Tantangan Diplomasi RI di Inggris

Senin, 02 November 2020 22:19 WIB

Aktivitas diplomasi merupakan instrumen untuk mencapai kepentingan nasional. Dalam prakteknya, para diplomat yang menjadi perwakilan RI di negara sahabat dihadapkan pada berbagai tantangan dalam usaha mewujudkan kepentingan nasional tersebut. Hal itu juga sangat ditentukan oleh situasi dan kondisi di negara sahabat. Tantangan inilah yang diungkap oleh Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Kerajaan Inggris Raya merangkap Republik Irlandia dan Organisasi Maritim Internasional 2016-2020, Dr. Rizal Sukma, M.Sc.

Tampil sebagai pembicara dalam Kuliah Perdana yang digelar secara virtual oleh Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (2/11). Dubes Rizal Sukma mengisahkan berbagai tantangan dalam diplomasi Indonesia di Inggris. Paparnya, oleh masyarakat umum di Inggris, Indonesia tidak begitu dikenal. “Di Inggris, Indonesia hanya dikenal oleh kalangan pemerintahan, itu pun sangat terbatas. Sebagaimana di banyak negara lain, masyarakat umum hanya mengenal Bali, tapi tidak Indonesia,” imbuhnya.

Karena itulah, tantangan diplomasi RI di negeri Ratu Elizabeth itu adalah memperkenalkan Indonesia seluas-luasnya. Selama tugasnya sebagai duta besar, peneliti senior di Center for Strategic and International Studies (CSIS) itu berusaha untuk memperkuat jaringan seni budaya untuk memperkenalkan berbagai budaya Indonesia, salah satunya adalah gamelan.

Selain itu, momentum keluarnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa atau dikenal dengan Brexit juga menjadi tantangan tersendiri bagi diplomasiRI. “Brexit mengubah peta kesibukan dalam negeri Inggris. Perhatian pemerintah dan para diplomat Inggris terfokus pada urusan Brexit. Akibatnya, upaya pencapaian kepentingan nasional Indonesia di berbagai bidang mengalami sedikit tantangan karena dinamika politik domestik yang terjadi di Inggris pasca Brexit,” pungkasnya di hadapan 420 mahasiswa Prodi HI yang menjadi peserta kuliah perdana.

Tidak hanya itu, tantangan lain yang sangat penting bagi aktivitas diplomasi adalah berkaitan dengan kedaulatan Indonesia. Sebagaimana dipahami, London merupakan kota yang dijadikan basis bagi kelompok separatisme Papua. Beberapa tokoh pro separatis Papua berbasis di London dan aktif mencari dukungan internasional untuk kemerdekaan Papua dari RI. Untuk itulah, tantangan diplomasi Indonesia adalah melakukan upaya guna membendung narasi-narasi separatisme Papua sekaligus menegaskan kedaulatan RI atas Papua.

Terakhir, pria kelahiran Aceh itu menambahkan bahwa tantangan lain yang umumnya dihadapi oleh Kedutaan Besar RI di negara sahabat adalah melakukan kegiatan yang banyak sebagai upaya perwujudan kepentingan nasional Indonesia meskipun dengan anggaran yang terbatas. (hi umm/nk)

 

Selengkapnya, saksikan Kuliah Perdana Virtual Dubes Dr. Rizal Sukma di YouTube.

Shared: