Capaian Doktoral Dosen HI UMM dan Gagasan Baru tentang Middle Power Indonesia

Malang, 27 November — Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (HI UMM) menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Dion Maulana Prasetya, Ph.D. atas keberhasilannya menyelesaikan ujian doktoral di Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik beliau sekaligus menambah deretan prestasi dosen HI UMM di tingkat internasional. Keberhasilan Dr. Dion tidak hanya mencerminkan ketekunan dan dedikasi akademik, tetapi juga menghasilkan kontribusi ilmiah yang signifikan bagi pengembangan kajian hubungan internasional, khususnya dalam memahami posisi dan peran Indonesia di dunia. Salah satu kontribusi tersebut tertuang dalam studinya yang berjudul “Unpacking Middle Power: History and Ideas of Indonesian Middlepowermanship.” Studi ini menghadirkan perspektif baru dalam melihat Indonesia sebagai middle power. Alih-alih memaknai middle powersemata dari kekuatan material atau pola perilaku yang mengikuti tatanan internasional liberal, penelitian ini menekankan pentingnya budaya, sejarah, dan identitas nasional sebagai fondasi utama dalam pembentukan kebijakan luar negeri Indonesia. Penelitian ini berangkat dari argumen bahwa status middle power Indonesia bukanlah sekadar posisi objektif atau perilaku yang stabil, melainkan sebuah identitas yang terbentuk secara historis. Identitas tersebut dikonstruksi melalui proses pembentukan mitos politik yang bersumber dari narasi sejarah nasional, terutama warisan Kerajaan Majapahit dan Mataram, yang masih berpengaruh dalam imajinasi strategis elite politik Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan konstruktivisme yang diperkaya oleh sosiologi historis, studi ini menunjukkan bagaimana mitos-mitos strategis, seperti tradisi maritim dan ekspansionisme Majapahit, serta stabilitas Mataram yang lebih konservatif dan berorientasi ke dalam, telah memengaruhi arah kebijakan luar negeri Indonesia. Dari analisis tersebut, penelitian ini mengidentifikasi dua kecenderungan utama dalam diplomasi Indonesia, yakni revisionisme terbatas dan konservatisme status quo. Temuan ini memperlihatkan bahwa warisan sejarah simbolik tidak bersifat pasif, melainkan secara aktif dimanfaatkan oleh elite politik untuk membingkai serta melegitimasi pilihan-pilihan strategis Indonesia, terutama ketika menghadapi dinamika geopolitik dan geokonomi yang semakin kompleks. Prodi HI UMM memandang capaian ini sebagai bukti nyata komitmen dosen dalam menghasilkan riset yang kritis, kontekstual, dan relevan dengan dinamika global. Prestasi Dion Maulana Prasetya, Ph.D. diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika HI UMM untuk terus mengembangkan tradisi akademik yang unggul dan berdaya saing internasional. Jaya terus Prodi HI UMM!