
Malang, 19 Juni 2026 – Program Studi Hubungan Internasional (Prodi HI) Universitas Muhammadiyah Malang menunjukkan komitmen seriusnya dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina melalui Initiation of Collaborative between The International Relations Study Program of Universitas Muhammadiyah Malang and the Global Workers Coalition for support Al-Quds and Palestine yang diselenggarakan pada Sabtu (19/6) bertempat di Laboratorium Hubungan Internasional, Gedung Kuliah Bersama 4 UMM. Acara ini menghadirkan sejumlah pembicara yang mengupas kembali kondisi Palestina dari berbagai perspektif, mulai dari sejarah, pendidikan, hingga peran masyarakat internasional dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Dalam pemaparannya, Dr. Khalil Mosbah Az Zayyan, Assistant Secretary General The Global Workers Coalition for Support Al-Quds and Palestine, menyoroti bagaimana narasi-narasi yang berkembang di media internasional turut mempengaruhi persepsi masyarakat dunia terhadap konflik Palestina. Ia menjelaskan bahwa rakyat Palestina telah mengalami penderitaan berkepanjangan sejak dicetuskannya Mandat Inggris pada tahun 1917. Menurutnya, dukungan terhadap Palestina tidak hanya dapat dilakukan melalui jalur politik, tetapi juga melalui penguatan media, pendidikan, dan ekonomi sebagai bentuk solidaritas internasional.
“Untuk mendukung perjuangan Palestina, diperlukan upaya bersama melalui media, pendidikan, dan penguatan ekonomi. Dukungan internasional harus diwujudkan dalam tindakan nyata dan penyampaian suara Palestina di tingkat global,” ujarnya.
Ia juga mengidentifikasi dua tantangan utama yang masih dihadapi masyarakat Palestina, yaitu terbatasnya akses terhadap pendidikan dan beasiswa serta rendahnya tingkat kesejahteraan ekonomi yang menyebabkan banyak masyarakat kesulitan memperoleh penghasilan yang layak.
Sementara itu, Zainab memperkenalkan profil lembaga yang diwakilinya tersebut. Ia menjelaskan bahwa lembaga tersebut berfokus pada penyelenggaraan pendidikan, pelatihan, serta pemberian beasiswa bagi masyarakat Palestina. Selain itu, lembaga tersebut juga menginisiasi berbagai program kolaborasi akademik dengan institusi pendidikan dari berbagai negara.
Dalam sesi pemaparannya, Zainab mengajak peserta untuk merefleksikan kondisi yang dihadapi masyarakat Palestina melalui pertanyaan, “Is it a justice?” sebagai bentuk ajakan untuk melihat isu Palestina dari sudut pandang kemanusiaan dan keadilan.
Selanjutnya, Hafid Adim Pradana, M.A. selaku Kepala Prodi HI UMM juga turut menekankan pentingnya menjaga perhatian publik terhadap isu Palestina. Menurutnya, diskusi dan penyebaran informasi mengenai Palestina perlu terus dilakukan agar masyarakat internasional tidak melupakan kondisi yang sedang berlangsung.
“Penting bagi kita untuk terus membicarakan isu Palestina agar perhatian dunia terhadap persoalan ini tetap terjaga,” ungkapnya.
Di akhir kegiatan, Devita Prinanda, M.Hub.Int., Dosen Prodi HI, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menilai bahwa mahasiswa perlu memahami kondisi yang dialami masyarakat Palestina serta menyadari bahwa mereka memiliki suara yang besar melalui berbagai platform yang tersedia saat ini.
“Mahasiswa perlu mengetahui kondisi yang terjadi di Palestina. Mereka memiliki suara yang besar dan dapat memanfaatkan berbagai platform yang ada untuk menyuarakan isu-isu kemanusiaan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, pelatihan, dan program beasiswa antara UMM dan The Global Workers Coalition for Support Al-Quds and Palestine pada masa mendatang.