Panggung “Atmospheral 3.0” di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi saksi lahirnya talenta diplomasi budaya tingkat dunia pada Sabtu lalu. Keberhasilan acara ini merupakan buah manis dari sebuah kolaborasi internasional bergengsi antara Program Studi Hubungan Internasional (HI) UMM, University of Auckland’s Strategic Research Institute (SRI) for Korean Studies, dan Kementerian Pendidikan Republik Korea.

Sinergi tiga negara ini diwujudkan melalui penampilan istimewa dari satu kelas khusus yang dibagi menjadi tiga kelompok: Korean Dynasty, Korea Modern, dan Asia Timur. Ketiganya tampil dalam gelaran yang diadakan di Aula BAU UMM dengan tema besar “Cultural Voyage: Diving into Diversity”.

Dimas Nugraha Andriyanto, mahasiswa dari kelompok Korean Dynasty, menuturkan kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar yang ia rasakan. “Kami sadar membawa nama besar, bukan hanya UMM, melainkan juga University of Auckland dan dukungan dari Korea. Beban itu kami ubah menjadi motivasi untuk menunjukkan bahwa kolaborasi ini benar-benar menghasilkan pemahaman budaya yang otentik. Setiap detail kostum dan gerakan kami adalah wujud dari keseriusan itu,” ungkapnya.

Kepala Laboratorium HI UMM, Hafid Adim Pradana, memvalidasi kualitas yang ditampilkan. “Kualitas dari kelas kerja sama ini jelas melampaui ekspektasi. Keterlibatan mitra internasional seperti Auckland SRI meningkatkan standar riset dan kedalaman materi. Mahasiswa kami jadi terbiasa dengan standar global, dan Atmospheral menjadi panggung pembuktiannya,” ujar Hafid.

Apresiasi serupa datang dari pimpinan universitas. Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D., melihat acara ini sebagai sebuah model pendidikan masa depan. “Model kerja sama seperti ini adalah masa depan pendidikan tinggi. Atmospheral 3.0 menunjukkan bahwa sinergi antara universitas, lembaga riset asing, dan dukungan pemerintah mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang luar biasa. Ini adalah cetak biru yang akan kami replikasi untuk bidang studi lainnya,” tuturnya.

Keberhasilan kolaborasi ini semakin nyata saat kelompok Asia Timur, yang juga berasal dari kelas istimewa tersebut, dianugerahi penghargaan best performance. Pementasan mereka menjadi sorotan utama dan membuktikan bagaimana kemitraan global mampu memperkaya pengalaman akademis secara nyata dan maksimal.