Ini Capaian Dubes Rizal Sukma sebagai Dubes Inggris 2016-2020

Senin, 02 November 2020 14:32 WIB

Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Kerajaan Inggris Raya merangkap Republik Irlandia dan Organisasi Maritim Internasional 2016-2020 yang berkedudukan di London Dr. Rizal Sukma, M.Sc. mengisahkan capaian diplomasi yang diraihnya. Selama 4,5 tahun memimpin Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), ada enamhal penting yang berhasil dicapai. Hal itu diungkap dihadapan 420 mahasiswa baru Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang dalam acara Kuliah Perdana Virtual (2/11).

Dubes Rizal Sukma mengisahkan bahwa saat pertama kali bertugas dirinya dibuat tercengang. Betapa tidak, ternyata bangunan KBRI di London selama puluhan tahun berstatus sewa. Artinya, pemerintah Indonesia belum punya gedung milik sendiri yang difungsikan sebagai kantor perwakilan di negara itu. “Itulah permintaan khusus Presiden Joko Widodo kepada saya. Bahwa Indonesia harus punya gedung KBRI sendiri yang representatif, yang menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara besar, yang mencerminkan kedaulatan dan kepentingan nasional Indonesia,” kisahnya.

Ternyata tidak mudah untuk mewujudkan cita-cita Presiden itu. Pasalnya, tidak gampangmemiliki bangunan di London yang sekaligus representatif sebagai kantor Kedutaan Besar, rumah bagi semua warga Indonesia yang ada di sana. Namun dengan perjuangan tim KBRI London, akhirnya pemerintah Indonesia bisa memiliki gedung KBRI sendiri. “Inilah capaian yang penting selama saya jadi dubes. Keberadaan gedung KBRI milik sendiri ini sangat mendukung pelayanan kepada warga. Dengan fasilitas yang ada, saat ini warga Indonesia yang membutuhkan pelayanan administrasi tidak perlu lagi datang ke kantor KBRI tetapi dapat diurus secara online,” jelas peneliti senior Center for Strategic and International Studies (CSIS) itu.

Capaian lain dari dubes yang pernah menjadi Ketua Lembaga Kerja Sama Internasional Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2015 itu adalah Indonesia dan Inggris berhasil memiliki mekanisme kerja sama dan dialog di bidang pertahanan. Melalui kerja sama dan dialog ini, hubungan kedua negara di bidang pertahanan ke depan akan semakin erat. Tidak hanya itu, capaian diplomasi Dubes Rizal Sukma adalah berhasil membentuk Forum Kemitraan antar pemerintah untuk memperkuat hubungan kedua negara. “Forum Kemitraan ini pertama kali digelar pada tahun 2019. Pemerintah Indonesia saat itu diwakili oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan KebudayaanMuhadjir Effendy dan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi,” pungkasnya.

Orang Indonesia pertama yang memperoleh penghargaan Nakasone Award Jepang itu juga berhasil memperkuat jaringan seni budaya antar kedua negara. Bahkan, saat ini ada 124 grup gamelan di seluruh Inggris. Selain itu, pihaknya mengembangkan jaringan pendidikan khususnya melalui kemitraan berbagai perguruan tinggi kelas dunia yang ada di Inggris dengan perguruan tinggi ternama di Indonesia. “Selama menjadi duta besar, kami juga aktif melakukan kajian perdagangan untuk mencari berbagai peluang kerja sama antara Indonesia dan Inggris,” ungkap dubes kelahiran Aceh itu. 

Upaya pencapaian kepentingan nasional itu tidak terlepas dari empat diplomasi yang menjadi prioritas tugasnya. Empat prioritas diplomasi itu adalah tugas khusus dari presiden, yakni diplomasi ekonomi, diplomasi perlindungan warga, diplomasi kedaulatan, serta diplomasi perdamaian(hi umm/nk)

Shared: