Sharing Session Prodi HI dengan Kedutaan Besar Korea Selatan

Program Studi Hubungan Internasional (Prodi HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan dari perwakilan Kedutaan Besar Korea Selatan, Lee Kee Sung, pada hari Jum’at (03/03). Bertempat di Aula Lantai 4 Gedung Kuliah Bersama (GKB) IV, kegiatan sesi berbagi informasi antara kedua belah pihak tersebut juga dihadiri oleh Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Najamuddin Khairur Rijal, M.Hub.Int., jajaran dosen Prodi HI, dan sekitar 50 perwakilan mahasiswa Prodi HI. Kedatangan Lee Kee Sung disambut meriah oleh mahasiswa Prodi HI yang menjadi peserta sebab dirasa menarik untuk dapat secara langsung mendapat sudut pandang dari warga Korea Selatan mengenai hubungan antar Korea Selatan dan Indonesia. Pada kesempatan ini, Lee Kee Sung juga mengulas kemiripan yang dimiliki antara Korea Selatan dan Indonesia. Salah satunya adalah budaya gotong royong yang disebut dengan gongdongche jeongsin. Tidak luput, Lee Kee Sung juga berkesempatan memberikan pemaparan mengenai berbagai bentuk kerjasama yang dilakukan oleh Korea Selatan dan Indonesia. Berdasarkan pemaparan Lee Kee Sung, 18 September 1973 merupakan penanda terjalinnya kerjasama antara Korea Selatan dan Indonesia yang lebih luas dan mencakup berbagai bidang, serta diperingatinya hubungan diplomati Korea Selatan dan Indonesia yang memasuki tahun ke 50 pada 2023 ini.. Beberapa yang ditonjolkan Lee Kee Sung dalam sesi ini adalah kerjasama di bidang EV Ecosystem, hingga kerjasama industri keamanan. Lee Kee Sung juga menyinggung adanya selebriti antar kedua negara yang menjadi public relation icon atau ikon hubungan masyarakat (humas) untuk pertukaran budaya kedua negara, yaitu Choi Siwon yang dikenal sebagai salah satu anggota boy group kondang Korea-Pop (Kpop) Super Junior, dan Dita Karang yang merupakan idola asal Indonesia yang berhasil berkarir di girl group KPop, Secreet Number. Sesi berbagi ini juga menjadi menarik dan meriah karena Lee Kee Sung membangun interaksi dua arah dengan mahasiswa yang hadir melalui kuis-kuis seputar Korea Selatan dan membagikan hadiah kaget bagi mahasiswa yang berhasil menjawab kuis yang disampaikannya. Sesi ramah tamah ini sekaligus menjadi pengingat khususnya bagi mahasiswa Prodi HI jika Korea Selatan bukan sekedar mengenai KPop. Korea Selatan merupakan negara maju yang selain KPopnya, juga memiliki budaya tradisional yang menarik, dinamika politik dan industri bisnis yang kuat. (Ind)
Kuliah Tamu Hari Jum’at, Menambah Berkah dan Manfaat
Menjemput berkah dan manfaat di hari Jum’at, Program Studi Hubungan Internasional (Prodi HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Kuliah Tamu bertajuk Isu-isu Kontemporer di Asia Timur Pasca Pandemi Covid-19 yang dinarasumberi oleh Vahd Nabyl A. Mulachela yang akrab dipanggil Nabyl, Koordinator Wilayah Korea, Direktorat Asia Timur Kementerian Luar Negeri Indonesia, dan Krishnajie, akrab disapa Aji, Penasihat di Direktorat Asia Timur, Direktorat Jenderal Urusan Asia Pasifik dan Afrika pada Jum’at (03/03). Diikuti oleh mahasiswa Prodi HI yang sedang menempuh mata kuliah HI Kawasan Asia Timur, agenda tersebut dilaksanakan secara luring di Aula Lantai 9, Gedung Kuliah Bersama (GKB) IV UMM. Kedua pakar kajian kawasan Asia Timur perwakilan Kementerian Luar Negeri Indonesia tersebut menelaah informasi ke Asia Timuran dengan padat sehingga informasi yang disampaikan mudah diterima oleh audienss. Nabyl dan Aji menunjukkan isu-isu kontemporer pasca pandemi covid-19 yang ramai diperbincangkan di Asia Timur, seperti memanasnya rivalitas Republik Rakyat China dan Amerika Serikat, isu politik Taiwan, kebijakan baru pertahanan Jepang, hingga isu yang berkembang di Semenanjung Korea. Sebagai perwakilan Kemlu, Nabyl dan Aji juga menyampaikan mengenai Politik Luar Negeri (Polugri) Indonesia di Kawasan Asia Timur pasca pandemi covid-19 tersebut. Indonesia menyusun program prioritas diplomasi ke negara-negara Asia Timur diantaranya adalah Diplomasi Kedaulatan dan Kebangsaan, diplomasi ekonomi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, dan juga peningkatan peran Indonesia di kawasan dan global. Nabyl dan Aji juga memaparkan mengenai berbagai kerja sama ekonomi Indonesia dengan mtira di Asia Timur, diantaranya adalah ekspor, pariwisata, transfer pekerja imigran Indonesia, hingga pengembangan pembangunan seperti di bidang kesehatan. Pasca berakhirnya pandemi covid-19, Kemlu memtakan jika terdapat beberapa sektor yang dapat dimaksimalkan sebagai bagian dari program diplomasi Indonesia yang di negara-negara Kawasan Asia Timur cukup sesuai dengan dinamika dalam negeri negara-negara tersebut. Ketenagakerjaan, pemasaran produk unggulan dalam negeri Indonesia, infrastruktur, hingga pertanian. Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa Prodi HI UMM mendapat berbagai perspektif baru mengenai kerjasama antara Indonesia dengan negara-negara di Kawasan Asia Timur, dan diharapan mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai ke-Asia Timuran untuk dapat menjadi inspirasi tugas akhir atau skripsi. (Ind) Menjemput berkah dan manfaat di hari Jum’at, Program Studi Hubungan Internasional (Prodi HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Kuliah Tamu bertajuk Isu-isu Kontemporer di Asia Timur Pasca Pandemi Covid-19 yang dinarasumberi oleh Vahd Nabyl A. Mulachela yang akrab dipanggil Nabyl, Koordinator Wilayah Korea, Direktorat Asia Timur Kementerian Luar Negeri Indonesia, dan Krishnajie, akrab disapa Aji, Penasihat di Direktorat Asia Timur, Direktorat Jenderal Urusan Asia Pasifik dan Afrika pada Jum’at (03/03). Diikuti oleh mahasiswa Prodi HI yang sedang menempuh mata kuliah HI Kawasan Asia Timur, agenda tersebut dilaksanakan secara luring di Aula Lantai 9, Gedung Kuliah Bersama (GKB) IV UMM. Kedua pakar kajian kawasan Asia Timur perwakilan Kementerian Luar Negeri Indonesia tersebut menelaah informasi ke Asia Timuran dengan padat sehingga informasi yang disampaikan mudah diterima oleh audienss. Nabyl dan Aji menunjukkan isu-isu kontemporer pasca pandemi covid-19 yang ramai diperbincangkan di Asia Timur, seperti memanasnya rivalitas Republik Rakyat China dan Amerika Serikat, isu politik Taiwan, kebijakan baru pertahanan Jepang, hingga isu yang berkembang di Semenanjung Korea. Sebagai perwakilan Kemlu, Nabyl dan Aji juga menyampaikan mengenai Politik Luar Negeri (Polugri) Indonesia di Kawasan Asia Timur pasca pandemi covid-19 tersebut. Indonesia menyusun program prioritas diplomasi ke negara-negara Asia Timur diantaranya adalah Diplomasi Kedaulatan dan Kebangsaan, diplomasi ekonomi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, dan juga peningkatan peran Indonesia di kawasan dan global. Nabyl dan Aji juga memaparkan mengenai berbagai kerja sama ekonomi Indonesia dengan mtira di Asia Timur, diantaranya adalah ekspor, pariwisata, transfer pekerja imigran Indonesia, hingga pengembangan pembangunan seperti di bidang kesehatan. Pasca berakhirnya pandemi covid-19, Kemlu memtakan jika terdapat beberapa sektor yang dapat dimaksimalkan sebagai bagian dari program diplomasi Indonesia yang di negara-negara Kawasan Asia Timur cukup sesuai dengan dinamika dalam negeri negara-negara tersebut. Ketenagakerjaan, pemasaran produk unggulan dalam negeri Indonesia, infrastruktur, hingga pertanian. Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa Prodi HI UMM mendapat berbagai perspektif baru mengenai kerjasama antara Indonesia dengan negara-negara di Kawasan Asia Timur, dan diharapan mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai ke-Asia Timuran untuk dapat menjadi inspirasi tugas akhir atau skripsi. (Ind)
Menghadirkan Pakar Jepang, CEAS Laboratorium HI UMM Selenggarakan Diskusi Tentang Peran Jepang Di Asia Tenggara

Malang (1/12/22) – Sejak masa Perang Dingin, Asia Tenggara selalu menjadi medan perebutan pengaruh antar negara. Sebagai salah satu negara maju di kawasan Asia, Jepang tentunya juga mempunyai kepentingan di Asia Tenggara. Hal ini yang pada gilirannya mengarahkan Jepang untuk turut berupaya dalam ‘mendesain’ Asia Tenggara. Pertanyaan dasar yang kemudian muncul ialah apa sesungguhnya yang menjadi kepentingan Jepang di Asia Tenggara. Guna menjawab pertanyaan tersebut, Centre for East Asia Studies (CEAS) Laboratorium HI UMM menyelenggarakan Diskusi Bulanan pada Kamis, 1 Desember 2022. Kegiatan yang dilakukan secara daring dan diikuti oleh 100 peserta tersebut mengadirkan Dr. Susy Ong, B.A, M.A, D.Sc selaku dosen senior dari Universitas Indonesia, sekaligus pakar studi kawasan Jepang. Selain itu, kegiatan Diskusi Bulanan CEAS ini tidak hanya dihadiri oleh para mahasiswa maupun dosen-dosen Prodi HI UMM. Tetapi juga diikuti akademisi dari kampus-kampus lain diluar UMM. Di awal paparannya, Susy Ong menyampaikan mengenai awal mula pendefinisan Asia Tenggara. Selanjutnya dosen yang memiliki fokus riset tentang Jepang tersebut memaparkan mengenai kolonialisme Jepang di Asia Tenggara. Menurutnya apa yang dilakukan oleh Jepang tidak bisa dilepaskan dari upayanya dalam mempertahankan diri selama berlangsungnya Perang Dunia II. Setelah berakhirnya Perag Dunia II, Jepang memilih untuk menanggalkan pendekatan militeristik dalam politik luar negerinya. Di kawasan Asia Tenggara, Jepang lebih banyak menggunakan instrumen bantuan luar negeri serta penerapan diplomasi budaya, alih-alih diplomasi koersif. Sementara itu, dalam kaitannya dengan persaingan antar negara di Abad ke-21 yang diwarnai oleh berbagai manuver konektivitas China di Asia Tenggara, Susy Ong menyampaikan bahwa Jepang tidak mau turut mencampuri apa yang dilakukan oleh China tersebut. Sejauh program Belt Road and Initiative yang dijalankan oleh China tidak mengganggu kepentingan Jepang, khususnya di Asia Tenggara. Pada akhir forum, Susy Ong secara umum menjelaskan bahwa terdapat beberapa kepentingan Jepang di Asia Tenggara, seperti kepentingan ekonomi dan politik. “Perwujudan upaya Jepang untuk mencapai kepentingannya tersebut bisa dilihat dari ekspansi bisnis Jepang di Asia Tenggara, hingga pendirian berbagai pusat penelitian mengenai negara-negara Asia Tenggara”, ungkap dosen yang juga mengajar di School of Strategic and Global Studies UI tersebut. Antusiasme yang luar biasa ditunjukkan oleh para peserta kegiatan Guest Lecture Forum CEAS Laboratorium HI UMM. Hal ini tampak pada saat berlangsungnya sesi tanya jawab. Secara keseluruhan terdapat lebih dari 6 peserta yang mengajukan argumen hingga pertanyaan yang ditujukan kepada pembicara. Bahkan Indri Marlindasari selaku Koordinator CEAS yang menjadi moderator acara, mesti beberapa kali mengingatkan durasi waktu pada saat sesi tanya jawab mengingat banyaknya peserta yang hendak bertanya kepada pemateri. Pada kesempatan yang sama, Hafid Adim Pradana, M.A, selaku Kepala Laboratorium HI UMM tutut memberikan apresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan Diskusi Bulanan CEAS Laboratorium HI UMM. Menurutnya, kegiatan serupa perlu untuk dilakukan secara rutin guna menjaga dan mengembangkan kultur akademis di Prodi HI UMM. “Harapan saya, untuk kedepannya setiap Komunitas Kajian yang bernaung di bawah Laboratorium HI UMM bisa menyelenggarakan kegiatan serupa. Dan tentunya, akan lebih baik jika yang menjadi pembicara adalah mahasiswa HI UMM yang aktif di Komunitas Kajian.” Pungkas dosen yang memiliki peminatan riset pada politik internasional tersebut. (yoga)
Peringati Hari Pohon Sedunia, Laboratorium Hi UMM Adakan Sarasehan Alam Dan Tanam Pohon Di Bumiaji, Batu

Malang (26/11/22) – Dalam rangka meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai persoalan lingkungan global, serta memperingati hari Tanam Pohon Sedunia, Laboratorium Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan kegiatan Sarasehan Alam dan Tanam Pohon. Kegiatan ini termasuk dalam rangkaian mata kuliah politik lingkungan global sebagai respon atas banjir yang melanda kota batu di tahun 2021 pada hari Sabtu, 26 November 2022. Kegiatan menanam pohon yang dihadiri oleh lebih dari 187 peserta tersebut menghadirkan Rachmad Kristiono Dwi Susilo, Ph.D sebagai pembicara utama, serta Eko Syamsul yang merupakan Mantri Perhutani Kota Batu sebagai pembicara kedua. Dalam kegiatan menanam pohon yang dilaksanakan di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu ini, Rachmad K.D. Susilo yang kajian risetnya berfokus pada Sosiologi Lingkungan dan Sosiologi Kebencanaan ini membuka pembahasannya dengan memaparkan tentang pentingnya sebuah kesadaran Mahasiswa serta masyarakat untuk melestarikan alam beserta dengan isinya. Mengingat peran yang sangat penting dari seluruh masyarakat inilah yang membuat persoalan lingkungan serta bencana alam dapat dicegah dan diselesaikan. Menurutnya penting bagi manusia untuk dapat bersinergi dengan alam atau hutan. Bukan hanya sebatas menjadikan hutan sebagai sarana eksploitasi. Lebih lanjut, Rachmad menambahkan bahwa penting bagi seluruh masyarakat untuk sama-sama berkomitmen dalam mengatasi persoalan lingkungan hidup. Sehingga kesadaran setiap individu terkait keberadaan krisis lingkungan global dan bencana alam menjadi suatu hal yang penting. Mengingat sangat sulit jika hanya sebatas bergantung pada para warga sekitar hutan. “Maka dari itu, kesempatan dari kegiatan menanam pohon ini haruslah dimanfaatkan untuk saling belajar antara satu sama lain, antar warga dan para akademisi untuk saling mengajarkan dan mengambil perannya”, tutup dosen Prodi Sosiologi UMM tersebut. Adapun, Eko Syamsul selaku Mantri Perhutani Kota Batu juga sangat mengharapkan agar tidak hanya masyarakat sekitar hutan saja yang memiliki tanggung jawab dalam melestarikan serta merawat hutan. Tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia, terutama kaum muda dan mahasiswa. “Jika ingin melestarikan alam dan lingkungan, maka diperlukan kesadaran bagi seluruh masyarakat Indonesia supaya bencana yang sama tidak terulang lagi. Selain itu perlu juga komitmen bersama agar agenda pelestarian ini berlanjut kedepannya. Jangan sampai hanya berhenti disini saja”. Menurut Eko, selama masih banyak orang yang belum sadar akan adannya ancaman lingkungan, maka pencegahan bencana alam dalam hutan dan pegunungan akan sulit direalisasikan. Antusiasme yang luar biasa ditunjukkan oleh para peserta kegiatan praktikum politik lingkungan global. Hal ini tampak pada saat berlangsungnya acara menanam pohon. Salah satu peserta, Firdaus Tree mengungkapkan bahwa kegiatan yang ia ikuti banyak memberikan ilmu serta pengalaman. “Saya dan teman-teman mendapatkan ilmu baru, seperti bagaimana menggali tanah yang tepat serta menanam bibit pohon dengan baik dan benar”, ungkap mahasiswa HI angkatan 2019 tersebut. Pada kesempatan yang sama, Hafid Adim Pradana, M.A, selaku Kepala Laboratorium HI UMM tutut memberikan apresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan Sarasehan Alam dan Tanam Pohon yang merupakan rangkaian lanjutan dari kegiatan praktikum politik lingkungan. Menurutnya, penting bagi mahasiswa untuk tidak hanya sebatas belajar teori di kelas perkuliahan. Tetapi juga turut terlibat langsung di lapangan. Oleh karenanya, ia berharap agar kegiatan turun lapang praktikum mata kuliah Politik Lingkungan diharapkan mampu memberikan pengalaman baru kepada mahasiswa HI UMM. Mengingat selama dua tahun terakhir mereka selalu mengikuti pembelajaran secara daring. “Kedepannya Laboratorium HI UMM akan menindaklanjuti kegiatan yang telah dijalankan hari ini. Selain itu akan ada kegiatan-kegiatan lain yang memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman baru”, pungkas dosen yang memiliki peminatan riset pada politik internasional tersebut. (yoga)
Kuliah Tamu Laboratorium HI: Hubungan Utara-Selatan Dalam Politik Lingkungan Global

Malang (2/11/22) – Dalam rangka untuk semakin memperluas wawasan Mahasiswa mengenai isu lingkungan dalam politik global, Laboratorium Kajian Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan kuliah tamu mengenai politik lingkungan global yang dengan tema “North-South Relation in Global Environment Politics” pada Rabu, 2 November 2022. Kegiatan yang dihadiri oleh 323 peserta tersebut menghadirkan Manggala Ismanto, S. IP., M.A sebagai pembicara utama, dan dimoderatori oleh Hellatsani Widya Ramadhani, S. IP., M.A. Dalam perkuliahan tamu yang dijalankan secara daring melalui platform Zoom ini, Manggala Ismanto yang yang kajian risetnya berfokus pada antropologi dan lingkungan membuka pembahasannya dengan memaparkan tentang banyaknya isu lingkungan dalam ranah global yang dapat diselesaikan melalui hubungan politik antar negara. Mengingat peran yang sangat penting dari sebuah negara inilah yang membuat persoalan lingkungan hidup dapat diselesaikan. Dalam pandangan Ismanto, selama sebagian negara masih menjadikan persoalan lingkungan hidup sebagai instrumen politik untuk menindas sebagain negara yang lain, maka penyelesaian masalah krisis lingkungan hidup akan sulit direalisasikan. Selain itu, Ismanto menambahkan bahwa penting bagi negara-negara untuk sama-sama berkomitmen dalam mengatasi persoalan lingkungan hidup. Sehingga kesadaran setiap individu terkait keberadaan krisis lingkungan global menjadi suatu hal yang penting. Mengingat sangat sulit jika hanya sebatas bergantung pada peran negara-negara. “Karena itu, penting bagi kita, selaku akademisi untuk sama-sama mengambil peran”, tutup kandidat doktor dari Universiteit van Amsterdam tersebut. Antusiasme dari narasumber maupun peserta yang berfokus pada masalah politik lingkungan global ini dapat dirasakan pada saat acara berlangsung karena banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta yang menjadikan sesi tanya jawab kali ini sebagai diskusi antara narasumber dengan Mahasiswa HI UMM serta beberapa dosen tamu yang telah hadir untuk ikut memperdalam kuliah tamu tersebut. Pada kesempatan yang sama, Hafid Adim Pradana, M.A, selaku Kepala Laboratorium HI UMM memberikan apresiasi positif atas terselenggaranya kuliah tamu yang merupakan rangkaian awal dari kegiatan praktikum politik lingkungan. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan semangat kepada mahasiswa HI UMM sebelum menjalankan praktikum turun lapang di mata kuliah Politik Lingkungan. “Kedepannya Laboratorium HI akan kembali mengadakan kegiatan yang mengharuskan mahasiswa HI UMM untuk turut serta dalam aksi turun lapang langsung,” pungkas dosen yang memiliki peminatan riset pada politik internasional tersebut. (yoga)
Kunjungan Benchmarking Prodi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Mataram
Program Studi Hubungan Internasional (Prodi HI) Universitas Muhammadiyah Malang menerima kunjungan dari Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Mataram pada Kamis (06/10). Kepala Program Studi Prodi HI UMM, M. Syaprin Zahidi, M.A., Sekretaris Prodi, Shannaz Mutiara D., S.IP., M.A., Kepala Laboratorium Prodi HI, Hafid Adim P., S.IP., M.A., dan Laborat Laboratorium Prodi HI, Fitri mewakili Prodi menjamu kehadiran tamu dari Unuiversitas Mataram tersebut. Tujuan dari kedatangan Prodi HI Universitas Mataram tersebut adalah dalam rangka benchmarking yang berkenaan dengan kurikulum. Dalam pertemuan ini, juga dikaji dan dibahas mengenai upaya-upaya pengembangan laboratorium dari kedua pelak pihak, serta potensi kerjasama yang dapat dibangun di masa yang akan datang. Melalui pertemuan ini, kedepannya diharapkan masing-masing program studi dapat saling berkolaborasi dan saling mendorong kemajuan Pendidikan di masing-masing universitas. (Ind)
Kuliah Perdana Prodi HI UMM: International Security and Cyber Issue
Apakah Anda masih mengikuti pemberitaan mengenai perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina yang menampar kita untuk mengingat akan pentingnya keamanan. Atau juga, apakah Anda masih mengikuti berita nasional mengenai pereteas Bjorka beberapa waktu silam mengklaim berhasil membobol dokumen-dokumen dan data-data rahasia negara? Keberadaannya yang menghebohkan publik tersebut seolah mengingatkan kita akan pentingnya keamanan siber di era yang serba digital ini. Keamanan siber juga merupakan hasil dari perkembangan studi keamanan yang jauh berkembang sebelum era digitalisasi khususnya dalam ruang lingkup keilmuan hubungan internasional. Hingga kini, isu-isu mengenai keamanan kian hari masih banyak diperbincangkan oleh penstudi HI. Berkaitan dengan hal ini, Program Studi Hubungan Internasional (Prodi HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan Kuliah Perdana bertajuk International Security and Cyber Issue dan dinarasumberi oleh Prof. Dr. Drs. Arry Bainus, M.A. dan Lucky Nugraha S.IP., M.A.. Kuliah perdana ini diselenggarakan secara luring dan dihadiri oleh mahasiswa baru angkatan tahun 2022 di Rays Hotel UMM, Jum’at (30/10). Prof. Bainus memulai pemaparannya dengan menyampaikan perkembangan keamanan yang mulanya dikaitkan dengan tujuan pengendalian kapabilitas militer dalam menghadapi ancaman dan kekerasan bersenjata, menjadi sebuah kajian ilmu yang lebih luas dan menjadi multidimensional, beberapa diantaranya adalah keamanan pangan, manusia, ekonomi, dan lain sebagainya. Dengan perkembangan tersebut, keamanan diartikan secara berbeda-beda oleh banyak penstudi HI. “Sehingga keamanan itu diartikan, untuk sementara oleh berbagai pihak sebagai tidak adanya ancaman terhadap nilai-nilai tertinggi negara atau masyarakat,” terang Prof. Bainus. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat diartikan jika negara akan memperoleh keamanannya jika sebagai entitas, ia mampu mempertahankan nilai-nilai yang ada di dalamnya, berfungsinya lembaga-lembaga negaranya, serta dijamin dan dilindunginya populasi di dalamnya. “Tanpa objek acuan, tidak akan ada ancaman. Dan tidak ada diskusi tentang keamanan,” jelas Prof. Bainus. Prof. Bainus juga menyinggung keamanan siber (kejahatan dunia maya) yang meski tidak berbentuk secara fisik, namun dampaknya dapat berupa fisik, dan mempengaruhi keamanan sosial, ekonomi, militer, politik, maupun individu. “Jadi, keamanan siber itu, threatnya, ancamannya itu bisa langsung ke keamanan manusia dan keamanan negara. Sehingga cyber seucirty telah menambahkan dimensi baru, dan kompleksitas baru pada hubungan internasional,” tambah Prof. Bainus. Sementara itu, Lucky Nugraha sebagai narasumber kedua berbagi informasi kepada mahasiswa yang hadir mengenai keamanan siber dan berbagai Langkah-langkah penanganan kejahatan siber yang banyak terjadi selama perkembangan terknologi ini. Internet jelas menjadi sarana beraktivitas dan media komunikasi yang sangat diperlukan oleh masyarakat di era ini. Namun di sisi lain, internet juga menimbulkan tantangan-tantangan yang kompleks, utamanya tantangan keamanan. Ini yang kemudian menjadi perhatian para pakar keamanan di keilmuan hubungan internasional. “Karena kerawanan yang timbul di dunia maya seringkali melibatkan aktor negara, dan tentunya sampai ke individu,” tutur Lucky. Hal inilah yang kini menjadi perdebatan mengenai bagaimana cara membentuk regulasi ruang siber, terutama di skala nasional, yaitu sejauh mana negara mampu menjadi aktor dalam pembentukan regulasi ruang siber yang bersifat publik, bebas, dan tidak terikat tersebut. Lucky juga menyinggung peperangan siber (cyber warfare) yang meski belum menjadi tren, tapi praktiknya sudah banyak terjadi dan merupakan salah satu bentuk penyalahgunaan internet, baik oleh individu maupun negara. Salah satu kasus peperangan siber adalah seperti yang terjadi pada pemilihan Presiden Amerika Serikat tahun 2018 silam, di mana Rusia campur tangan dengan memanfaatkan internet, dan berujung pemmulangan diplomat Rusia di Amerika Serikat. “Serangan siber seperti ini memunculkan kekhawatiran bahwa negara akan mempenetrasi jaringan komputer negara lainnya untuk menimbulkan kerusakan, atau kerugian bagi negara lain tersebut,” jelas Lucky. Merespon hal ini, berbagai kerangka kerjasama internasional maupun nasional telah dibentuk di berbagai forum bilateral maupun multilateral, salah satunya adalah Konvensi Budapest 1996 yang diinisiasi oleh Dewan Eropa. Konvensi ini berusaha untuk menyusun konsep Kerjasama internasional dalam penanggulangan kejahatan siber. Indonesia sendiri juga terbilang aktif dalam upaya-upaya penangan siber. Salah satu yang dilakukan adalah dengan bekerjasama bersama negara-negara baik di ruang lingkung regional maupun internasional. Indonesia juga memiliki The ASEAN Cyber Security Cooperation Strategy. Ini adalah sebuah upaya untuk membuat roadmap untuk Kerjasama regional untuk mencapai ruang siber ASEAN yang aman. Dalam pemaparannya, dijelaskan pula bahwa semakin tinggi tingkat kesiapan suatu negara dalam menghadapi serangan siber, maka negara itu akan memiliki posisi power yang kuat. “Untuk Indonesia sendiri, sayangnya, tingkat kesiapan kita menghadapi serangan siber itu masih tergolong rendah,” jelas Lucky. Meski tingkat kesiapan siber Indonesia masih terbilang rendah, digitalisasi ekonomi Indonesia justru memiliki potensi yang besar dan diprediksi akan terus tumbuh. “Dan jika momentum ini dijaga, maka Indonesia akan menjadi salah satu negara yang unggul dalam ekonomi digital,” tambah Lucky. Melalui kuliah perdana ini, diharapkan mahasiswa nantinya dapat lebih kritis dalam merespon keamanan baik digital maupun non digital, dan dapat memanfaatkan teknologi untuk perkembangan ke arah yang lebih baik. (Ind)
Tugas Akhir Tak Semenyeramkan Itu, Kok!
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melepas wisudawan dan wisudawati dalam acara Yudisium Periode III Tahun 2022 yang diselenggarakan di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) 4 Lantai 9 pada hari Rabu (07/09). Di periode ini, Program Studi Hubungan Internasional (Prodi HI) melepas total 82 wisudawan dan wisudawati. Pada periode ini pula, lulusan terbaik tingkat Prodi berhasil disabet oleh tiga wisudawati hebat dari angkatan tahun 2018! Melalui wawancara eksklusif sesaat setelah Yudisium berakhir, masing-masing lulusan terbaik tingkat Prodi berkesempatan menyampaikan sedikit pengalamannya selama pengerjaan tugas akhir. Lulusan Terbaik III berhasil disabet oleh Nurul Fajriyah. Mahasiswa angkatan tahun 2018 ini berhasil lulus dengan menempuh jalur skripsi. Menurutnya, skripsi tidak sesulit dan seseram seperti yang selama ini kita dengar dari kakak tingkat ataupun yang bereda di internet. “Lebih sulit RTHI,” akunya. Menurutnya, perbedaan intensitas diskusi dengan dosen pembimbing untuk Mata Kuliah Riset Terapan Hubungan Internasional (RTHI) dan skripsi adalah faktor yang menyebabkan pengerjaan skripsi tidak semenyeramkan yang selalu didengarnya. “Harapan saya selanjutnya adalah saya sehat. Karena kalau ktia sehat, kita punya kesempatan untuk melakukan banyak hal,” pungkas Nurul. Lulusan Terbaik II berhasil disabet oleh Al Dina Maulidya. Berbeda dengan Nurul Fajriyah, Al Dina berhasil lulus dengan menempuh jalur jurnal. Al Dina mengaku bahwa ada kesulitan dan tantangan tersendiri dalam jalur jurnal ini. “Saya berharap bisa memanfaatkan ilmu yang sudah saya peroleh, dan mendapat pekerjaan yang baik,” harap Al Dina. Lulusan Terbaik I Tingkat Prodi disabet oleh Fatimatuzzahro. Yang menjadi spesial adalah, Fatimatuzzahroh juga berhasil menjadi Lulusan Terbaik I TIngkat Fakultas. Menurut Fatimatuzzahroh, pengerjaan skripsi tergantung pada individu masing-masing. Fatimatuzzahroh sendiri tidak memiliki kesulitan tersendiri dan terus semangat selama mengerjakan skripsi. “Alhamdulillah saya sendiri mendapat dosen pembimbing yang selalu membantu dan memberikan saran kepada saya,” syukurnya. Fatimatuzzahroh selanjutnya berharap dapat melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi, dan terus menorehkan pencapaian-pencapaian baru yang lebih baik. (Ind)
Hat-Trick Dosen Prodi HI UMM Dalam Ajang Penghargaan Dosen Berprestasi Tingkat Universitas

Program Studi Hubungan Internasional (Prodi HI) Universitas Muhammadiyah Malang kembali mencatat prestasi. Tidak hanya mahasiswa, dosen-dosen Prodi HI UMM pun tak ingin kalah dalam hal menorehkan prestasi. Bapak Gonda Yumitro, Ph.D., salah dosen Prodi HI UMM tahun ini berhasil kembali menyabet gelar penghargaan Dosen Berprestasi I Tingkat Universitas Tahun 2022. Penghargaan tahun ini juga merupakan ketiga kalinya beliau berhasil menyabet gelar Dosen Berprestasi I di tingkat Universitas tersebut! Bersamaan dengan ini, segenap keluarga besar Prodi HI UMM berbahagia dan mengucapkan selamat atas prestasi Pak Gonda. Apresiasi tertinggi kami sampaikan, dan semoga dapat terus menginspirasi kami, dan seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang untuk terus menuntut ilmu, menjadi manfaat bagi sekitar, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Selamat dan Sukses, Pak Gonda!