Diskusi Intermestik: Mengkaji Dampak Invasi Rusia ke Ukraina Terhadap Indonesia

Rusia resmi melancarkan operasi militer ke Ukraina pada tanggal 24 Februari 2022 melalui jalur darat dari empat arah. Invasi tersebut merupakan ujung dari konflik berkepanjangan yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, diantaranya adalah aneksasi yang dilakukan Rusia atas wilayah Krimea yang merupakan wilayah yuridiksi Rusia. Dampak yang ditimbulkan dari invasi tersebut, salah satunya adalah suplai minyak dunia yang terbatas dan dirasakan oleh seluruh dunia, termasuk Indonesia akibat pemberlakuan sanksi embargo minyak dari Rusia oleh negara-negara Barat sebagai respon atas tindakan Rusia. Prodi HI UMM mengkaji dampak invasi Rusia ke Ukraina tersebut melalui Diskusi Intermestik bertajuk ‘Dampak Invasi Rusia ke Ukraina Terhadap Perekonomian Indonesia’ yang diselenggarakan secara daring, melalui platform zoom pada Kamis (14/06). “Setelah invasi Rusia tanggal 24 itu, justru membuat kekhawatiran baru bahwa dunia bisa menghadapi ancaman krisis lagi bila dunia internasional tidak hati-hati dalam menyikapi krisis Ukraina-Rusia ini,” ujar Luqman Hqeem, narasumber pada diskusi kali ini yang juga seorang analis pasar GK Invest dalam pemaparannya. Efek dari ermbargo minyak terhadap Rusia oleh negara-negara Barat berpengaruh pada kenaikan harga minyak dunia, yang kemudian merembet ke kondisi ekonomi Indonesia yang juga merupakan salah satu konsumen minyak dari Rusia. Namun di sisi lain, kenaikan produk tambang Rusia justru menguntungkan Indonesia sebagai salah satu produsen nikel dunia. Di mana melalui hal ini, diperkirakan akan membuat Indonesia dapat mengambil peranan yang lebih penting dalam aktvitas ekspornya. Sehingga melalui nikel, Indonesia mendapat berkah dengan kenaikan pendapatan yang signifikan. Tidak hanya pada minyak dan bahan tambang, gandum yang juga merupakan komoditi unggulan Rusia mengalami kenaikan harga dan berdampak pada suplai gandum dunia. Di Indonesia, beberapa produsen roti berbahan dasar gandum menaikkan harga jualnya di pasaran. Mie instan yang juga berbahan dasar gandum, dan merupakan salah satu produk vital masyarakat Indonesia pun mengalami kenaikan harga selama satu semester belakang. “Sebenarnya bukan sesuatu yang mengejutkan kalua kita melihat invasi yang terjadi bulan Januari, tentu akan berdampak pada pengiriman gandung beberapa bulan kemudian,” jelas Luqman. Efek domino dari invasi yang kemudian juga salah satunya membuat nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar turun, tentu menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Pemerintah Indonesia. Pelemahan rupiah terhadap dolar terutama sangat berdampak pada harga minyak nasional. “Lebih lanjut, permasalahan ekonomi yang demikian ini tentu akan menimbulkan berbagai macam termasuk permasalahan sosial politik ke depannya ,” tambahnya. (Ind)
Mengantongi Tiket Beasiswa ICT, Mahasiswa Prodi HI Terus Mengembangkan Diri Meski Masih Dikungkung Pandemi

International Credit Transfer (ICT) merupakan salah satu program beasiswa yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia sebagai salah satu kesungguhan untuk menciptakan generasi muda yang unggul. Tahun ini, merupakan tahun kedua ICT diselenggarakan. Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun ini kembali berhasil mengamankan tiket beasiswa ICT. Muhammad Alfasa Sayabil dan Aviscenna Maulana Ar-Rasyid berkesempatan berbagi kesannya setelah secara resmi menjadi penerima beasiswa tersebut. “Rasanya excited karena program ini bisa konversi 20 sks apalagi dapet kesempatan utk bisa ngerasain flow kuliah di luar negeri walaupun masih secara daring,” ungkap Alfasya dalam wawancara daring Sabtu (16/06) Hal serupa juga diungkapkan oleh Aviscenna, “Saya merasa bahwa dengan diterimanya dalam program ICT ini cukup mengejutkan karena awalnya saya pesimistis untuk diterima. Namun hal tersebut tetap saya syukuri karena walau bagaimana pun ini adalah suatu kehormatan dan amanah untuk menjadi bagian dari salah satu program ini,” terangnya. Meski program ini masih dilaksanakan secara daring karena belum usainya pandemi, Alfasya dan Aviscenna tetap dengan penuh semangat belajar dengan harapan program ini dapat menjadi batu loncatan untuk semakin mengembangkan diri, menambah wawasan dan pandangan, serta dapat menjadi motivasi bagi rekan-rekannya di Prodi HI UMM agar juga tetap terus mengasah kemampuannya. (Ind)
Di Prodi HI UMM, Mahasiswa Bisa Lulus Tanpa Skripsi!

Pengerjaannya yang membutuhkan waktu lama, revisi tiada henti, hingga dihadapkan dengan dosen penguji yang tidak menahan diri membantai habis, menjadikan skripsi acapkali dipandang sebagai momok yang membuat mahasiswa tingkat akhir tidak dapat tertidur dengan tenang. Namun berbeda di Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di mana mahasiswa dapat lulus tanpa merasa gelisah dengan menempuh jalur jurnal melalui program ekuivalensi artikel ilmiah. Program ekuivalensi artikel ilmiah menjadi tugas akhir ini merupakan program baru yang digagas oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM pada awal tahun 2022. Melalui program ini, mahasiswa diberi pilihan alternatif untuk lulus melalui ekuivalensi artikel ilmiah yang berhasil menembus publikasi jurnal bertaraf nasional maupun internasional. Di dalam negeri, penerbitan di jurnal Sinta 1 hingga Sinta 6, bahkan jurnal ber-ISSN non-Sinta juga dapat diajukan sebagai pengganti skripsi. Syaprin Zahidi, selaku Ketua Prodi HI UMM memaparkan bahwa program ekuivalensi artikel ilmiah menjadi tugas akhir/skripsi ini merupakan suatu upaya nyata Prodi HI UMM dalam mendorong kelulusan tepat waktu mahasiswanya tanpa mereduksi kualitas akademik dan tulisan mahasiswa. “Jadi, artikel jurnal yang ditulis oleh mahasiswa bersama dosen dan diajukan untuk ekuivalensi kita pastikan tetap melalui proses kerja akademis yang memadai. Sehingga kualitas tulisan tetap terjaga dan layak disetarakan dengan proses penulisan skripsi. Karena, tujuannya bukan untuk mereduksi skripsi, tetapi memberikan alternatif kepada mahasiswa untuk lulus melalui kerja akademik yang lain, selain menulis skripsi,” imbuhnya. “Sebagai mahasiswa saya belum pernah melakukan publikasi sesuai dengan jurusan yang saya ambil. Namun setelah ada pengumuman mengenai mahasiswa dapat melakukan publikasi ilmiah yaitu jurnal sebagai tugas akhir, membuat saya termotivasi untuk dapat ikut serta menempuh jalur ini,” jelas Rahmad Eko, salah satu mahasiswa mahasiswa Prodi HI UMM Angkatan 2018 yang berhasil untuk lulus dengan menempuh jalur artikel ilmiah ini. “Di sini keuntungan dari jurnal yaitu kita dapat memiliki efisiensi waktu yang tepat serta pengalaman karir maupun studi,” pungkasnya. Kedepannya, diharapkan mahasiswa Prodi HI UMM dapat lebih aktif menulis artikel ilmiah, serta dapat memanfaatkan program ekuivalensi artikel ilmiah ini. (Ind)
Mahasiswa HI UMM Raih Medali Perak di Porprov Jatim Lumajang

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur Tahun 2022 digelar pada Minggu sampai Rabu (26-29/06) di Lumajang. Dhida Wahyu Nusantara, mahasiswa Prodi HI UMM Angkatan tahun 2021 berpartisipasi dalam ajang tersebut dan berangkat mewakili Kota Malang untuk cabang olahraga gulat. Dhida yang merupakan mahasiswa aktif, berhasil membuktikan bahwa kesibukan kuliah tidak menghambat seorang mahasiswa untuk tetap berprestasi di bidang lainnya. Dalam kompetisi tersebut, Dhida berhasil menyabet Medali Perak. “Agak gugup sih. Soalnya aku tuh abis acara praktik MUN, malamnya langsung berangkat ke Lumajang. Sampai Lumajang sekitar jam 2, terus paginya mulai tanding. Tapi alhamdulillahnya masuk final,” tutur Dhida dalam wawancara daring Rabu (29/06) melalui WhatsApp. Berpestasi di bidang akademik adalah hal yang membanggakan. Namun berprestasi di bidang non akademik juga tidak kalah prestisius. (Ind)
Angkat Isu Preventing of Teenage Pregnancy dan Addressing Child Trafficking, Mahasiswa Prodi HI UMM Berlomba Menyabet Kategori terbaik

Kehamilan pada anak atau remaja dan eksploitasi anak merupakan salah satu isu internasional yang hangat diperbincangkan dari tahun ke tahun. Angkanya yang tak kecil telah menjadi perhatian negara-negara di dunia. Melalui praktikum mata kuliah Organisasi Administrasi Internasional berbentuk Model United Nations, mahasiswa HI UMM Angkatan 2021 mencoba mencari solusi untuk mengatasi isu tersebut yang dilaksanakan selama dua hari pada Jum’at dan Sabtu (24-25/06) di Rayz Hotel UMM. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Angkatan 2021 dibagi menjadi kelompok delegasi yang mewakili negara-negara di dunia, dan bertugas menyampaikan pandangan, pendapat, serta solusi dalam sudut pandang negara terpilih atas masalah tersebut. Mahasiswa juga berkemeja, mengenakan jas, bersepatu, hingga mengenakan baju khas negara terpilih layaknya seorang diplomat sungguhan yang mewakili negara dalam suatu forum internasional. Di hari pertama yang membahas mengenai isu Preventing of Teenage Pregnancy dan Addressing Child Trafficking, delegasi dari negara China berhasil menyabet kategori best of best untuk Best Delegates. Delegasi Pakistan berhasil menyabet kategori untuk Best Positifon Paper, dan delegasi Saudi Arabia berhasil menyabet kategori Best Costume. Di hari kedua dengan pembahasan isu Addressing Child Trafficking, delegasi Canada berhasil menyabet kategori Best Position Paper dan delegasi Thailand berhasil menyabet kategori Best Costume. Dengan adanya penghargaan best of best ini, diharapkan mahasiswa dapat semakin giat meningkatkan kemampuannya dalam bernegosiasi, berdiplomasi dan berpikir kritis serta tanggap terhadap isu-isu internasional. (Ind)
Sempat Tertahan Pandemi, Praktikum Sidang Model United Nations (MUN) MK Organisasi Administrasi Internasional Kembali Digelar

Sebagai bentuk komitmen Program Studi HI UMM untuk menciptakan generasi yang berdaya saing internasional, Laboratorium HI memfasilitasinya dengan mengadakan Praktikum Model United Nations (MUN) di Rayz Hotel UMM pada Sabtu dan Minggu (25-26/06). Praktikum ini merupakan bagian dari praktikum Mata Kuliah Organisasi Administrasi Internasional. Praktikum ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Prodi HI UMM Angkatan tahun 2021. Dilaksanakannya praktikum bermekanisme MUN ini bertujuan untuk membekali mahasiswa HI UMM kemampuan berpikir kritis, negosiasi, diplomasi, kerja sama, dan kepemimpinan. “Alhamdulillah, kegiatan Praktikum Mata Kuliah Organisasi Internasional berhasil terselenggara dengan baik dan lancar,” tutur Adim Hafid selaku Kepala Laboratorium HI yang menyelenggarakan praktikum ini. Disamping itu, Queen Salsabila, chair pelaksaan MUN kali ini juga mengucapkan syukurnya atas kelancaran pelaksaan praktikum kali ini. “Semuanya berjalan dengan terstruktur. Alhamdulillah rapih dan sesuai dengan rundown. Tidak molor. Sesuai dengan sistematika pelaksaan, mekanismenya juga sesuai,” ungkap Queen. Praktikum MUN kali ini menjadi lebih spesial karena ini merupakan Praktikum MUN luring pertama setelah pandemi mengungkung dan membatasi aktivitas pembelajaran di Prodi HI UMM. Pelaksanaanya pun terbilang berkembang lebih besar dan meriah dibandingkan praktikum yang sebelumnya. “Kita mencoba mengembalikan vitalitas Prodi HI dengan mekanisme MUN yang sudah terhenti selama dua tahun,” jelas Queen. Dengan diadakannya praktikum ini, diharapkan mahasiswa yang berpartisipasi dapat mengimplementasikan skill yang sudah diasah, terutama yang berkenaan dengan diplomasi, negosiasi, dan berpikir kritis. (Ind)
Yudisium FISIP Periode II Tahun 2022: Dukungan Orangtua, Terus Belajar, dan Mengasah Softskill Kunci Sukses Wisudawan Terbaik HI

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang kembli menggelar pelepasan wisudawan dalam Yudisium Periode II tahun 2022 yang diselenggarakan di aula BAU pada hari Sabtu (19/06). Dika Novitasari, Audi Izzat, dan Oktavi Widya adalah berhasil menyabet gelar wisudawan terbaik tingkat Program Studi kali ini. “Dalam pencapaian titik ini adalah ialah hasil kerja keras dan do’a ayah ibu saya,” tutur Dika. Baginya, kedua orangtunya adalah support system yang mendorongnya unuk terus semangat belajar dan selalu mengusahakan yang terbaik. Pencapaiannya kali ini dipersembahkan untuk kedua orangtua yang selalu mendukungnya. Berbeda dengan Dika, selama berkuliah, menurut Audi, menyadari tanggung jawab sebgai seorang mahasiswa adalah salah satu hal yang dapat memotivasi mhasiswa untuk dapat menyelesaikan studi. “Tentu kembali kepada kita sebagai mahasiswa juga harus menyiasati dan berperan agar lebih memahami materi yang perlu dipelajari, rasa malas tentu sering muncul. Namun jika mahasiswa memiliki motivasi dan awareness terhadap prodi, maka tugas dan tanggung jawab yang harus dikerjakan akan terselesaikn juga,” jelas Audi. Di sisi lain, meski sibuk dengan kegiatn akademik, Oktavia juga tidak luput mengasah softskillnya melalui organisasi-organisasi yang terdapat di HI UMM dan FISIP. “Aku juga tidak lepas dari HIMAHI yang menjadi tempat aku mengembangkan dii selama 2 tahun,” tegas Oktavia. Sosok yang jug aktif di BEM dan FPCI ini merasa bahwa aktif dalam berorganisasi juga penting dalam membantunya berkembang, mengasah keahlian dan memperoleh pengalaman. (Ind)
Lagi, Mahasiswa Prodi HI UMM Berhasil Mengantongi Tiket Beasiswa IISMA

Pada hari Sabtu (14/05) tiga mahasiswa Prodi HI UMM dinyatakan resmi menjadi penerima program beasiswa Indonesia International Student Mobility Award (IISMA). IISMA merupakan skema beasiswa oleh Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk mendanai mahasiswa Indonesia untuk belajar di perguruan tinggi terkemuka di luar negeri. Tahun 2022 ini merupakan tahun kedua IISMA berjalan. Indah Febriana As’ari Putri, mahasiswa Prodi HI angkatan tahun 2020 berhasil tembus ke University of Szeged, di Hungaria. Indah mengaku bahwa motivasinya mengikuti IISMA adalah karena sejak duduk di bangku sekolah dasar, dia sudah memiliki keinginan besar untuk sekolah dan belajar di luar negeri. Indah juga menjelaskan bahwa dirinya ingin menambah wawasan dengan belajar langsung di luar negeri. “Ini kesempatan buat aku dan sebisa mungkin harus dimanfaatkan. Mumpung aku juga masih semester empat, dan kalau gagal, aku masih bisa nyoba tahun depan,” jelas Indah. Selama mempersiapkan dokumen beasiswa, Indah merasakan tantangan baru karena baginya, mendaftar program beasiswa ini adalah yang pertama baginya, dan begitu banyak dokumen yang harus disiapkan. Namun dengan bantuan berbagai pihak, Indah berhasil terpilih menjadi salah satu penerima program IISMA ini. “Aku ingin memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya buat belajar banyak hal yang belum pernah aku tahu. Ketika balik ke Indonesia, harapanku yang utama adalah, aku ingin pengalaman yang aku dapetin nanti bisa diakses oleh semua orang di tanah air tercinta,” ungkap Indah. Oktriviana Tiara Dewi Utami, penerima beasiswa IISMA lainnya yang diterima di Hanyang University, Korea, juga memiliki motivasi yang serupa dengan Indah. Sejak kecil, sosok yang akrab disapa Ana ini suka mengeksplorasi diri dan belajar hal-hal baru. “Dan saya lihat, IISMA ini sebenarnya sebagai wadah yang memfasilitasi saya untuk belajar,” terangnya. Kecintaannya terhadap international affair juga menambah motivasinya untuk mendaftarkan diri mengikuti program IISMA ini. Ketika mempersiapkan diri, Ana mengaku sempat merasa kesulitan dalam menghadapi tes TOEFL karena tingkat kesulitannya berbeda, serta kesulitan untuk membagi waktu dengan kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang sedang dijalaninya. “Saya ingin mengembangkan potensi saya dalam bidang menulis, dan ingin mengeksplor diri saya lebih banyak lagi, mencari tahu apa minat saya selain menulis. Setelah kembali, harapan saya adalah bisa mengimplementasikan apa yang telah saya pelajari di sana dengan sosialisasi dan mentorship kepada adik tingkat,” harap Ana. Berbeda dengan Indah dan Ana, Lalu Dhiya Ditria yang akrab disapa Ditria mengaku tidak memiliki motivasi khusus. “Jadi motivasiku daftar-ikut program IISMA itu sepenuhnya dari temanku,” jelas Ditria yang mendaftarkan diri karena ajakan temannya. Ditria juga mengaku mulanya tidak mengetahui informasi tentang IISMA. Ditria yang diterima di University of Sussex, Inggris ini mengungkapkan bahwa selama mempersiapkan diri ia terkendala akan komunikasi dan waktu dengan penerima beasiswa IISMA tahun pertama ketika berkonsultasi mengenai essay dan CV yang menjadi salah satu syarat dokumen pendaftaran. Namun hal itu teratasi dan dari ribuan pendaftar, Ditria menjadi salah satu yang lolos tahap administrasi. Ditria juga tidak memiliki harapan khusus selain studinya di University of Sussex dapat berjalan lancar. “Semoga aja ketika aku kembali sudah semester delapan, dan bisa lulus tepat waktu,” pungkas Ditria (Ind)