
Generasi yang hebat ialah generasi yang sadar akan kondisi lingkungan. Itulah prinsip yang dipegang oleh Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam praktikum mata kuliah Gerakan Sosial Global.
Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Kesadaran Lingkungan Global melalui Gerakan Lingkungan Kolaboratif” ini dilaksanakan di Pantai Kondang Merak, Kabupaten Malang. Agenda kolaboratif ini merupakan inisiatif Prodi HI UMM yang dieksekusi bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur, Pusat Studi Kewilayahan dan Penanggulangan Bencana (PUSKA-PB) UMM, Komunitas Sahabat Alam Indonesia, dan Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana) UMM.
Kegiatan tersebut diawali dengan talkshow bersama Andik Syaifudin dari komunitas Sahabat Alam Indonesia. Materi yang dibawakan cukup menarik, yaitu seputar konservasi terumbu karang. Andik pun menjelaskan kondisi terumbu karang di Pantai Kondang Merak yang sangat dijaga dan dilestarikan.
“Pantai Kondang Merak ini memiliki zona reef flat dengan kondisi perairan yang cukup tenang karena dilindungi oleh reef crest atau puncak terumbu, sehingga terumbu karang dapat terlindungi dari arus deras,” papar Andik.
Setelah pemaparan materi, para mahasiswa Prodi HI UMM diajak untuk secara langsung mempraktikkan penanaman terumbu karang di Pantai Kondang Merak. Tentu hal ini menjadi pengalaman baru yang berharga bagi para mahasiswa. Sebab, aksi nyata dalam isu lingkungan dan sumber daya alam merupakan agenda krusial dalam studi Hubungan Internasional.
Tidak berhenti di situ, mahasiswa kemudian diarahkan oleh tim dari Sahabat Alam Indonesia untuk menanam pohon bakau, kelapa, dan elo di sekitaran Pantai Kondang Merak. Tanaman bakau sendiri berguna sebagai pencegah abrasi di bibir pantai.
“Melalui upaya-upaya seperti konservasi terumbu karang dan reboisasi hutan bakau, kita secara langsung telah membantu stabilitas ekosistem laut. Stabilnya ekosistem laut akan membawa manfaat baik bagi flora dan fauna laut, ataupun manusia dengan mata pencahariannya,” pungkas Andik. (fal/han)