Kembali Menggandeng UMM, BSKLN Kemlu Gelar Sosialisasi Satu Dekade Kerja Sama Selatan-Selatan Indonesia

Jum'at, 22 Juli 2022 15:38 WIB   Program Studi Hubungan Internasional

Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri (BSKLN) Indonesia kembali berkolaborasi dengan UMM dan Program Studi Hubungan Internasional (HI) UMM menggelar Sosialisasi Satu Dekade Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS) Indonesia sebagai sarana publikasi dan akuntabilitas publik hasil capaian dan perkembangan kerjasama Indonesia, Jum’at (22/07) secara luring di Aula GKB 4 UMM dan daring melalui platform zoom meeting. Kegiatan ini dinarasumberi oleh Noviyanti selaku Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri Kementerian Sekretariat Negara, Niken Supraba selaku Assistant Director for Non-Aligned Movement – Center for South-South Technical Cooperation (NAM-CSSTC), Tomoyuki Tada selaku Advisor for Capacity Development for South-South and Triangular Cooperation JICA, serta Ruli Inayah salah satu dosen Prodi HI UMM.

Noviyanti dalam acara ini berkesempatan menyampaikan kepemimpinan Indonesia dalam KSS. KSS sendiri adalah suatu skema kerjasama pembangunan internasional yang berbasis hibah (grant) yang dilaksanakan Pemerintah RI dengan Mitra Pembangunan Asing. KSS bertujuan untuk mendukung tercapainya tujuan politik luar negeri Indonesia dan juga ekspansi ekonomi Indonesia ke luar negeri. Di KSS, Indonesia berperan sebagai pemberi dan juga penerima. Sebagai pemberi, UMM merupakan salah satu lembaga yang aktif terlibat dalam skema ini melalui penerimaan mahasiswa asing dalam kerangka darma siswa, beasiswa unggulan dan lainnya. Beberapa mahasiswa tersebut juga merupakan bagian dari Program Studi HI.

“Secara umum, sebenarnya kalau kita lihat manfaat KSS Indonesia ini, benar-benar menekankan peran Indonesia yang ingin merealisasikan keinginan kita untuk berpolitik bebas aktif, menjadi jembatan bagi dunia,” jelasnya.

Sementara itu, Tomoyuki Tada menyampaikan apresiasinya kepada Indoenesia sebagai salah satu negara baru yang aktif berperan sebagai pendonor untuk kemajuan negara-negara dunia ketiga.

Acara kemudian dilanjutkan oleh Niken Supraba yang menyampaikan informasi bahwa NAM-CSSTC merupakan organisasi internasional yang didirikan tahun 1965 yang dalam skema kerjasama KSS bertujuan untuk memperkuat kapasitas kolektif dan kemandirian negara berkembang dengan menyelenggarakan berbagai pelatihan dan pengarahan bagi anggota organisasi maupun mitra. NAM-CSSTC juga melibatkan perguruan tinggi sebagai lembaga yang menjamin keberlangsungan pengetahuan yang diadakan oleh NAM-CSSTC. Selain menggandeng perguruan tinggi untuk menjamin keberlangsungan pengetahuan. NAM-CSSTC juga aktif melakukan publikasi jurnal ilmiah yang tercatat sudah terindex scopus.

“Dengan demikian berkontribusi bagi kemajuan IPTEK, khususnya di bidang energi,” tambah Niken.

Dengan digandengnya UMM dan Prodi HI, diharapkan selanjutnya masyarakat dan mahasiswa dapat lebih mengetahui peran aktif Indonesia di kancah internasional di bidang pembangunan. (Ind)

Shared: