18 Mahasiswa CoE Kelas Profesional Paradiplomasi Jembatani Kerja Sama Luar Negeri Pemerintah Daerah

Praktik Kerja Lapangan Center of Excellence (CoE) Kelas Profesional Paradiplomasi kembali bergulir di awal tahun ini. Sebanyak 18 mahasiswa akan turut serta dalam kegiatan magang ini. Para mahasiswa akan ditempatkan di sederet Pemerintah Daerah, antara lain: Bandung, Jember, Surabaya, dan Surakarta. Tidak hanya itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Kantor Biro Pemerintahan Provinsi Jatim, dan Jabar juga menjadi opsi penempatan mahasiswa. Sebelum terjun ke lapangan, para mahasiswa juga dibekali dengan pemahaman dan wawasan. Fundamental seperti pemahaman terkait mekanisme paradiplomasi, peranan substate actor, regulasi dan undang-undang, dan inventarisir potensi daerah. Testimoni masa awal magang diungkapkan oleh As Syifa Hasna Tsaabitah, mahasiswi yang ditempatkan di Kantor Bagian Kerja Sama Kota Bandung. Mendampingi rapat para eselon merupakan pengalaman pertama yang ia rasakan sebagai mahasiswa magang. “Kami mengikuti rapat pembahasan kerja sama Kota Bandung dengan Kota Kawasaki dan Kota Hamamatsu di Jepang. Kerja samanya meliputi launching beasiswa di bidang kesehatan,” ungkapnya. Dengan adanya diskusi perihal kerja sama luar negeri daerah, para mahasiswa Kelas Profesional Paradiplomasi diharapkan menjadi jembatan penghubung antara pihak internal dan eksternal. Sejalan dengan pemaparan PIC Kelas Profesional Paradiplomasi, Haryo Prasodjo, M.A, kerja sama antara akademisi dan birokrat merupakan kombinasi yang berbahaya. Kedua belah pihak dapat bekerja sama untuk merumuskan kebijakan kerja sama yang berorientasi pada kepentingan publik. Sebagai langkah konkret dalam mewujudkan kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintahan, Praktik Kerja Lapangan CoE Kelas Profesional Paradiplomasi memberikan pengalaman berharga bagi para mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proses paradiplomasi di berbagai daerah. Melalui program ini, diharapkan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya memahami konsep teoretis, namun juga memiliki kemampuan praktis dalam menjalin kerja sama internasional di tingkat daerah. Dengan bekal pengetahuan dan pengalaman lapangan yang didapat, para mahasiswa ini kelak dapat berkontribusi nyata dalam memajukan diplomasi daerah dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia.