Tugas Akhir Tak Semenyeramkan Itu, Kok!

Rabu, 07 September 2022 14:13 WIB   Program Studi Hubungan Internasional

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melepas wisudawan dan wisudawati dalam acara Yudisium Periode III Tahun 2022 yang diselenggarakan di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) 4 Lantai 9 pada hari Rabu (07/09). Di periode ini, Program Studi Hubungan Internasional (Prodi HI) melepas total 82 wisudawan dan wisudawati. Pada periode ini pula, lulusan terbaik tingkat Prodi berhasil disabet oleh tiga wisudawati hebat dari angkatan tahun 2018!

Melalui wawancara eksklusif sesaat setelah Yudisium berakhir, masing-masing lulusan terbaik tingkat Prodi berkesempatan menyampaikan sedikit pengalamannya selama pengerjaan tugas akhir. Lulusan Terbaik III berhasil disabet oleh Nurul Fajriyah. Mahasiswa angkatan tahun 2018 ini berhasil lulus dengan menempuh jalur skripsi. Menurutnya, skripsi tidak sesulit dan seseram seperti yang selama ini kita dengar dari kakak tingkat ataupun yang bereda di internet. “Lebih sulit RTHI,” akunya. Menurutnya, perbedaan intensitas diskusi dengan dosen pembimbing untuk Mata Kuliah Riset Terapan Hubungan Internasional (RTHI) dan skripsi adalah faktor yang menyebabkan pengerjaan skripsi tidak semenyeramkan yang selalu didengarnya. “Harapan saya selanjutnya adalah saya sehat. Karena kalau ktia sehat, kita punya kesempatan untuk melakukan banyak hal,” pungkas Nurul.

Lulusan Terbaik II berhasil disabet oleh Al Dina Maulidya. Berbeda dengan Nurul Fajriyah, Al Dina berhasil lulus dengan menempuh jalur jurnal. Al Dina mengaku bahwa ada kesulitan dan tantangan tersendiri dalam jalur jurnal ini. “Saya berharap bisa memanfaatkan ilmu yang sudah saya peroleh, dan mendapat pekerjaan yang baik,” harap Al Dina.

Lulusan Terbaik I Tingkat Prodi disabet oleh Fatimatuzzahro. Yang menjadi spesial adalah, Fatimatuzzahroh juga berhasil menjadi Lulusan Terbaik I TIngkat Fakultas. Menurut Fatimatuzzahroh, pengerjaan skripsi tergantung pada individu masing-masing. Fatimatuzzahroh sendiri tidak memiliki kesulitan tersendiri dan terus semangat selama mengerjakan skripsi. “Alhamdulillah saya sendiri mendapat dosen pembimbing yang selalu membantu dan memberikan saran kepada saya,” syukurnya. Fatimatuzzahroh selanjutnya berharap dapat melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi, dan terus menorehkan pencapaian-pencapaian baru yang lebih baik. (Ind)

Shared: