Secarik Ide untuk Negeri Hindustan: International Conference on Indian Epics & Soft Power: India and Southeast Asia

Secarik Ide untuk Negeri Hindustan: International Conference on Indian Epics & Soft Power: India and Southeast Asia

Oleh: Jordan Aria Adibrata (Mahasiswa HI Angkatan 2017)

 

          November 2019 menjadi kesempatan serta kehormatan bagi kami untuk dapat berkiprah mewakili Prodi Hubungan Internasional UMM dalam acara konferensi internasional International Conference on Indian Epics & Soft Power: India and Southeast Asia yang diselenggarakan oleh Jawaharlal Nehru University di India, yang notabene menjadi salah satu terbaik di negara tersebut. Walaupun bukan yang pertama kalinya, namun penulis tetap merasa bahwa ini adalah sebuah peluang untuk berkontribusi kepada jurusan HI yang telah membantu dalam memahami tentang ilmu hubungan internasional. Pada awalnya penulis disarankan oleh Ibu Demeiati Kusumaningrum bersama Ibu Dyah Estu Kurniawati selaku dosen HI UMM untuk turut meramaikan acara tersebut. Sehingga dalam prosesnya, penulis bekerjasama dengan kedua orang yang sangat inspiratif tersebut bersama dengan Ervina Fredayani selaku mahasiswa HI angkatan 2016.

                Masing-masing memiliki latar belakang gemar dalam bidang penulisan dan publikasi, tentunya ini menjadikan proses dalam pembuatan artikel sangat intensif serta inklusif dan dapat dijadikan sebagai sarana untuk menambah wawasan. Kami mengangkat judul “The Means of Soft-Power: Indian Image Based on Indonesian Millenials Perception” yang bertujuan untuk mengetahui persepsi kalangan milenial Indonesia terhadap India melalui peran media. Dalam pengerjaannya terasa sesuatu yang berbeda dikarenakan disini penulis juga mulai belajar untuk menerapkan penelitian dengan metode sampling, sebuah sesuatu yang belum pernah penulis lakukan sebelumnya. Benar saja, ketika melakukan metode tersebut terasa sebuah tantangan yang berbeda dari metode lainnya yakni studi dokumentasi yang jauh lebih mudah dikarenakan hanya menghimpun data dari buku, jurnal, ataupun laman daring. Prosesnya benar-benar terasa, mulai dari mencari serta menghubungi responden dari berbagai jurusan dan fakultas agar mengisi form kuesioner yang telah dibuat, hingga saat pengolahan data yang telah dihimpun dari para responden yang telah mengisi form kami.

            Rasa bahagia muncul ketika kami berhasil menyelesaikan karya yang telah dikerjakan bersama dan beralih untuk menuju tahap selanjutnya yakni mempresentasikan ide yang diusung. Namun karena keterbatasan waktu kami tidak melakukan presentasi tersebut dengan datang secara langsung ke India, tetapi melalui fasilitas video conference yang telah disediakan. Penulis tidak menyangka bahwa ternyata para partisipannya adalah para akademisi yang memiliki gelar magister dan profesor. Walaupun begitu, saya berusaha untuk menghilangkan rasa gugup ketika presentasi didepan para juri yang mana mereka adalah para petinggi dari kampus JNU tersebut. Rasa gugup tersebut muncul dikarenakan saya belum terbiasa untuk presentasi didepan orang asing dimana mereka terlihat seperti memiliki ekspektasi terhadap kami. Beruntung, kami melakukan presentasi tersebut secara lancar dan tanpa ada hambatan yang berarti dan topik yang diusung mendapatkan apresiasi dikarenakan terdapat unsur keunikan yang layak untuk diangkat.

            Terlepas dari kesempatan tersebut, penulis bersyukur atas kemampuan yang dimiliki terutama dalam bidang penulisan dan publikasi. Event tersebut bukanlah yang pertama dan terakhir, namun itu menjadikan saya untuk tetap semangat berkarya dalam masa mendatang. Kemampuan tersebut banyak diperoleh dari organisasi serta kelas perkuliahan yang diikuti, dimana karya-karya penulis banyak dipresentasikan di berbagai acara konferensi internasional seperti dalam The 5th Indonesia-Malaysia Student Seminar on International Relations di Universitas Airlangga pada 2019, The 5th Zhenghe International Peace Forum in Surabaya pada tahun yang sama, serta berhasil mempublikasikan tulisan di Jurnal Insignia Universitas Soedirman pada tahun 2020. Maka dari itu yang dapat diambil disini adalah seseorang dapat meraih sebuah achievement jika itu dilakukan secara totalitas dan sesuai dengan passion yang dimiliki. Karena ketika hati dan perasaan itu senang, maka segala usaha, cipta, rasa, serta karsa yang kita keluarkan juga menjadi maksimal. Remember to follow your dreams, and always driven by passion.

 

Shared: