Pengumuman Pendaftaran Pengambdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM)

Kepada seluruh mahasiswa Prodi HI, berikut informasi mengenai pembukaan pendaftaran pelaksanaan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM). Apabila terdapat mahasiswa, terutama mahasiswa semester tujuh (7) yang belum melaksanakan PMM, dimohon untuk dapat segera melaksanakan PMM. Berikut pengumuman mengenai pendaftaran PMM:  

Jadwal Sidang Akhir dan Seminar Proposal Bulan September 2024

Berikut adalah jadwal sidang dan seminar proposal untuk bulan September 2024 (Sidang untuk Pelaporan Yudisium Periode V Tahun 2024). Mohon bagi mahasiswa yang terjadwal dapat mempersiapkan dirinya, dan membaca tata tertib ujian yang tertera pada menu Akademik – PKN & TA – Tugas Akhir – Tata Tertib Pelaksanaan Seminar Proposal dan Ujian Akhir.

Jadwal Sidang Akhir Bulan Agustus 2024

Berikut adalah jadwal sidang dan seminar proposal untuk bulan Agustus 2024 (Sidang untuk Pelaporan Yudisium Periode V Tahun 2024). Mohon bagi mahasiswa yang terjadwal dapat mempersiapkan dirinya, dan membaca tata tertib ujian yang tertera pada menu Akademik – PKN & TA – Tugas Akhir – Tata Tertib Pelaksanaan Seminar Proposal dan Ujian Akhir.

Jadwal Seminar Hasil MBKM

Berikut adalah jadwal seminar hasil untuk mahasiswa/i peserta MBKM periode 2024. Mohon bagi mahasiswa yang terjadwal dapat mempersiapkan dirinya, dan membaca tata tertib ujian yang tertera pada menu Akademik – PKN & TA – Tugas Akhir – Tata Tertib Pelaksanaan Seminar Proposal dan Ujian Akhir.

Jadwal Sidang Akhir dan Seminar Proposal Bulan Juli 2024

Berikut adalah jadwal sidang dan seminar proposal untuk bulan Juli 2024 (Sidang untuk Pelaporan Yudisium Periode IV Tahun 2024). Mohon bagi mahasiswa yang terjadwal dapat mempersiapkan dirinya, dan membaca tata tertib ujian yang tertera pada menu Akademik – PKN & TA – Tugas Akhir – Tata Tertib Pelaksanaan Seminar Proposal dan Ujian Akhir.

Bagai Diplomat Ulung, Mahasiswa HI UMM Perang Gagasan di Praktikum Model United Nations

Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang kembali mengadakan praktikum Model United Nations (MUN) untuk mata kuliah Organisasi Internasional. Praktikum yang berlangsung di Ballroom Rayz Hotel UMM pada Minggu (30/6) ini merupakan sarana yang diberikan oleh Prodi HI UMM agar para mahasiswa dapat merasakan bagaimana menjadi seorang diplomat sesungguhnya di persidangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dengan mengusung tema Accountability for Human Rights Violations and War Crimes in the Middle East Conflict Zones, para mahasiswa berperan sebagai delegasi dari 43 negara yang mengikuti konferensi di bawah naungan United Nations Human Rights Council (UNHRC). Nantinya, mahasiswa akan saling adu argumen untuk merumuskan resolusi konflik atas krisis kemanusiaan di wilayah Timur Tengah. Indriani Sarbela Yahya, salah seorang mahasiswi yang menjadi delegasi negara Italia, bahwa para peserta telah mempersiapkan diri mereka sejak bulan April. Dengan dipandu oleh panitia, para peserta mengerjakan tugas-tugas seperti general speakers’ list, position paper, dan motion list. “Sebelum, hari-h itu rasanya nervous, tegang gitu. Waktu hari-h malah rasanya seru banget,” ungkap mahasiswi yang kerap disapa Bela tersebut. Sementara itu, terdapat kategorisasi pemenang dalam konferensi ini, antara lain: best costume yang dimenangkan oleh delegasi dari Tiongkok, best position paper yang dimenangkan oleh Suriah, dan best delegates yang dimenangkan oleh Iran. Zuhair Baheramsyah, salah perwakilan dari Iran mengaku bahwa jalannya konferensi berlangsung sangat seru. “Kelompok kami bersaing dengan kelompok lain yang merupakan negara-negara dengan power yang kuat, seperti Amerika Serikat, Israel, dan Inggris. Tapi, kami masih bisa memenangkan konferensi ini dengan draft resolution yangg telah kami susun,” urai Zuhair. (fal/han)

Perkuat Keterampilan Diplomasi, Prodi HI UMM Adakan Praktikum Press Conference

Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan praktikum Press Conference untuk mata kuliah Media Global dan Public Relations (MGPR). Kegiatan yang berlangsung di Working Space My Dormy Hostel UMM pada Kamis (20/6) ini bertujuan untuk mengasah keterampilan public speaking mahasiswa sebagai perwakilan dari instansi pemerintah dan/atau organisasi internasional. Dalam praktikum yang diikuti oleh 166 mahasiswa ini, para mahasiswa memainkan peran sebagai presiden, pimpinan organisasi internasional, juru bicara dan wartawan dari berbagai media internasional. Para mahasiswa nantinya akan mendebatkan isu-isu seperti konflik Rusia-Ukraina, konflik Laut Tiongkok Selatan, sengketa ekspor nikel Indonesia, dan krisis imigran di Eropa. M. Syahaddad Ridho, salah satu peserta praktikum, mengungkapkan bahwa ia merasa sangat antusias dalam mengikuti praktikum ini. “Acaranya seru. Saya pribadi sangat menikmati keributan saat berdebat karena memacu adrenalin,” ungkap Ridho. Selain Ridho, mahasiswa lain juga turut mengungkapkan antusiasmenya dalam praktikum Press Conference ini. M. Abimanyu Satrio Pamungkas, mahasiswa semester 6, menyatakan bahwa praktikum ini sangat bermanfaat untuk menunjang keterampilan berpikir kritis sekaligus mempersiapkan diri jika nanti bekerja di bagian hubungan masyarakat. “Di praktikum ini ‘kan kami simulasi menjadi perwakilan dari negara, organisasi internasional, dan media, jadi kami bisa memperoleh pandangan tentang bagaimana kita harus menyikapi berbagai pihak dalam konferensi pers,” urai Abimanyu. Praktikum Press Conference yang diselenggarakan oleh Program Studi Hubungan Internasional UMM ini merupakan sebuah langkah positif dalam mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan di dunia kerja yang sesungguhnya. Praktikum ini merupakan ujian akhir dari mata kuliah MGPR yang diampu oleh dua dosen HI UMM, yaitu Hamdan Nafiatur Rosyida dan Muhammad Subhan Setowara. Dengan mensimulasikan situasi nyata dan mendebatkan isu-isu internasional yang aktual, mahasiswa dapat mengasah keterampilan komunikasi, berpikir kritis, dan kemampuan untuk menyampaikan argumen secara meyakinkan. Inisiatif seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas lulusan serta mencetak calon-calon diplomat dan pejabat pemerintah yang handal di masa depan. (fal/han)

Dari Malang ke Makassar, Himpunan Mahasiswa HI UMM Torehkan Prestasi di Kompetisi Sinematografi Nasional

Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghiasi pertengahan tahun 2024 dengan prestasi yang membanggakan. Dalam Pertemuan Sela Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia (PSNMHII) XXXVI di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, perwakilan dari HIMAHI UMM berhasil meraih Juara 3 Cinematography Short Recap (CISR). Ihsanul Abyaz Deni (Abyaz) dan Muhammad Naufal Ramadhan (Madan) merupakan dua orang di balik ciamiknya video sinematik yang diperlombakan. Konten video sinematik tersebut merupakan rekapan perjalanan perwakilan HIMAHI UMM dari keberangkatan hingga mengikuti prosesi kegiatan. Pada acara yang diselenggarakan dari tanggal 19 Mei 2024 hingga 23 Mei 2024 ini, mahasiswa HI dari berbagai universitas di Indonesia berkesempatan untuk memperluas relasinya hingga seluruh penjuru negeri. Meskipun demikian, Abyaz dan Madan mengungkapkan bahwa mereka tidak merasa tertekan ketika harus bersaing dengan universitas-universitas lain dari berbagai provinsi di Indonesia. “Kami justru merasa enjoy dan tidak merasakan adanya pressure ketika mengikuti ajang ini. Kami hanya berusaha untuk mengupayakan yang terbaik demi prodi dan universitas,” ungkap Madan. Selama proses pengerjaan, terdapat cerita unik dari perwakilan HIMAHI UMM, yaitu ketika mereka tidak membawa uang tunai untuk membeli jajanan selama di atas kapal. Meskipun demikian, kondisi tersebut tidak memengaruhi proses pengerjaan video yang akan dilombakan. Melalui prestasi yang ditorehkan, Madan dan Abyaz membuktikan bahwa mahasiswa HI tidak hanya bisa berprestasi di ranah akademik, melainkan juga di bidang nonakademik. Prestasi ini juga menjadi sebuah respons dari mahasiswa HI terhadap percepatan industri kreatif yang kini semakin demanding. (fal/han)

Kelas Kawasan HI UMM: Soroti Percepatan Industri, Dosen Macquarie University Ajak Tiru Langkah Korea Selatan

Korea Selatan telah mencapai kemandirian industri yang signifikan, ditandai dengan laju industrialisasi yang pesat. Kemajuan tersebut tidak hanya membawa keuntungan bagi Korea Selatan, melainkan juga menimbulkan tantangan baru yang harus dihadapi oleh Korea Selatan. Demikian pengantar yang disampaikan oleh Assoc. Prof. Sung-Young Kim, seorang ahli studi Hubungan Internasional dari Macquarie University, Australia, dalam kelas Kajian Kawasan Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kelas ini merupakan hasil kerjasama Prodi HI UMM dengan University of Auckland’s Strategic Research Institute (SRI) for Korean Studies yang turut didukung oleh Kementerian Pendidikan Republik Korea. Dalam kelas yang bertajuk “The Economic Development of  South Korea Past to the Present” ini, Sung-Young Kim mengungkapkan bahwa terdapat banyak sekali strategi yang harus dipersiapkan bagi negara-negara berkembang, terutama Indonesia, untuk menjadi negara dengan industri maju dan mandiri seperti Korea Selatan. “Korea Selatan telah melalui perjalanan industri yang dinamis; dari imitasi menuju inovasi, dari ketergantungan menuju kemandirian. Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan strategi kunci yang harus diprioritaskan oleh negara,” ungkap Kim. Kim juga menjelaskan bahwa setelah mencapai kemajuan industrialisasi, Korea Selatan turut mengalami stagnasi ekonomi layaknya negara-negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) lainnya. Konflik geopolitik dan isu gender menjadi dua aspek yang sedang dihadapi oleh Korea Selatan. “Tantangan-tantangan seperti memanasnya geopolitik Amerika Serikat dan Tiongkok tentu juga akan dihadapi oleh negara-negara berkembang. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia juga akan berdampak pada daya kritis masyarakat, terlebih tentang isu gender yang kini kian populer,” urai Kim. Langkah-langkah Pemerintah Korea Selatan dalam menghadapi laju industrialisasi dapat menjadi contoh bagi Indonesia yang sedang meningkatkan investasi dan industrialisasi. “Perlu dicatat bahwa dalam fenomena ‘Keajaiban Ekonomi’ atau ‘Economic Miracle’ di Korea Selatan, negara merupakan aktor kunci dalam melakukan perubahan. Oleh karena itu, negara harus menjadi lebih proaktif dalam mengupayakan industrialisasi demi kemajuan negeri,” pungkas Kim mengakhiri. (fal/han)

Perluas Wawasan Mahasiswa HI UMM, Dosen Macquarie University Australia Paparkan Laju Industri Teknologi Korea Selatan

Roda industri Korea Selatan dikuasai oleh industri teknologi seperti Samsung dan Hyundai. Pemerintah Korea Selatan melaju dari prinsip imitasi menuju inovasi. Transformasi ini didorong oleh investasi besar-besaran dalam penelitian dan pengembangan, pendidikan berkualitas tinggi, serta kolaborasi erat antara sektor publik dan swasta. Hasilnya, Korea Selatan kini menjadi salah satu pusat inovasi teknologi terkemuka di dunia, dengan produk-produk yang mendunia dan diakui kualitasnya. Demikian pengantar yang disampaikan oleh Assoc. Prof. Sung-Young Kim, seorang ahli studi Hubungan Internasional dari Macquarie University, Australia, dalam kelas Kajian Kawasan Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kelas ini merupakan hasil kerjasama Prodi HI UMM dengan University of Auckland’s Strategic Research Institute (SRI) for Korean Studies yang turut didukung oleh Kementerian Pendidikan Republik Korea. Dalam kelas yang bertajuk “The Economic Development of  South Korea Past to the Present” ini, Sung-Young Kim menguraikan bahwa Korea Selatan telah mengalami transformasi industri yang panjang. “Pemerintah Korea Selatan mengejar laju era industri melalui transformasi ekonomi yang semula memegang prinsip imitasi atau meniru, menjadi mengembangkan inovasi dalam dunia teknologi,” ungkap Kim. Menindaklanjuti percepatan industri, Korea Selatan juga meningkatkan laju ekonomi melalui investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI). Sebagai contoh, Samsung membuka pabrik di Vietnam untuk memperluas ekspansi bisnisnya. “Hal ini dilakukan untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan daya saing produk Korea Selatan di pasar global. Selain itu, investasi asing langsung juga membantu Korea Selatan dalam memperoleh teknologi dan pengetahuan baru dari negara lain,” jelas Kim. Selain itu, Kim juga menyoroti peran penting pendidikan dan sumber daya manusia dalam kemajuan industrialisasi Korea Selatan. “Pemerintah Korea Selatan sangat memperhatikan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Hal ini terbukti dari tingginya tingkat literasi dan banyaknya lulusan perguruan tinggi di Korea Selatan. Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan finansial bagi para pelajar dan mahasiswa untuk melanjutkan studi ke luar negeri,” papar Kim. Tidak hanya itu, Kim juga membahas tantangan yang dihadapi Korea Selatan dalam mempertahankan pertumbuhan ekonominya. Pertarungan ekonomi dengan Tiongkok menjadi rintangan penting yang kini dihadapi oleh Korea Selatan. Akan tetapi, Kim merasa optimis bahwa Korea Selatan mampu melewati rintangan tersebut. “Korea Selatan memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang dan menjadi negara yang lebih maju. Dengan inovasi teknologi, investasi asing langsung, dan sumber daya manusia yang berkualitas, Korea Selatan akan mampu menghadapi tantangan global dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Kim. (fal/han)