HI UMM dan HI UPN Veteran Diskusikan Pengembangan Kelas Profesional Paradiplomasi

Untuk memperkuat substansi dan kurikulum Kelas Profesional Paradiplomasi Progam Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (Prodi HI UMM), Tim Center of Excellence (CoE) Paradiplomasi HI UMM melakukan diskusi pengembangan kurikulum Kelas Profesional Paradiplomasi bersama Prodi HI Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPN). Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium HI UPN di Surabaya, Rabu (14/8) ini, diikuti oleh 7 dosen dan tenaga kependidikan HI UMM, dan diterima langsung oleh Kaprodi HI UPN, Ario Bimo Utomo. Ario mengaku sangat antusias karena Paradiplomasi termasuk bagian dari konsern utama dari HI UPN Veteran. Terlebih, bagi Ario, UMM sudah memiliki program khusus terkait Paradiplomasi yang dikonsep dalam program unggulan CoE.    Kepala Laboratorium HI UMM Hafid Adim Pradana mengatakan, CoE memang merupakan program unggulan UMM yang ada di tiap Prodi di UMM. “Nah di HI, CoE itu fokusnya pada paradiplomasi. Saat ini Program Paradiplomasi HI UMM sudah memasuki batch kedua. Program ini berlangsung selama setahun, yang dibagi dalam dua semester, yaitu semester 5 dan semester 6. Semester 5 mereka diberikan pemahaman teoritis paradiplomasi, sedangkan semester 6 dimagangkan di 9 instansi pemerintahan daerah di Jawa Timur,” jelas Adim.  Direktur CoE Paradiplomasi HI UMM Haryo Prasodjo menambahkan, kunjungan ke HI UPN oleh HI UMM ini mengingat HI UPN memiliki fokus yang kuat pada kajian paradiplomasi. “Karena itu kami berharap ada masukan terkait subtansi yang perlu dikembangkan dari kurikulum kelas profesional paradiplomasi di tempat kami yang sedang memasuki batch kedua,” paparnya. Kaprodi UPN Veteran Ario Bimo Utomo mengakui, kajian paradiplomasi ini sangat strategis dewasa ini, mengingat banyaknya pemerintahan daerah yang ingin melakukan internasionalisasi namun masih belum mengetahui apa yang hendak dilakukan. Di sisi lain, Ario juga menyebut paradiplomasi merupakan bagian dari program jangka panjang Sustainable Development Goals (SDGs). “Khususnya SDG 17 tentang cooperation dan SDG 11 tentang sustainable city,” ujarnya. (han)

Kunjungi Pemprov Jatim, HI UMM Perkuat Kerjasama di Bidang Paradiplomasi

Tim Center of Excellence (CoE) Paradiplomasi Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (Prodi HI UMM) melakukan kunjungan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur di Surabaya, Rabu (14/8). Kunjungan diikuti 7 dosen dan tenaga kependidikan HI UMM untuk memperkuat kerjasama dengan Pemprov Jatim dalam rangka praktik kerja lapangan (PKL) bagi mahasiswa yang mengambil program CoE Paradiplomasi. Bertempat di Kantor Biro Administrasi Pemerintahan Umum Pemprov Jatim, rombongan HI UMM diterima oleh Subkoordinator Evaluasi Pelaksanaan Kerja Sama Pemprov Jatim Muryanto Eko Priyono dan sejumlah staf di lembaga terkait. Kepala Laboratorium HI UMM Hafid Adim Pradana yang mengatakan, CoE memang merupakan program unggulan UMM yang ada di tiap Prodi di UMM. “Tujuannya, agar mahasiswa memiliki hard skill dan soft skill yang langsung diimlementasikan di bidang keahliannya,” papar Adim. Sementara itu, Direktur CoE Paradiplomasi HI UMM Haryo Prasodjo menjelaskan, kelas profesional Paradiplomasi HI UMM hadir untuk memberikan pemahaman dan pelatihan kepada mahasiswa tentang peran substate actor dalam diplomasi kerja sama luar negeri, yang akan berlagsung pada Agustus 2024 hingga Januari 2024. “Selanjutnya pada tahap berikutnya Februari hingga Juni 2025 mereka mempraktikkan paradiplomasi melalui praktik kerja lapangan di berbagai pemerintah kota dan kabupaten se-Jawa Timur,” ujar Haryo.  Selanjutnya, Muryanto mengatakan, kerja sama dengan UMM tentu sangat strategis, mengingat UMM merupakan kampus yang cukup besar. Muryanto mengakui, manajemen kerja sama luar negeri merupakan tantangan yang tidak mudah mengingat harus ada koordinasi yang sinergis antara Pemprov dan instansi yang di atas maupun di bawahnya, baik pemerintahan pusat maupun pemerintahan daerah di kota dan kabupaten. “Dalam konteks demikian, maka kemitraan dengan pihak perguruan tinggi penting, misalnya dalam inventarisasi kerja sama dan potensi daerah,” paparnya.  Berkaitan dengan itu, Muryanto merasa bersyukur karena sebelumnya sudah ada mahasiswa HI UMM yang magang di Pemprov Jatim. “Ada sejumlah mahasiswa HI UMM yang sebelumnya magang di sini. Saya rasa hal itu perlu di-follow up dengan kerja sama yang lebih kuat dan implementatif,” ujarnya. (han)