Inilah Rahasia Kesuksesan Dubes Rizal Sukma

Senin, 02 November 2020 14:34 WIB

Kontribusi Dr. Rizal Sukma, M.Sc. terhadap kajian hubungan internasional dan kebijakan luar negeri Indonesia tidak dapat diragukan. ASEAN Security Community yang kemudian menjadi ASEAN Political-Security Community sebagai salah satu dari pilar ASEAN Community adalah gagasan yang lahir daribuah pikirnya. Demikian pula agenda Poros Maritim Dunia yang menjadi visi Presiden Joko Widodo tidak terlepas dari kontribusi pemikirannya. Pria kelahiran Aceh ini juga memberikan kontribusi dalam pendirian Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang pada tahun 2004.

Memulai karier profesional sebagai peneliti di Center for Strategic and International Studies (CSIS) pada tahun 1990, menjadikan pria kelahiran Aceh itu banyak memberikan kontribusi pemikiran bagi Indonesia, khususnya dalam bidang hubungan internasional. Buah pikirannya pada sedikitnya 7 buku berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris, puluhan jurnal internasional, dan ratusan forum menjadikannya sebagai salah satu dari 100 Pemikir Global (100 Global Thinkers) versi Foreign Policy Magazine, Amerika Serikat pada tahun 2009. Sebelumnya, dirinya juga menjadi orang Indonesia pertama yang meraih penghargaan Nakasone Award, Jepang pada tahun 2003.

Pengalamannya sebagai peneliti menjadikannya menduduki posisi sebagai Direktur Eksekutif CSIS tahun 2009-2015. Juga menjadi Ketua Lembaga Kerja Sama Internasional Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2015. Hingga akhirnya dipercaya oleh Presiden untuk menjadi Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Kerajaan Inggris Raya merangkap Republik Irlandia dan Organisasi Maritim Internasional 2016-2020.

Apa rahasia kesuksesan Rizal Sukma? Ternyata Rizal Sukma muda bukanlah orang yang gemilangdalam prestasi akademik. Dikisahkan bahwa saat lulus sarjana dari Program Studi Hubungan Internasional Universitas Padjajaran Bandungtahun 1989, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang diperolehnya hanya 2,60 dan itupun diselesaikan selama tujuh tahun.

Karena itu, di hadapan 420 mahasiswa baru Program Studi Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang saat mengisi acara Kuliah Perdana Virtual (2/11), Dubes Rizal Sukma berpesan bahwa IPK rendah tak masalah. Kontribusi di dunia kerja tidak melulu tentang angka akademik. “Lulusan HI bisa berkontribusi lebih luas di berbagai bidang. Lulusan HI tidak melulu menjadi diplomat dan bekerja di Kementerian Luar Negeri. Ada banyak ruang-ruang yang bisa diisi oleh seorang lulusan HI,seperti pada organisasi internasional, perusahaan multinasional atau bahkan menciptakan lapangan kerja sendiri” pesannya.

  

Menurutnya, kunci kesuksesan karier, selain semangat dan optimisme, adalah jaringan. “Perjalanan karier saya sangat terbantu dengan jejaring yang ada. Selama menjadi dubes, saya sangat terbantu dengan jaringan-jaringan saya yang ada di Inggris ketika sekolah,” kisahpriayang menyelesaikan pendidikan S2 dan S3 bidang Hubungan Internasional di London School of Economic and Political Studies, Inggris itu.

Selain jaringan, Dubes Rizal Sukma berpesan bahwa kunci sukses lainnya adalah kemampuan bahasa asing. Menurutnya, mahasiswa harus memperkuat penguasaan bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya. “Jendela pengetahuan dan pengalaman terbuka lebar apabila kita menguasai setidaknya bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya,” pesannya. (hi umm/nk)

Shared: