Malang, 12 Agustus 2025 — Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memantapkan langkahnya dalam mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis praktik dan kolaborasi internasional. Untuk mengaktualisasi visi tersebut, Prodi HI UMM menggelar rapat koordinasi terkait persiapan Kelas Center of Excellence (COE) Paradiplomasi untuk Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026.
Kegiatan COE Paradiplomasi menjadi salah satu program unggulan Prodi Hubungan Internasional UMM dalam membekali mahasiswa dengan pengalaman belajar yang memadukan teori dan praktik di lapangan. Melalui konsep ini, mahasiswa tidak hanya memahami dinamika hubungan internasional dari sisi akademik, melainkan juga dilatih untuk menguasai keterampilan diplomasi tingkat daerah (paradiplomasi) yang relevan dengan perkembangan global.
Dalam rapat yang berlangsung di Laboratorium Hubungan Internasional UMM, para Koordinator Mata Kuliah (MK) sepakat untuk meningkatkan koordinasi dan keterlibatan aktif seluruh tim pengajar. Salah satu fokus pembahasan adalah pengaturan pertemuan rutin serta pemilihan materi oleh dosen praktisi, sehingga setiap perkuliahan dapat berjalan efektif, terarah, dan sesuai kebutuhan mahasiswa.
Selain itu, telah disepakati beberapa agenda penting, seperti pertemuan bersama di Bidang 4 untuk membahas kerja sama dengan pihak pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten; serta pertemuan koordinasi lanjutan untuk membahas template tugas akhir yang berlaku lintas mata kuliah.
Beriringan dengan pelaksanaan Batch 3, Direktur CoE Paradiplomasi UMM, Haryo Prasodjo, S.IP., M.A., menyampaikan evaluasi positif terhadap batch sebelumnya. “Evaluasi terhadap kinerja dan pembelajaran pada Batch 1 dan Batch 2 telah memberikan hasil yang memuaskan dan menjadi pondasi kuat untuk penyelenggaraan Batch 3 kali ini,” tegas Haryo saat diwawancarai. Persiapan pun terus berjalan, dimana dosen pendamping lapangan dari Batch II akan segera berkoordinasi dengan mitra kerja sama guna menyelesaikan administrasi Surat Kesanggupan Mengajar (SKM). Hal ini dilakukan guna memastikan kesiapan semua pihak sebelum perkuliahan dimulai.
Pada Batch 3 ini, sekitar 15 mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional UMM yang tergabung dalam CoE Paradiplomasi akan langsung terlibat dalam magang dan proyek lapangan, tentunya berbekal pelatihan khusus paradiplomasi selama satu semester dari dosen dan stakeholder pemerintah sebagai praktisi. Mereka akan ditempatkan di berbagai instansi mitra strategis, seperti Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat; Pemerintah Kota Surabaya, Bandung, Semarang; serta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, dan Jember. Penempatan langsung ini merupakan implementasi inti dari strategi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), yang dirancang untuk memperluas jaringan profesional dan meningkatkan kompetensi mahasiswa di dunia kerja nyata.
Dengan segala persiapan yang dilakukan, CoE Paradiplomasi diharapkan semakin efektif sebagai wadah pengembangan kompetensi unggulan bagi mahasiswa HI UMM. Secara bersamaan, program ini juga diharapkan dapat memperkuat reputasi UMM sebagai perguruan tinggi yang aktif menjembatani ilmu pengetahuan dengan penerapan nyata, baik di tingkat global maupun lokal.