tidak hanya sebagai sebuah negara, tetapi juga sebagai ketua ASEAN. Hafid Adim menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk meminimalisir konflik dan ketegangan di Laut China Selatan melalui diplomasi yang cerdas dan kerjasama regional. Selain itu, Hafid Adim juga membahas permasalahan di Selat Taiwan sebagai salah satu tantangan bagi ASEAN. Ia mengajukan pandangan tentang bagaimana ASEAN dapat menjaga keseimbangan dalam menghadapi permasalahan ini, tanpa mengganggu stabilitas regional. Paparan Hafid Adim di acara ini menjadi inspirasi bagi para peserta yang hadir, yang terdiri dari para ahli, akademisi, dan praktisi dalam bidang kebijakan internasional. Dengan keterlibatan Hafid Adim Pradana M.A sebagai salah satu pembicara yang berpengalaman dalam bidang Hubungan Internasional, acara ini sukses memberikan wawasan yang berharga tentang isu-isu kawasan Asia Pasifik dan Afrika serta peran Indonesia dan ASEAN dalam menjaga stabilitas dan perdamaian regional. (M.F.A)