IRDC HIMAHI Bahas Krisis Covid-19 di India

Selasa, 01 Juni 2021 16:56 WIB

Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI) UMM melalui divisi Akademik menggelar agenda rutin International Relations Discussion Club (IRDC). Digelar secara daring (30/5), menghadirkan Mohammad Agoes Aufiya, S.IP., MA., M,Phil. Mengangkat tema Breakout Covid-19 in India, dihadiri puluhan mahasiswa berbagai angkatan.

Tema ini relevan seiring krisis Covid yang terjadi di India dalam beberapa pekan terakhir. Pemateri yang dihadirkan juga adalah orang yang secara langsung mengalami krisis Covid di India. Agoes Aufiya, dosen Prodi Hubungan Internasional UMM, yang menyelesaikan dua gelar masternya di India dan saat ini tengah menyelesaikan program doktoral di Jawaharlal Nehru University India.

Dalam paparannya, Agoes yang juga seorang Youtuber itu menjelaskan beberapa informasi penting terkait kebijakan pemerintah India dalam melawan Covid. Menurutnya, sebelum gelombang kedua Covid, pemerintah India terkesan terlalu sombong dan terlalu dini dalam menyikapi kesuksesannya dalam penanganan kasus Covid. “Karena kepercayaan diri tersebutlah, pemerintah India mengizinkan dan mendukung acara kebudayaan, seperti ritual mandi di sungai Gangga yang merupakan bagian dari budaya mereka,” jelasnya.

Celakanya, ritual ini ditengarai sebagai penyebab gelombang kedua Covid karena menimbulkan kerumunan hingga jutaan orang. India akhirnya kolaps dan kewalahan dalam mengatasi ledakan penularan Covid-19 varian baru yang begitu cepat dan ganas. “India juga mengalami krisis tabung oksigen, tempat kremasi dan pemakaman. Oleh karena itu, Indonesia hendaknya dapat menjadikan India sebagai cerminan agar lebih waspada lagi dan meningkatkan kesadaran terhadap bahaya dari Covid,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut HIMAHI, IRDC menjadi wadah bagimahasiswa untuk memahami dinamika dunia internasional sekaligus menjadi sarana peningkatan atmosfer akademik. Kegiatan ini digelar sebulan sekali, mengangkat topik-topik terkini dengan menghadirkan pemateri yang pakar di bidangnya.

Shared: