Program Studi Hubungan Internasional resmi berdiri pada tanggal 3 Maret 2005. Program Studi Hubungan Internasional sebagai lembaga pendidikan tinggi terkemuka di bidang Hubungan Internasional, memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan dan layanan kepada mahasiswa. Realisasi konkret pentingnya internalisasi nilai-nilai dan budaya akademik serta penguatan kemampuan diplomasi diwujudkan melalui dukungan Laboratorium Hubungan Internasional. Laboratorium Hubungan Internasional juga dilengkapi dengan perpustakaan yang berfungsi sebagai pusat penelitian bagi mahasiswa. Selain itu, Program Studi Hubungan Internasional juga berhasil menjalin kerja sama dan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan magang. Kegiatan tersebut merupakan perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat) dalam rangka peningkatan kompetensi bertaraf internasional. Pada awal berdirinya, pada periode 2005-2012, Program Studi Hubungan Internasional telah terakreditasi dengan predikat “C” (Cukup Baik). Sejak tahun 2013 hingga tahun 2022, BIR berhasil mempertahankan predikatnya sebagai lembaga terakreditasi “A”. Kemudian tahun 2023, Program Studi Hubungan Internasional akhirnya berhasil memperoleh akreditasi “Unggul” dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2023.

Program Studi Hubungan Internasional memiliki komitmen untuk membina mahasiswa Hubungan Internasional yang unggul dan kompeten, dengan tujuan untuk mencetak generasi yang berdaya saing dan adaptif. Oleh karena itu, Program Studi Hubungan Internasional didukung oleh staf pengajar yang bergelar magister dan doktor, fasilitas pembelajaran dan laboratorium yang memadai, serta metode pembelajaran yang unggul dan sesuai dengan Kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Outcome Based Education (OBE). Selain itu, program ini dioptimalkan dengan Centre of Excellence (CoE) Kelas Paradiplomacy  dengan tujuan untuk mendapatkan lulusan Hubungan Internasional yang siap untuk berkarir di masa depan. Dengan pendekatan tersebut, Program Studi Hubungan Internasional diyakini mampu mencapai Learning Outcome (LO), yaitu sebagai tenaga profesional di sektor publik dan swasta yang berkecimpung dalam urusan diplomatik, aktivisme global, sektor akademis, kewirausahaan, dan manajer administrasi.

Menurut data statistik, jumlah pendaftar di Program Studi Hubungan Internasional relatif meningkat. Program Studi Hubungan Internasional telah memulai internasionalisasinya selama beberapa dekade, dengan fokus awalnya pada domain pendidikan dengan penyelenggaraan Kuliah Tamu Internasional. Lebih jauh, Program Studi Hubungan Internasional telah menjalin kemitraan kelembagaan dengan berbagai lembaga pendidikan tinggi di Taiwan, India, dan Malaysia. Kolaborasi ini mencakup bidang-bidang seperti pendidikan, kolaborasi penelitian, publikasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Khususnya, Program Studi Hubungan Internasional telah bermitra dengan Universitas Asia di Taiwan, Universitas Jawaharlal Nehru di India, dan Universitas Nasional di Malaysia. Selain itu, Program Studi Hubungan Internasional menerima mahasiswa dari provinsi lain di Indonesia dan menampung mahasiswa asing paruh waktu dari Thailand, Timor-Leste, dan Afghanistan.