Menjemput berkah dan manfaat di hari Jum’at, Program Studi Hubungan Internasional (Prodi HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Kuliah Tamu bertajuk Isu-isu Kontemporer di Asia Timur Pasca Pandemi Covid-19 yang dinarasumberi oleh Vahd Nabyl A. Mulachela yang akrab dipanggil Nabyl, Koordinator Wilayah Korea, Direktorat Asia Timur Kementerian Luar Negeri Indonesia, dan Krishnajie, akrab disapa Aji, Penasihat di Direktorat Asia Timur, Direktorat Jenderal Urusan Asia Pasifik dan Afrika pada Jum’at (03/03). Diikuti oleh mahasiswa Prodi HI yang sedang menempuh mata kuliah HI Kawasan Asia Timur, agenda tersebut dilaksanakan secara luring di Aula Lantai 9, Gedung Kuliah Bersama (GKB) IV UMM.

Kedua pakar kajian kawasan Asia Timur perwakilan Kementerian Luar Negeri Indonesia tersebut menelaah informasi ke Asia Timuran dengan padat sehingga informasi yang disampaikan mudah diterima oleh audienss. Nabyl dan Aji menunjukkan isu-isu kontemporer pasca pandemi covid-19 yang ramai diperbincangkan di Asia Timur, seperti memanasnya rivalitas Republik Rakyat China dan Amerika Serikat, isu politik Taiwan, kebijakan baru pertahanan Jepang, hingga isu yang berkembang di Semenanjung Korea.

Sebagai perwakilan Kemlu, Nabyl dan Aji juga menyampaikan mengenai Politik Luar Negeri (Polugri) Indonesia di Kawasan Asia Timur pasca pandemi covid-19 tersebut. Indonesia menyusun program prioritas diplomasi ke negara-negara Asia Timur diantaranya adalah Diplomasi Kedaulatan dan Kebangsaan, diplomasi ekonomi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, dan juga peningkatan peran Indonesia di kawasan dan global. Nabyl dan Aji juga memaparkan mengenai berbagai kerja sama ekonomi Indonesia dengan mtira di Asia Timur, diantaranya adalah ekspor, pariwisata, transfer pekerja imigran Indonesia, hingga pengembangan pembangunan seperti di bidang kesehatan.

Pasca berakhirnya pandemi covid-19, Kemlu memtakan jika terdapat beberapa sektor yang dapat dimaksimalkan sebagai bagian dari program diplomasi Indonesia yang di negara-negara Kawasan Asia Timur cukup sesuai dengan dinamika dalam negeri negara-negara tersebut. Ketenagakerjaan, pemasaran produk unggulan dalam negeri Indonesia, infrastruktur, hingga pertanian.

Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa Prodi HI UMM mendapat berbagai perspektif baru mengenai kerjasama antara Indonesia dengan negara-negara di Kawasan Asia Timur, dan diharapan mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai ke-Asia Timuran untuk dapat menjadi inspirasi tugas akhir atau skripsi. (Ind)

Menjemput berkah dan manfaat di hari Jum’at, Program Studi Hubungan Internasional (Prodi HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Kuliah Tamu bertajuk Isu-isu Kontemporer di Asia Timur Pasca Pandemi Covid-19 yang dinarasumberi oleh Vahd Nabyl A. Mulachela yang akrab dipanggil Nabyl, Koordinator Wilayah Korea, Direktorat Asia Timur Kementerian Luar Negeri Indonesia, dan Krishnajie, akrab disapa Aji, Penasihat di Direktorat Asia Timur, Direktorat Jenderal Urusan Asia Pasifik dan Afrika pada Jum’at (03/03). Diikuti oleh mahasiswa Prodi HI yang sedang menempuh mata kuliah HI Kawasan Asia Timur, agenda tersebut dilaksanakan secara luring di Aula Lantai 9, Gedung Kuliah Bersama (GKB) IV UMM.

Kedua pakar kajian kawasan Asia Timur perwakilan Kementerian Luar Negeri Indonesia tersebut menelaah informasi ke Asia Timuran dengan padat sehingga informasi yang disampaikan mudah diterima oleh audienss. Nabyl dan Aji menunjukkan isu-isu kontemporer pasca pandemi covid-19 yang ramai diperbincangkan di Asia Timur, seperti memanasnya rivalitas Republik Rakyat China dan Amerika Serikat, isu politik Taiwan, kebijakan baru pertahanan Jepang, hingga isu yang berkembang di Semenanjung Korea.

Sebagai perwakilan Kemlu, Nabyl dan Aji juga menyampaikan mengenai Politik Luar Negeri (Polugri) Indonesia di Kawasan Asia Timur pasca pandemi covid-19 tersebut. Indonesia menyusun program prioritas diplomasi ke negara-negara Asia Timur diantaranya adalah Diplomasi Kedaulatan dan Kebangsaan, diplomasi ekonomi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, dan juga peningkatan peran Indonesia di kawasan dan global. Nabyl dan Aji juga memaparkan mengenai berbagai kerja sama ekonomi Indonesia dengan mtira di Asia Timur, diantaranya adalah ekspor, pariwisata, transfer pekerja imigran Indonesia, hingga pengembangan pembangunan seperti di bidang kesehatan.

Pasca berakhirnya pandemi covid-19, Kemlu memtakan jika terdapat beberapa sektor yang dapat dimaksimalkan sebagai bagian dari program diplomasi Indonesia yang di negara-negara Kawasan Asia Timur cukup sesuai dengan dinamika dalam negeri negara-negara tersebut. Ketenagakerjaan, pemasaran produk unggulan dalam negeri Indonesia, infrastruktur, hingga pertanian.

Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa Prodi HI UMM mendapat berbagai perspektif baru mengenai kerjasama antara Indonesia dengan negara-negara di Kawasan Asia Timur, dan diharapan mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai ke-Asia Timuran untuk dapat menjadi inspirasi tugas akhir atau skripsi. (Ind)