
Malang, 22 Mei 2026 – Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan International Undergraduate Conference on Contemporary Diplomacy (IUCCD) sebagai forum akademik internasional yang mempertemukan mahasiswa untuk membahas perkembangan diplomasi kontemporer. Kegiatan ini menjadi kolaborasi perdana dengan Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia, dengan UMM bertindak sebagai tuan rumah.
Konferensi ini diikuti oleh mahasiswa Hubungan Internasional dari sejumlah perguruan tinggi, yaitu UniSZA Malaysia, Universitas Airlangga, Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Negeri Jember, serta UMM. Sebanyak 30 paper dipresentasikan dalam kegiatan ini, mencerminkan beragam perspektif mahasiswa terhadap isu global, mulai dari geopolitik hingga transformasi diplomasi di era digital.
Dalam sesi utama, Suyatno Ladiqi, Ph.D. dari UniSZA mengangkat peran media sebagai instrumen strategis dalam praktik diplomasi modern. Media dipandang tidak lagi sekadar sebagai sarana komunikasi, melainkan juga sebagai alat untuk membentuk opini publik melalui penyebaran narasi yang dapat bersifat white propaganda maupun black propaganda. Dalam konteks ini, media memiliki posisi penting dalam memengaruhi persepsi global dan arah kebijakan luar negeri suatu negara.
Sementara itu, Dyah Estu Kurniawati, M.Si. dari HI UMM membahas konsep intermestik dalam kerangka two-level gamedengan mengambil studi kasus Board of Peace (BoP). Pembahasan tersebut menyoroti bagaimana isu global dapat masuk ke dalam ruang domestik melalui mekanisme algoritma dan framing media. Narasi global mengenai Gaza, termasuk yang dipengaruhi oleh framing Donald Trump, dinilai turut membentuk persepsi publik di tingkat nasional.
Lebih lanjut, dinamika tersebut dikaitkan dengan tawaran keanggotaan BoP kepada Presiden Prabowo Subianto, yang dipandang sebagai peluang untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara mediator dalam isu internasional. Namun, belum optimalnya pemanfaatan peluang tersebut memunculkan beragam respons di tingkat masyarakat, yang menunjukkan adanya interaksi kompleks antara kebijakan luar negeri dan dinamika domestik.
Sebagai forum akademik tingkat sarjana, IUCCD menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas analisis serta memperluas wawasan terhadap isu-isu global. Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana membangun jejaring akademik lintas institusi dan negara.
Penyelenggaraan IUCCD diharapkan menjadi langkah awal bagi penguatan kerja sama antara UMM dan UniSZA, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin adaptif terhadap dinamika global, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta mampu mengembangkan praktik diplomasi yang strategis dan beretika di masa depan. (hnr)