
Jakarta, 14 Januari 2025 – Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang, Romil Sahab Putra dan Infitahul Khoir, terpilih sebagai delegasi dalam Youth Diplomacy Forum atau Simulasi Diplomatik Model OIC (MOIC). Acara ini diselenggarakan oleh OIC (Organisation of Islamic Cooperation) Youth Indonesia bekerja sama dengan Islamic Cooperation Youth Forum (ICYF) di Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI), Masjid Istiqlal, Jakarta.
Forum ini diikuti oleh 67 mahasiswa dari berbagai universitas serta dihadiri oleh delegasi dari negara-negara anggota OKI. Dengan tema “The OIC’s Responsibility Through Youth Role in Promoting Interfaith Dialogue”, forum ini membahas pentingnya dialog lintas agama dalam menciptakan perdamaian dan pemahaman global. Para peserta terlibat dalam diskusi dan debat yang membangun, memperdalam wawasan mereka tentang misi diplomatik OIC.
MOIC merupakan simulasi diplomasi yang meniru dinamika pertemuan resmi OIC, di mana peserta berperan sebagai delegasi negara-negara anggota OIC. Mereka mendiskusikan isu-isu global seperti perdamaian, dialog lintas agama, pendidikan, dan pembangunan ekonomi. Forum ini bertujuan memperkenalkan generasi muda pada mekanisme kerja Organisasi Kerjasama Islam (OKI/OIC) sekaligus membangun pemahaman mereka mengenai tantangan global di dunia Islam.
Peran Pemuda dalam Diplomasi Lintas Agama
Dalam forum ini, ditekankan peran strategis pemuda dalam mendorong dialog lintas agama sebagai salah satu jalan menciptakan harmoni global. Peserta juga mendapatkan pelatihan untuk mengasah keterampilan diplomasi mereka, yang diharapkan dapat diterapkan dalam menyelesaikan berbagai tantangan dunia di masa depan.
Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk memperkuat peran pemuda dalam diplomasi internasional dunia Islam serta merayakan pencapaian Indonesia menjelang usia seratus tahun kemerdekaannya. Forum ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara Indonesia dan negara-negara anggota OIC serta memberikan dampak positif bagi perdamaian dan kesejahteraan umat Islam secara global.
Pelantikan Kepengurusan OIC Youth Indonesia 2024-2029
Acara dibuka tepat pukul 10.11 WIB dengan sambutan dari tamu istimewa, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ketua Panitia, Adlan Al Mizan Athori, memberikan sambutan awal, kemudian disusul dengan Astrid Nadya Rizqita yang mengumumkan kepengurusan OIC Youth Indonesia periode 2024-2029.
Salah satu momen penting dalam acara ini adalah pelantikan kepengurusan baru yang berlangsung dengan penuh khidmat. Setelah pelantikan, sesi foto bersama dilaksanakan dengan melibatkan para pengurus OIC Youth Indonesia dan tamu undangan. Video profil OIC turut diputar untuk memberikan gambaran lebih dalam mengenai visi dan misi organisasi tersebut.
Astrid Nadya Rizqita, selaku Ketua OIC Youth Indonesia, dalam pidato sambutannya menegaskan komitmen organisasi dalam memperkuat hubungan diplomatik serta membangun jaringan pemuda dunia Islam. Acara juga mencakup penandatanganan surat kerja kepemimpinan serta pemberian penghargaan kepada anggota berprestasi. Para tamu VVIP menerima cinderamata sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi mereka.
Kehadiran Tokoh-Tokoh Diplomatik dan Pejabat Internasional
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Presiden Islamic Youth Forum (ICYF), Taha Ayhan; Dewan Pembina OIC, Ahmad Fauzan; serta beberapa duta besar negara sahabat seperti H.E Talip Küçükcan (Republik Turki), H.E. Zuhair Al-Shun (Palestina), H.E. Abdelouahab Osane (Aljazair), dan H.E. Yassir Mohamed Ali Mohamed (Sudan). Hadir pula perwakilan dari berbagai kedutaan besar serta tokoh nasional seperti Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI, Prof. Bunyan Saptomo, dan Ketua Umum Fatayat Nahdlatul Ulama (NU), Margaret Aliyatul Maimunah.
Dengan suksesnya penyelenggaraan forum ini, diharapkan para peserta dapat menerapkan ilmu dan pengalaman yang didapat dalam membangun dunia yang lebih harmonis melalui diplomasi lintas agama dan kerja sama internasional.