Maycomm Bahas Isu Kemanusiaan di ASEAN

Minggu, 28 Maret 2021 01:18 WIB

Malang ASEAN Youth Community (Maycomm) kembali mengadakan kajian daring dalam program ASEAN Sharing (27/3).  Topik yang diangkat kali ini adalah “Democracy and Human Right on Edge: Crisis in Myanmar and it’s Implication in Southeast Asia”. Menghadirkan Dedik Fitra Suhermanto, M.Hub.Int., sosen Prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang, selaku pemateri.  

Dalam paparannya, Dedik menyampaikan bahwa persoalan terkait kemanusiaan menjadi suatu isu-isu trending topic internasional, terutama di kawasan Asia Tenggara. Apalagi beberapa negara anggota ASEAN pernah mengalami berbagai persoalan terkait kemanusiaan, sebut saja persoalan Rohingya salah satunya. “Di sinilaih peran ASEAN diuji. Apalagi persoalan kemanusiaan ini dihadapkan pada pemerintahan, benturan kepentingan politik, dan pertarungan kepentingan setiap negara tersebut,” pungkasnya.

Ketua Pusat Studi ASEAN (PSA) UMM itu melanjutkan, Myanmar menjadi salah satu contoh negara yang mengalami sebuah isu kemanusiaan. Jika dilihat dari dinamika politik dan dinamika keamanan nasionalnya tidak mumpuni untuk memperjuangkan hak-hak asasi manusia karena adanya politik disintegrasi. Apalagi Myanmar bukanlah negara yang demokrasi, namun guardian state.

Lebih lanjut, menurutnya, permasalahan terkait HAM di ASEAN, jika tidak ditanggani secara baik bisa menjadi efek bola salju yang mengelinding serta dapat menjangkit negara-negara di sekitarnya. Sayangnya, ASEAN memegang teguh prinsip non-intervensi yang menjadikan organisasi regional itu tidak bisa mencampuri urusan internal negara anggotanya.

Di hadapan 100 peserta, Dedik menegaskan posisinya, Menurutnya, prinsip non intervensi seharusnya terdapat pengecualian di dalamnya jika sudah terkait dengan isu kemanusiaan, seperti  permasalahan genosida, diskriminasi dan beberapa isu kemanusiaan yang terjadi di negara kawasan ASEAN. Sebab, dengan adanya prinsip non-intervensi ini tidak menjadikan ASEAN kurang dapat memberikan kontribusi nyata terkait persoalan kemanusiaan yang terjadi. (Maycomm/abf)

Shared: