Citra dari suatu daerah merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan dalam melakukan kerja sama, baik di skala domestik ataupun internasional. Berangkat dari kondisi tersebut, Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memfasilitasi para mahasiswanya dengan materi berjenjang pada kelas Center of Excellence (CoE) Paradiplomasi bertajuk Global Branding and Marketing.

Kelas ini dipandu langsung oleh Ketua Prodi HI Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya, Dr. Ario Bimo Utomo, S.IP., MIR, sebagai pemateri utama. Menurutnya, pendekatan yang komprehensif harus dilakukan untuk membentuk city branding yang efektif. “Sebuah daerah tidak hanya perlu mengandalkan keindahan alam atau warisan budaya, melainkan juga harus mampu menunjukkan dinamika dan potensi pengembangan ke depan secara berkelanjutan,” papar Ario.

Sebagai pengantar, Ario mengajak mahasiswa CoE Paradiplomasi untuk mengidentifikasi kelebihan diri yang bisa ditonjolkan untuk membentuk citra diri atau personal branding. Selanjutnya, mahasiswa ditugaskan dalam bentuk kelompok untuk membuat branding kota atau kabupaten yang sudah ditentukan. Di sesi ini, para mahasiswa ditantang untuk menganalisis kelebihan dan potensi daerah secara strategis guna merumuskan city branding yang efektif.

Setiap kelompok diberikan tugas untuk menganalisis potensi unik dari kota atau kabupaten yang mereka terima, dengan fokus pada keunggulan geografis dan sumber daya alam daerah, potensi ekonomi dan investasi, kekayaan budaya dan sejarah, inovasi dan pengembangan teknologi, serta kualitas sumber daya manusia.

Mahasiswa kemudian melakukan presentasi hasil kerja kelompok, menunjukkan strategi branding yang mereka kembangkan. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk menjelaskan pendekatan kreatif mereka dalam membangun citra daerah yang kompetitif dan menarik bagi investor, wisatawan, dan mitra potensial.

Melalui kelas tersebut, para mahasiswa diajak untuk tak sekadar berbicara tentang city branding, namun juga membongkar narasi tentang identitas dan potensi yang selama ini terlupakan atau telah berkelindan namun tidak terpikirkan sebelumnya. (fal/ind)