Pada hari Sabtu (14/05) tiga mahasiswa Prodi HI UMM dinyatakan resmi menjadi penerima program beasiswa Indonesia International Student Mobility Award (IISMA). IISMA merupakan skema beasiswa oleh Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk mendanai mahasiswa Indonesia untuk belajar di perguruan tinggi terkemuka di luar negeri. Tahun 2022 ini merupakan tahun kedua IISMA berjalan.

Indah Febriana As’ari Putri, mahasiswa Prodi HI angkatan tahun 2020 berhasil tembus ke University of Szeged, di Hungaria. Indah mengaku bahwa motivasinya mengikuti IISMA adalah karena sejak duduk di bangku sekolah dasar, dia sudah memiliki keinginan besar untuk sekolah dan belajar di luar negeri. Indah juga menjelaskan bahwa dirinya ingin menambah wawasan dengan belajar langsung di luar negeri. “Ini kesempatan buat aku dan sebisa mungkin harus dimanfaatkan. Mumpung aku juga masih semester empat, dan kalau gagal, aku masih bisa nyoba tahun depan,” jelas Indah.

Selama mempersiapkan dokumen beasiswa, Indah merasakan tantangan baru karena baginya, mendaftar program beasiswa ini adalah yang pertama baginya, dan begitu banyak dokumen yang harus disiapkan. Namun dengan bantuan berbagai pihak, Indah berhasil terpilih menjadi salah satu penerima program IISMA ini. “Aku ingin memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya buat belajar banyak hal yang belum pernah aku tahu. Ketika balik ke Indonesia, harapanku yang utama adalah, aku ingin pengalaman yang aku dapetin nanti bisa diakses oleh semua orang di tanah air tercinta,” ungkap Indah.

Oktriviana Tiara Dewi Utami, penerima beasiswa IISMA lainnya yang diterima di Hanyang University, Korea, juga memiliki motivasi yang serupa dengan Indah. Sejak kecil, sosok yang akrab disapa Ana ini suka mengeksplorasi diri dan belajar hal-hal baru. “Dan saya lihat, IISMA ini sebenarnya sebagai wadah yang memfasilitasi saya untuk belajar,” terangnya. Kecintaannya terhadap international affair juga menambah motivasinya untuk mendaftarkan diri mengikuti program IISMA ini.

Ketika mempersiapkan diri, Ana mengaku sempat merasa kesulitan dalam menghadapi tes TOEFL karena tingkat kesulitannya berbeda, serta kesulitan untuk membagi waktu dengan kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang sedang dijalaninya. “Saya ingin mengembangkan potensi saya dalam bidang menulis, dan ingin mengeksplor diri saya lebih banyak lagi, mencari tahu apa minat saya selain menulis. Setelah kembali, harapan saya adalah bisa mengimplementasikan apa yang telah saya pelajari di sana dengan sosialisasi dan mentorship kepada adik tingkat,” harap Ana.

Berbeda dengan Indah dan Ana, Lalu Dhiya Ditria yang akrab disapa Ditria mengaku tidak memiliki motivasi khusus. “Jadi motivasiku daftar-ikut program IISMA itu sepenuhnya dari temanku,” jelas Ditria yang mendaftarkan diri karena ajakan temannya. Ditria juga mengaku mulanya tidak mengetahui informasi tentang IISMA.

Ditria yang diterima di University of Sussex, Inggris ini mengungkapkan bahwa selama mempersiapkan diri ia terkendala akan komunikasi dan waktu dengan penerima beasiswa IISMA tahun pertama ketika berkonsultasi mengenai essay dan CV yang menjadi salah satu syarat dokumen pendaftaran. Namun hal itu teratasi dan dari ribuan pendaftar, Ditria menjadi salah satu yang lolos tahap administrasi. Ditria juga tidak memiliki harapan khusus selain studinya di University of Sussex dapat berjalan lancar. “Semoga aja ketika aku kembali sudah semester delapan, dan bisa lulus tepat waktu,” pungkas Ditria (Ind)