70 years Indonesia-Britain Diplomatic Partnership

Monday, November 02, 2020 14:30 WIB

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Inggris telah terjalin selama lebih 70 tahun. Dalam kurun waktu itu, kedua negara memiliki hubungan dan kerja sama yang cukup erat di berbagai bidang, seperti ekonomi, perdagangan, investasi, pendidikan, teknologi, maritim, sosial budaya hingga pertahanan. Keeratan hubungan kedua negara diungkap Dr. Rizal Sukma, M.Sc., Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Kerajaan Inggris Raya merangkap Republik Irlandia dan Organisasi Maritim Internasional 2016-2020 dalam Kuliah Perdana Virtual yang digelar Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (2/11).

 

Di hadapan 420 mahasiswa baru Prodi HI UMM, Dubes Rizal Sukma memaparkan bahwa setidaknya ada enam irisan kepentingan nasional Indonesia dan Inggris. Irisan kepentingan nasional inilah yang menjadikan hubungan kedua negara relatif stabil tanpa adanya ketegangan yang berarti. Hal yang pertama adalah kedua negara sama-sama merupakan negara maritim. “Kondisi geografis sebagai negara kepulauan ini menjadikan laut sebagai prioritas kepentingan nasionalbagi kedua negara. Laut merupakan aset ekonomi dan perdagangan. Sekaligus pula, keamanan dan keselamatan di laut menjadi perhatian bersama bagi kedua negara,” paparnya.

Kedua negara juga memiliki kepentingan bersama di bidang perdagangan dan investasi. Inggris melihat Indonesia sebagai prioritas perdagangan dan investasi. Sebaliknya, Indonesia memandang Inggris sebagai negara maju mitra perdagangan strategis. “Sampai tahun 2016, Inggris merupakan sumber investasi terbesar kelima bagi Indonesia di berbagai bidang,” tambah peneliti senior Center for Strategic and International Studies (CSIS) itu.

Lebih lanjut, kedua negara juga memiliki irisan kepentingan di bidang pendidikan dan teknologi. Berbagai perguruan tinggi kelas dunia yang ada di Inggris, seperti Oxford, Cambridge, London School of Economic and Political Science dan lainnya miliki beragam kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia. Selain itu, kedua negara adalah negara demokrasi. Keduanya memiliki komitmen  yang sama tentang pentingnya perwujudan nilai-nilai demokrasi.

Pria yang pernah mendapat penghargaan sebagai One of 100 Global Thinkers oleh Foreign Policy Magazine itu juga menegaskan bahwa Indonesia dan Inggris memiliki kepentingan yang sama terkait kawasan Asia Tenggara yang stabil. “Asia Tenggara yang stabil memudahkan Inggris untuk melakukan hubungan perdagangan dengan seluruh negara anggota ASEAN dan negara Asia Timur. Stabilitas di Laut China Selatan dan Selat Malaka sebagai arus utama lalu lintas perdagangan internasional menjadi penting,” ungkapnya.

Terakhir, kedua negara yang memulai hubungan diplomatik sejak 1949 juga memiliki kepentingan dan komitmen dalam mengatasi masalah-masalah global, seperti isu perubahan iklim, kejahatan transnasional terorganisir, dan masalah global lainnya. Irisan kepentingan nasional yang sama inilah rahasia yang menjadikan hubungan kedua negara semakin kokoh yang terbangun melalui nilai-nilai persahabatan, saling menghormati, dan kerja sama. (hi umm/nk)

Shared: