Kepala Laboratorium Prodi HI UMM Jadi Pembicara Unggul di Acara Kajian Interdisipliner Regional Studies: Menuju Indonesia Produktif 2023

KAPAL GARDEN UMM – Pusat Studi Kewilayahan, Kependudukan dan Penanggulangan Bencana (Puska PB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan acara Kajian Interdisipliner Regional Studies bertajuk “Menuju Indonesia Produktif 2023” pada hari Sabtu, 29 Juli 2023. Acara ini berhasil menarik perhatian akademisi dan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor 1 UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. Salah satu momen puncak dalam acara tersebut adalah pemaparan materi yang disampaikan oleh Hafid Adim Pradana, M.A., Kepala Laboratorium Prodi Hubungan Internasional (HI) UMM, yang juga menjabat sebagai Direktur RePORT (Renaissance Political Research and Studies). Dalam pemaparannya yang berjudul “Studi Kewilayahan? Antara Orientasi Kuasa dan Visi Kemanusiaan,” Hafid Adim mampu menggugah perhatian hadirin dengan analisisnya yang mendalam. Dalam pemaparannya, Hafid Adim menyentuh isu sejarah studi kewilayahan yang berakar dari daratan biru Eropa dengan tujuan pengembangan ilmu pengetahuan terkait kajian geografis dalam perspektif sosial dan lainnya di wilayah-wilayah di luar Eropa. Namun, dengan tajamnya, ia menyoroti bagaimana dalam perkembangannya, studi kewilayahan ini malah digunakan sebagai alat untuk mendukung kolonialisme oleh bangsa Eropa. “Dalam perkembangannya, studi kewilayahan bukan hanya menjadi instrumen penunjang kolonialisme bangsa Eropa, tetapi juga meninggalkan bayang-bayang dominasi dalam pemikiran dan penelitian tentang wilayah lain,” ujar Hafid Adim. Di akhir paparannya, Hafid Adim dengan tegas mencoba mengembalikan visi awal dari studi kewilayahan, yaitu sebagai instrumen antisipasi dan penanggulangan bencana serta pemberdayaan kemanusiaan. Ia mengajak para peserta untuk lebih peka terhadap isu-isu global dan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat. Acara Kajian Interdisipliner Regional Studies ini menjadi sarana bagi para akademisi dan mahasiswa untuk menggali pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai disiplin ilmu dan bagaimana interdisipliner dapat membawa dampak positif bagi Indonesia sebagai bangsa yang produktif. Puska PB UMM berharap melalui acara semacam ini, para peserta dapat terus terinspirasi untuk menciptakan solusi-solusi inovatif yang berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan kemanusiaan secara luas. (MFA)
Lagi, Alumni Mahasiswa HI UMM Meraih Kesuksesan dengan Menjadi Bagian di Markas Besar Peace Corps, Amerika Serikat

Sokip Mustopa atau kerap disapa Oki, sarjana program studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang, dengan bangga ia mengumumkan melalui sosial media Facebook pribadinya bahwa ia telah diundang untuk berpartisipasi dalam program yang sedang dirintis oleh Peace Corps Headquarters atau markas besar Peace Corps di Washington DC, Amerika Serikat. “Halo Komunitas Peaace Corps, PC HQ sedang merintis inisiatif baru untuk membawa beberapa staf lokal untuk mendukung upaya perekrutan pasca pandemi. Saya senang mengumumkan bahwa saya telah diundang untuk berpartisipasi dalam program ini. Saya akan berada di Amerika Serikat dari Juli hingga Desember 2023 dan lokasi tugas saya akan berada di Portland, Oregon.” merupakan pernyataan Oki di Facebook pribadinya. Peace Corps merupakan badan dan program independen dari pemerintah Amerika Serikat yang melatih dan mengirimkan sukarelawan untuk memberikan bantuan pembangunan internasional di lebih dari 60 negara. Para relawan hidup dan bekerja berdampingan dengan masyarakat melalui proyek-proyek yang diprioritaskan secara lokal, menjalin hubungan baik, bertukar budaya dan pengetahuan, dan membantu perubahan kehidupan dari generasi ke generasi. Misi yang diemban oleh Peace Corps adalah untuk mempromosikan perdamaian dunia dan persahabatan melalui bantuan terhadap negara-negara yang tertarik untuk memenuhi kebutuhan mereka akan orang-orang terlatih, bantuan mempromosikan pemahaman yang lebih baik mengenai orang Amerika di pihak orang-orang yang dilayani, dan bantuan mempromosikan pemahaman yang lebih baik tentang orang lain di pihak orang Amerika. Sebelumnya, sejak tahun 2017, Oki telah aktif mengikuti kegiatan yang digagas oleh Peace Corps. Pada tahun 2017, ia telah menjadi bagian Community Liaison for Pre-Service Training di Surabaya, Jawa Timur selama dua bulan. Selama masa pelatihan, ia bertugas untuk memfasilitasi kerja sama antara sukarelawan Amerika yang belajar menjadi guru bahasa Inggris di Indonesia dan rekan mereka di Kediri, kota asal Oki. Kemudian, pada Juli hingga Desember tahun 2018, ia memperoleh bagian menjadi Community Liaison and Host Family Supervisor for Pre-Service Training di Jawa Timur. Di tahun yang sama, Oki juga memperoleh posisi sebagai Asisten Program di wilayah Surabaya, Jawa Timur. Selanjutnya, melalui dedikasi Oki di Peace Corps, ia terpilih menjadi salah satu yang diundang untuk berpartisipasi dalam program baru yang dibentuk oleh Peace Corps Headquarters atau markas besar dari Peace Corps untuk mendukung upaya perekrutan pasca pandemi. Selamat dan sukses untuk Sokip Mustopa dalam mengemban tugas perdamaian di markas besar Peace Corps, Amerika Serikat dari Juli hingga Desember 2023. Semoga dengan dedikasi, ketekunan, dan prestasi-prestasi yang diraih dapat menjadi inspirasi dan teladan bagi civitas akademik di Universitas Muhammadiyah Malang, khususnya bagi mahasiswa dan mahasiswi di Prodi HI UMM. (Wps)
Asosiasi Program Studi Hubungan Internasional PTMA, Sinergi untuk Peningkatan Kualitas Bersama

Tanggal 22 Juli 2023 – Proses inisiasi pendirian Asosiasi Program Studi Hubungan Internasional (HI) di Lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) telah dimulai oleh empat Program Studi Hubungan Internasional terkemuka dari berbagai kota di Indonesia. Prodi HI dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), dan Universitas Muhammadiyah Sorong (Unimuda Sorong) berkolaborasi dalam membangun asosiasi ini. Pasca pertemuan yang dilakukan bersama ketua Prodi HI dari keempat PTMA tersebut pada hari Jumat tanggal 21 Juli 2023 lalu, mereka sepakat untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam lingkungan akademik dengan mendirikan Asosiasi Program Studi Hubungan Internasional PTMA. Asosiasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan prestasi Program Studi HI di perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah serta mendukung penerapan tri dharma perguruan tinggi. Ketua Prodi HI UMM, Dr. Dyah Estu Kurniawati, yang menjadi salah satu inisiator asosiasi ini, menyatakan bahwa kegiatan bersama akan menjadi awalan dari langkah kerjasama lebih lanjut antar PTMA. Beberapa kegiatan yang direncanakan antara lain adalah webinar, lecture series, riset, program pengabdian bersama, dan sejumlah aktivitas akademik lainnya. “Dengan membentuk Asosiasi Program Studi Hubungan Internasional PTMA, kami berharap dapat berbagi pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya dengan PTMA lainnya. Melalui berbagai kegiatan bersama, kami ingin memperkuat kualitas pendidikan di Prodi HI dan menghasilkan lulusan-lulusan yang kompeten dan berdaya saing,” ujar Dr. Dyah Estu Kurniawati. Asosiasi ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengembangkan jejaring antara Prodi HI di lingkungan PTMA dan berkolaborasi dalam proyek-proyek penelitian serta pengabdian masyarakat. Kerjasama yang solid diharapkan dapat membawa manfaat signifikan bagi para mahasiswa, dosen, dan institusi PTMA secara keseluruhan. Melalui upaya bersama ini, Asosiasi Program Studi Hubungan Internasional PTMA bertekad untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu dan dunia pendidikan, serta menjalin kemitraan yang berkelanjutan dengan berbagai pihak terkait, baik dari dalam maupun luar negeri.
Kunjungan Tim CoE Kelas Profesional Paradiplomasi Disambut Baik Sub-Dinas Kerja Sama Luar Negeri Pemkot Surakarta

Selangkah lebih dekat dalam mewujudkan UMM Pasti! Tim Center of Excelence Kelas Profesional Paradiplomasi, mewakili Program Studi Hubingan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pemerintah Kota Surakarta untuk mendiskusikan kerja sama dalam bidang paradiplomasi yang akan dijalin oleh kedua pihak. Berita baik, bahwa kunjungan Prodi HI ke intstansi tersebut disambut hangat sehingga menghasilkan kesepakatan dalam berbagai aspek. Secara informal, Sub-Dinas Kerja Sama Luar Negeri yang berada di bawah naungan Pemerintah Kota Surakarta bersedia untuk berpartisipasi dalam perkuliahan Kelas Profesional Paradiplomasi sebagai Dosen Praktisi yang berpengalaman serta ahli dalam bidang Paradiplomasi. Untuk keperluan riset mahasiswa dalam bidang Paradiplomasi, Pemkot Surakarta bersedia menyediakan data-data terkait Paradiplomasi yang telah dijalankan oleh Pemkot Surakarta bersama dengan mitra-mitra dari luar negeri, yang tentu saja nantinya akan sangat membantu dalam riset yang dilaksanakan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Kelas Profesional Paradiplomasi. Yang menjadi poin utama sekaligus paling vital dalam proyek kerja sama ini, Pemkot Surakarta bersedia menjadi tempat Praktik Kerja Lapangan/Magang para perserta Kelas Profesional Paradiplomasi, dengan kuota maksimal empat mahasiswa. Berkaitan dengan PKL, Pemkot Surakarta berencana untuk melibatkan mahasiswa CoE Paradiplomasi HI UMM untuk turut aktif dalam memberikan ide mengenai kerjasama luar negeri yang dapat dikembangkan oleh Pemkot Surakarta. Secara formal, pihak Pemkot Surakarta mengharapkan adanya inisiasi penandatanganan Memorandum of Understanding antara pihak CoE Kelas Profesional Paradiplomasi Prodi HI UMM dengan Sub-Dinas Kerja Sama Luar Negeri Pemkot Surakarta. Adapun MoU tersebut diproyeksikan untuk ditandatangani secara langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Malang bersama Wali Kota Surakarta. Hal tersebut merupakan indikator adanya masa depan yang cerah bagi eksistensi Kelas Profesional Paradiplomasi yang diharapkan dapat menghasilkan mahasiwa dengan bekal keilmuan dan skill praktis yang mumpuni di bidang Parallel Diplomacy. Dengan begitu, UMM Pasti dengan misi utama mewujudkan Indonesia Emas 2045 dapat direalisasikan. (Kn)
Ciptakan Kegembiraan dalam Belajar HI, Laboratorium HI UMM Adakan Festival Budaya Atmospheral

Malang (15/07/2023) – Menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman dan menggembirakan merupakan kewajiban setiap institusi pendidikan. Untuk itu diperlukan kreatifitas agar suasana pembelajaran tidak selalu monoton dan membosankan. Terlebih jika materi-materi yang disajikan cukup banyak. Sebagai upaya mewujudkan kondisi pembelajaran yang menyenangkan, Laboratorium Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (Lab HI UMM) menyelenggarakan kegiatan praktikum mata kuliah Kajian Kawasan dalam HI pada Sabtu, 15 Juli 2023. Bekerja sama dengan dengan Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI), kegiatan praktikum yang bertempat di Sengkaling Kuliner tersebut mengambil nama Atmospheral dengan tema “Cultural Across the Regions”. Selain menciptakan suasana belajar yang menggembirakan, praktikum yang diikuti oleh 352 mahasiswa Angkatan 2021 program Studi (Prodi) HI UMM ini juga bertujuan untuk mewadahi kreatifitas mahasiswa dalam bentuk pengenalan budaya, pemerintahan, dan dinamika hubungan antar negara-negara di dalam maupun luar kawasan. Kegiatan praktikum Kajian Kawasan dalam HI mengusung konsep festival budaya melalui pengadaan pameran secara outdoor dan diperindah dengan adanya dekorasi tempat yang memeriahkan keberlangsungan acara. Adapun pameran yang dilaksanakan meliputi inovasi, kreasi, dan seni yang dipertunjukkan oleh mahasiswa berupa pertunjukan booth masing-masing negara, fashion show, band, tari kreasi, solo vocal, dan demonstrasi chanoyu yang keseluruhannya menampilkan ciri khas dari setiap kawasan di seluruh dunia. Rangkaian kegiatan Atmospheral dimulai pada pukul 08.00 WIB dan ditutup dengan malam puncak pada pukul 20.00 WIB. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dekan FISIP UMM, Ketua Prodi, Kepala Lab, para dosen, dan seluruh mahasiswa HI UMM. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh masyarakat umum di luar mahasiswa HI UMM karena sifatnya yang terbuka untuk umum. Kegiatan ini dibuka oleh Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si selaku Dekan FISIP UMM dan Dr. Dyah Estu Kurniawati, S.Sos., M.Si. selaku Kepala Prodi HI UMM. Dalam sesi pembukaan acara, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si. menyatakan bahwa sangat penting bagi mahasiswa HI UMM untuk mengembangkan pengetahuan serta kemampuan dalam bernegosiasi sebagai modal utama dalam merespon berbagai tantangan zaman. “Mahasiswa harus selalu siap dalam menghadapi era yang sudah dipenuhi oleh kecerdasan buatan dan banyaknya persaingan antara generasi produktif yang akan semakin meningkat di beberapa tahun mendatang”, ujar Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si. sembari memberi semangat kepada para peserta praktikum. Setelah resmi dibuka oleh Dekan FISIP UMM, acara dilanjutkan dengan Talkshow yang diisi oleh Devita Prinanda, M.Hub.Int. selaku pembawa acara, serta para pembicara yang terdiri dari Dra. Cicilia Tantri Suryowati, M.Pd dari Unitomo, Dr. Ario Bimo Utomo dari UPN “Veteran” Surabaya, dan Mohd. Agoes Aufiya, M.Phil. Berbicara mengenai perbandingan dinamika politik di setiap Kawasan, ketiga pembicara sama-sama bersepakat bahwa setiap kawasan mempunyai perbedaan pola relasi antar negara yang terdapat didalamnya. Hal ini tentunya tidak bisa dilepaskan dari beragamnya identitas yang dimiliki oleh setiap negara. Sesi berikutnya diisi oleh presentasi dan penampilan dari berbagai kelompok mahasiswa yang merepresentasikan 8 Kawasan yang terdiri dari kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Timur, Timur, Tengah, Eropa, Australia dan Pasifik, Afrika, dan Amerika Latin. Salah satu hal unik dalam kegiatan ini ialah adanya demonstrasi Chanoyu yang dipandu oleh Dra. Cicilia Tantri Suryowati, M.Pd. Asia Timur. Chanoyu merupakan upacara minum teh khas negara Jepang. Suasana menjadi semakin meriah manakala seluruh peserta dan tamu undangan berantusias dalam mengikuti serangkaian kegiatan, Penampilan yang disajikan oleh peserta berhasil memukau seluruh penonton dengan tampilannya yang unik dan menarik. Hafid Adim Pradana, M.A, selaku Kepala Laboratorium HI UMM memberikan apresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan pameran budaya ini. Dengan diadakannya Atmospheral bertemakan “Cultural Across the Regions” diharapkan mampu menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa HI UMM dan generasi muda untuk selalu memperhatikan keberagaman budaya dari masing-masing kawasan diseluruh dunia. Lebih lanjut, kegiatan ini juga diharapkan mampu untuk melatih inovasi, kreatifitas, dan kerjasama mahasiswa HI UMM. “Saya berharap praktikum mata kuliah Kajian Kawasan dalam HI yang mewujud dalam bentuk Festival Budaya ini kedepannya terus rutin terlaksana dan dapat meningkatkan antusiasme mahasiswa untuk semakin memperdalam pengetahuan mereka tentang HI”, ujar dosen yang juga memiliki peminatan riset mengenai politik negara-negara di Kawasan Eropa tersebut. (Amartya)
Ciptakan Kegembiraan dalam Belajar HI, Laboratorium HI UMM Adakan Festival Budaya Atmospheral

Malang (15/07/2023) – Menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman dan menggembirakan merupakan kewajiban setiap institusi pendidikan. Untuk itu diperlukan kreatifitas agar suasana pembelajaran tidak selalu monoton dan membosankan. Terlebih jika materi-materi yang disajikan cukup banyak. Sebagai upaya mewujudkan kondisi pembelajaran yang menyenangkan, Laboratorium Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (Lab HI UMM) menyelenggarakan kegiatan praktikum mata kuliah Kajian Kawasan dalam HI pada Sabtu, 15 Juli 2023. Bekerja sama dengan dengan Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI), kegiatan praktikum yang bertempat di Sengkaling Kuliner tersebut mengambil nama Atmospheral dengan tema “Cultural Across the Regions”. Selain menciptakan suasana belajar yang menggembirakan, praktikum yang diikuti oleh 352 mahasiswa Angkatan 2021 program Studi (Prodi) HI UMM ini juga bertujuan untuk mewadahi kreatifitas mahasiswa dalam bentuk pengenalan budaya, pemerintahan, dan dinamika hubungan antar negara-negara di dalam maupun luar kawasan. Kegiatan praktikum Kajian Kawasan dalam HI mengusung konsep festival budaya melalui pengadaan pameran secara outdoor dan diperindah dengan adanya dekorasi tempat yang memeriahkan keberlangsungan acara. Adapun pameran yang dilaksanakan meliputi inovasi, kreasi, dan seni yang dipertunjukkan oleh mahasiswa berupa pertunjukan booth masing-masing negara, fashion show, band, tari kreasi, solo vocal, dan demonstrasi chanoyu yang keseluruhannya menampilkan ciri khas dari setiap kawasan di seluruh dunia. Rangkaian kegiatan Atmospheral dimulai pada pukul 08.00 WIB dan ditutup dengan malam puncak pada pukul 20.00 WIB. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dekan FISIP UMM, Ketua Prodi, Kepala Lab, para dosen, dan seluruh mahasiswa HI UMM. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh masyarakat umum di luar mahasiswa HI UMM karena sifatnya yang terbuka untuk umum. Kegiatan ini dibuka oleh Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si selaku Dekan FISIP UMM dan Dr. Dyah Estu Kurniawati, S.Sos., M.Si. selaku Kepala Prodi HI UMM. Dalam sesi pembukaan acara, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si. menyatakan bahwa sangat penting bagi mahasiswa HI UMM untuk mengembangkan pengetahuan serta kemampuan dalam bernegosiasi sebagai modal utama dalam merespon berbagai tantangan zaman. “Mahasiswa harus selalu siap dalam menghadapi era yang sudah dipenuhi oleh kecerdasan buatan dan banyaknya persaingan antara generasi produktif yang akan semakin meningkat di beberapa tahun mendatang”, ujar Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si. sembari memberi semangat kepada para peserta praktikum. Setelah resmi dibuka oleh Dekan FISIP UMM, acara dilanjutkan dengan Talkshow yang diisi oleh Devita Prinanda, M.Hub.Int. selaku pembawa acara, serta para pembicara yang terdiri dari Dra. Cicilia Tantri Suryowati, M.Pd dari Unitomo, Dr. Ario Bimo Utomo dari UPN “Veteran” Surabaya, dan Mohd. Agoes Aufiya, M.Phil. Berbicara mengenai perbandingan dinamika politik di setiap Kawasan, ketiga pembicara sama-sama bersepakat bahwa setiap kawasan mempunyai perbedaan pola relasi antar negara yang terdapat didalamnya. Hal ini tentunya tidak bisa dilepaskan dari beragamnya identitas yang dimiliki oleh setiap negara. Sesi berikutnya diisi oleh presentasi dan penampilan dari berbagai kelompok mahasiswa yang merepresentasikan 8 Kawasan yang terdiri dari kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Timur, Timur, Tengah, Eropa, Australia dan Pasifik, Afrika, dan Amerika Latin. Salah satu hal unik dalam kegiatan ini ialah adanya demonstrasi Chanoyu yang dipandu oleh Dra. Cicilia Tantri Suryowati, M.Pd. Asia Timur. Chanoyu merupakan upacara minum teh khas negara Jepang. Suasana menjadi semakin meriah manakala seluruh peserta dan tamu undangan berantusias dalam mengikuti serangkaian kegiatan, Penampilan yang disajikan oleh peserta berhasil memukau seluruh penonton dengan tampilannya yang unik dan menarik. Hafid Adim Pradana, M.A, selaku Kepala Laboratorium HI UMM memberikan apresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan pameran budaya ini. Dengan diadakannya Atmospheral bertemakan “Cultural Across the Regions” diharapkan mampu menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa HI UMM dan generasi muda untuk selalu memperhatikan keberagaman budaya dari masing-masing kawasan diseluruh dunia. Lebih lanjut, kegiatan ini juga diharapkan mampu untuk melatih inovasi, kreatifitas, dan kerjasama mahasiswa HI UMM. “Saya berharap praktikum mata kuliah Kajian Kawasan dalam HI yang mewujud dalam bentuk Festival Budaya ini kedepannya terus rutin terlaksana dan dapat meningkatkan antusiasme mahasiswa untuk semakin memperdalam pengetahuan mereka tentang HI”, ujar dosen yang juga memiliki peminatan riset mengenai politik negara-negara di Kawasan Eropa tersebut. (Amartya)
Merespon Tuntutan Kurikulum Merdeka Belajar, Laboratorium HI UMM Kembali Adakan Simulasi Sidang PBB

Malang (14/07/23) – Dalam rangka merespon tantangan revolusi industri 4.0 dan tuntutan praktik merdeka belajar, Laboratorium Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (Lab HI UMM) bekerjasama dengan Model United Nations (MUN) menyelenggarakan simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang. Kegiatan simulasi sidang PBB dilaksanakan selama dua hari, yakni pada tanggal 13 – 14 Juli 2023 dan bertempat di Rayz UMM Hotel, Kota Malang. Kegiatan ini merupakan praktikum dari mata kuliah Organisasi Internasional dan diikuti oleh 300 mahasiswa program studi Hubungan Internasional UMM angkatan 2022. Para mahasiswa peserta praktikum dibagi dalam 100 kelompok, di mana setiap kelompok berisi 3 peserta. Pada hari pertama, kegiatan simulasi sidang PBB diikuti oleh 50 kelompok pertama yang berasal dari kelas A, D, dan F. Adapun 50 kelompok berikutnya yang berasal dari kelas B, C, dan F mendapatkan jadwal pada hari kedua. Pada hari pertama, para peserta diwajibkan membahas, mencari jalan keluar, dan menciptakan resolusi terkait persoalan “Accelerating Renewable Energy Transition for Sustianble Development”. Sedangkan pada hari kedua, isu yang dibahas berfokus pada “Strengthening Resilience and Adaptation to Climate Change in Vulnerable Communities”. Setiap kelompok peserta yang berada dalam forum berperan sebagai delegasi dari sebuah negara untuk menyampaikan mosi dari masing-masing negara mereka dengan menyesuaikan tema yang telah diangkat. Hal tersebut bertujuan guna meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal menyampaikan negosiasi, argumen, serta merumuskan resolusi yang berbasis pada kajian Organisasi Internasional. Kegiatan praktikum simulasi sidang PBB juga turut menghadirkan Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si. selaku Dekan FISIP UMM, Dr. Dyah Estu Kurniawati, S.Sos., M.Si. selaku Ketua Prodi HI UMM, Shannaz Mutiara Deniar, M.A. selaku Sekretaris Prodi HI UMM sekaligus dosen pengampu mata kuliah Organisasi Internasional, dan Hafid Adim Pradana, M.A. selaku Kepala Laboratorium HI UMM, serta segenap Dosen HI UMM. Dalam sesi pembukaan acara, Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si. menyatakan bahwa sangat penting bagi mahasiswa HI UMM untuk mengembangkan pengetahuan serta kemampuan dalam bernegosiasi sebagai modal utama dalam merespon berbagai tantangan zaman. “Mahasiswa harus selalu siap dalam menghadapi era yang sudah dipenuhi oleh kecerdasan buatan dan banyaknya persaingan antara generasi produktif yang akan semakin meningkat di bebeerapa tahun mendatang,” ujar Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si. sembari memberi semangat kepada para peserta praktikum.
TAIWAN ACADEMIC EXCHANGE: Belajar Politik Asia Tenggara Sembari Mendalami Kultur Lokal Taiwan

TAIWAN ACADEMIC EXCHANGE: Belajar Politik Asia Tenggara Sembari Mendalami Kultur Lokal Taiwan Dalam rangka menjalankan misi menjadi program studi yang unggul dan berintegrasi tinggi sesuai dengan mutu dan standar pendidikan bertaraf internasional, Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang melakukan kunjungan ke negeri Formosa, tepatnya ke Wenzao Ursuline University yang terletak di Kota Kaohshiung. Tiga orang mahasiswa Prodi HI UMM, didampingi oleh Ibu Shannaz Mutiara Deniar selaku Dosen, banyak menjalankan kegiatan akademik sembari melakukan tur budaya di Kota Kaohshiung. Kegiatan mahasiwa Prodi HI di Wenzao Ursuline University, tepatnya di bawah Department of Southeast Asia Studies sebagian besar berkutat pada aspek kebudayaan dan politik. Dalam aspek kebudayaan, mahasiswa Prodi HI yang terdiri dari tiga orang mahasiswi angkatan 2021, yakni Zalsa Citra Vanda Gisela, Kevin Adhela Hakim, dan Tika Putri Angeli, melakukan interaksi secara langsung dengan mahasiswa lokal di kelas Bahasa Indonesia. Diketahui, para mahasiswa di Departemen Studi Asia Tenggara diwajibkan untuk memilih salah satu kelas bahasa yang dipakai oleh masyarakat di Kawasan Asia Tenggara, yakni Bahasa Indonesia, Thailand, dan Vietman. Sebagian besar mahasiswa lokal yang tergabung ke dalam Kelas Bahasa Indonesia telah cukup mahir berbahasa Indonesia. Mahasiswi Prodi HI yang bergabung dalam kelas Bahasa Indonesia di Wenzao Ursuline University turut berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran, yakni, membantu memperdalam pemahaman yang lebih mendalam melalui percakapan menggunakan Bahasa Indonesia. Tak hanya kelas Bahasa Indonesia, mahasiswa Prodi HI UMM yang melakukan kunjungan ke Taiwan juga mengikuti kelas mengenai Politik di Kawasan Asia Tenggara yang diajar oleh Profesor Samuel C. Y. Ku, Ph.D. yang merupakan Profesor ahli dalam kajian Kawasan Asia Tenggara di Taiwan. Untuk mendalami kultur di Taiwan, Para mahasiswi HI bersama dengan Ibu Shannaz juga mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Kota Kaohshiung seperti pabrik gula tertua di Kaohshiung, desa militer, hingga Komunitas asli yang mendiami Taiwan, yakni komunitas Hakka. Selain itu, para mahasiwa Prodi HI juga menjalani program pengabdian masyarakat bersama dengan mahasiswa dari Wenzao Ursuline University dengan mengadakan bazaar untuk memperkenalkan budaya dan kehidupan Indonesia.(qsj)
Diskusi Menarik di Laboratorium Prodi Hubungan Internasional FISIP UMM: Paradiplomasi Dalam Peraturan Perundang-undangan di Indonesia

Malang, 27 Mei 2023 – Laboratorium Prodi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan sebuah acara diskusi yang sangat menarik dengan judul “Paradiplomasi dalam Peraturan Perundang-undangan di Indonesia”. Diskusi ini merupakan bagian dari program Center Of Excellence yang sedang dikembangkan di Program Studi Hubungan Internasional UMM, yang disebut Kelas Profesional Paradiplomas. Acara ini berhasil mendatangkan seorang pemateri yang sangat berkompeten di bidangnya, yaitu Dr. Takdir Ali Mukti, M.Si. Dr. Takdir merupakan seorang pakar di bidang paradiplomasi dan memiliki pengetahuan yang luas tentang peraturan perundang-undangan yang terkait dengan hal tersebut di Indonesia. Diskusi yang diadakan di Laboratorium Prodi Hubungan Internasional FISIP UMM ini berhasil menarik perhatian mahasiswa dan dosen dari berbagai jurusan. Para peserta dengan antusias mengikuti paparan Dr. Takdir Ali Mukti yang memberikan wawasan baru tentang bagaimana paradiplomasi terintegrasi dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Dr. Takdir menjelaskan pentingnya memahami bagaimana otonomi daerah dan peran pemerintah lokal berperan dalam hubungan internasional. Ia juga membahas bagaimana paradiplomasi dapat memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional. Diskusi ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep paradiplomasi dan relevansinya dalam konteks Indonesia. Menurut Hafid Adim, seorang dosen Prodi Hubungan Internasional UMM, acara ini merupakan langkah awal dalam pengembangan program Center Of Excellence di Prodi tersebut. Melalui Kelas Profesional Paradiplomas, mereka berharap dapat melahirkan lulusan yang memiliki pemahaman yang mendalam tentang hubungan internasional, terutama dalam konteks paradiplomasi. Para peserta acara memberikan respon positif terhadap diskusi ini. Mahasiswa merasa terinspirasi dan semakin termotivasi untuk mempelajari lebih banyak tentang paradiplomasi dan bagaimana peraturan perundang-undangan di Indonesia mempengaruhinya. Mereka juga berterima kasih kepada Laboratorium Prodi Hubungan Internasional FISIP UMM atas kesempatan yang diberikan untuk mendapatkan wawasan dari seorang pakar di bidang ini. Dengan acara ini, Laboratorium Prodi Hubungan Internasional FISIP UMM menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di bidang hubungan internasional. Diskusi dan kuliah tamu mengenai paradiplomasi ini menjadi langkah awal yang menjanjikan untuk menghasilkan lulusan yang siap. bersaing dan berkontribusi dalam dunia hubungan internasional. Bagi mahasiswa yang tertarik untuk terlibat dalam program Center Of Excellence dan Kelas Profesional Paradiplomas, mereka dapat menghubungi Laboratorium Prodi Hubungan Internasional FISIP UMM untuk informasi lebih lanjut.
Mobilitas Mengajar oleh Profesor Ricardo dari Portugal

Pertanyaan besar muncul di benak pengamat politik dunia selama beberapa dekade ini, “akankah kemunculan kekuatan baru dalam panggung politik global, berujung pada peperangan?” Menjadi institusi yang up to date terhadap isu-isu global, program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang menjadi tuan rumah dalam beberapa rangkaian acara Erasmus+ Teaching Mobility University of Muhammadiyah Malang. Salah satu dari serangkaian acara tersebut adalah International Relations Lecturer Forum, yang mengusung topik “The Thucydides Trap: China versus America”. Yang menjadi guest lecturer pada program tersebut adalah Prof. Ricardo de Sousa dari Universidade Autonoma de Lisboa, Portugal. Dalam Teaching Mobility yang digelar di Laboratorium Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang tersebut, Prof. Ricardo bersama dosen-dosen dari Program Studi Hubungan Internasional melakukan diskusi mengenai fenomena Thucydides Trap yang mungkin saja terjadi antara Amerika Serikat dan China. Yang dimaksud dengan Thucydides Trap di sini adalah sebuah istilah yang dipopulerkan oleh ilmuan dalam bidang Politik Luar Negeri, Graham T. Allison yang menggambarkan sebuah situasi di mana terdapat sebuah kecenderungan untuk berperang ketika kekuatan baru muncul untuk menandingi kekuatan hegemon. Sudah menjadi rahasia umum bahwa kemunculan China di panggun politik global yang selama beberapa dekade cukup membuat Amerika Serikat resah. Dalam forum diskusi yang dihadiri oleh para scholar dari kajian Hubungan Internasional tersebut, diperoleh hasil pembahasan bahwasannya China memang menjadi rival AS dalam sektor ekonomi. Terlihat dari aspek GDP, China memiliki perkembangan yang lebih signifikan dari AS dalam rentang waktu Tahun 1197-2021. Namun, ditinjau dari aspek militer, China tertinggal jauh oleh Amerika. Kompetisi antara China dan Amerika baik di sektor politik, ekonomi, dan militer memang terus terjadi di berbagai wilayah di dunia. Kedua negara berkompetisi demi memperebutkan dominasi dan pengaruh di berbagai kawasan selama beberapa dekade. Oleh karenanya diperoleh kesimpulan bahwa kedua negara sedang terlibat dalam kompetisi geopolitik, dan untuk menghindari apa yang disebut dengan jebakan Thucydides, kedua negara perlu mengakui bersepakat atas kekuatan yang dimiliki oleh satu sama lain. Selai itu, untuk menghindari efek samping konflik yang destruktif, kedua negara perlu bekerja sama dalam isu-isu yang ditujukan untuk common goods, seperti proliferasi nuklir, terorisme, hingga perubahan iklim. Usai merampungkan sesi diskusi melalui lecturer forum, Prof. Ricardo tidak lupa membuat online quiz dengan metode yang menyenangkan untuk para dosen Prodi HI, guna menguji pendalaman materi selama diskusi. Kegiatan ditutup dengan sesi makan siang bersama di Laboratorium Hubungan Internasional, yang digunakan sebagai ajang untuk memperkenalkan makanan tradisional khas nusantara seperti tempe, rawon, hingga kerupuk udang. Melalui forum antar dosen yang dipimpin oleh dosen tamu dari Portugal, para dosen Prodi HI UMM mendapat banyak insight baru dalam mengkaji fenomena yang sedang terjadi di panggung politik global, yang nantinya akan diajarkan ke peserta didik, atau bahkan dijadikan topik diskusi saat kegiatan belajar mengajar.