Malang (26/11/22) – Dalam rangka meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai persoalan lingkungan global, serta memperingati hari Tanam Pohon Sedunia, Laboratorium Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan kegiatan Sarasehan Alam dan Tanam Pohon. Kegiatan ini termasuk dalam rangkaian mata kuliah politik lingkungan global sebagai respon atas banjir yang melanda kota batu di tahun 2021 pada hari Sabtu, 26 November 2022.

Kegiatan menanam pohon yang dihadiri oleh lebih dari 187 peserta tersebut menghadirkan Rachmad Kristiono Dwi Susilo, Ph.D sebagai pembicara utama, serta Eko Syamsul yang merupakan Mantri Perhutani Kota Batu sebagai pembicara kedua. Dalam kegiatan menanam pohon yang dilaksanakan di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu ini, Rachmad K.D. Susilo yang kajian risetnya berfokus pada Sosiologi Lingkungan dan Sosiologi Kebencanaan ini membuka pembahasannya dengan memaparkan tentang pentingnya sebuah kesadaran Mahasiswa serta masyarakat untuk melestarikan alam beserta dengan isinya. Mengingat peran yang sangat penting dari seluruh masyarakat inilah yang membuat persoalan lingkungan serta bencana alam dapat dicegah dan diselesaikan. Menurutnya penting bagi manusia untuk dapat bersinergi dengan alam atau hutan. Bukan hanya sebatas menjadikan hutan sebagai sarana eksploitasi.

Lebih lanjut, Rachmad menambahkan bahwa penting bagi seluruh masyarakat untuk sama-sama berkomitmen dalam mengatasi persoalan lingkungan hidup. Sehingga kesadaran setiap individu terkait keberadaan krisis lingkungan global dan bencana alam menjadi suatu hal yang penting. Mengingat sangat sulit jika hanya sebatas bergantung pada para warga sekitar hutan. “Maka dari itu, kesempatan dari kegiatan menanam pohon ini haruslah dimanfaatkan untuk saling belajar antara satu sama lain, antar warga dan para akademisi untuk saling mengajarkan dan mengambil perannya”, tutup dosen Prodi Sosiologi UMM tersebut.

Adapun, Eko Syamsul selaku Mantri Perhutani Kota Batu juga sangat mengharapkan agar tidak hanya masyarakat sekitar hutan saja yang memiliki tanggung jawab dalam melestarikan serta merawat hutan. Tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia, terutama kaum muda dan mahasiswa. “Jika ingin melestarikan alam dan lingkungan, maka diperlukan kesadaran bagi seluruh masyarakat Indonesia supaya bencana yang sama tidak terulang lagi. Selain itu perlu  juga komitmen bersama agar agenda pelestarian ini berlanjut kedepannya. Jangan sampai hanya berhenti disini saja”. Menurut Eko, selama masih banyak orang yang belum sadar akan adannya ancaman lingkungan, maka pencegahan bencana alam dalam hutan dan pegunungan akan sulit direalisasikan.

Antusiasme yang luar biasa ditunjukkan oleh para peserta kegiatan praktikum politik lingkungan global. Hal ini tampak pada saat berlangsungnya acara menanam pohon. Salah satu peserta, Firdaus Tree mengungkapkan bahwa kegiatan yang ia ikuti banyak memberikan ilmu serta pengalaman. “Saya dan teman-teman mendapatkan ilmu baru, seperti bagaimana menggali tanah yang tepat serta menanam bibit pohon dengan baik dan benar”, ungkap mahasiswa HI angkatan 2019 tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Hafid Adim Pradana, M.A, selaku Kepala Laboratorium HI UMM tutut memberikan apresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan Sarasehan Alam dan Tanam Pohon yang merupakan rangkaian lanjutan dari kegiatan praktikum politik lingkungan. Menurutnya, penting bagi mahasiswa untuk tidak hanya sebatas belajar teori di kelas perkuliahan. Tetapi juga turut terlibat langsung di lapangan. Oleh karenanya, ia berharap agar kegiatan turun lapang praktikum mata kuliah Politik Lingkungan diharapkan mampu memberikan pengalaman baru kepada mahasiswa HI UMM. Mengingat selama dua tahun terakhir mereka selalu mengikuti pembelajaran secara daring. “Kedepannya Laboratorium HI UMM akan menindaklanjuti kegiatan yang telah dijalankan hari ini. Selain itu akan ada kegiatan-kegiatan lain yang memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman baru”, pungkas dosen yang memiliki peminatan riset pada politik internasional tersebut. (yoga)