Keren! Dosen HI UMM Jadi Tim Riset di University of Tokyo

Tonny Dian Efendi, dosen program studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang saat ini sedang studi doktoral di National Sun Yat-Sen University, Taiwan, kian memperluas jejaring internasionalnya dengan terlibat dalam tim penelitian sebuah lembaga riset yang berbasis di University of Tokyo, Jepang. Bersama para ahli yang berlatarbelakang akademisi, pegawai pemerintah, dan pegawai swasta dari berbagai negara di dunia, Tonny tergabung dalam tim penelitian yang dikembangkan oleh Research Center for Advanced Science and Technology Open Laboratory for Emergence Strategies (ROLES), University of Tokyo. “Secara garis besar, kami mendiskusikan perihal berbagai isu mulai agama, geopolitik, ideologi, keamanan dan teknologi, terutama di wilayah Indo-Pasifik” terang Tonny. Tonny juga memaparkan bahwa di dalam ROLES terdapat beberapa kelompok penelitian, salah satunya ialah Indo-Pacific Security International Working Group. “Kelompok tersebut kemudian dibagi lagi menjadi beberapa tim penelitian yaitu security and defense strategy, maritime and transportation security, Sustainable Development Goals (SDGs) and diplomatic strategies, dan new and emerging technology,” tuturnya. Dengan latar belakang sebagai pakar diplomasi, Tonny tergabung dalam divisi Sustainable Development Goals (SDGs) dan Diplomatic Strategies. Di dalam divisi tersebut terdapat 10 anggota yang berasal Amerika Serikat, Australia, Singapura, Korea Selatan, dan Vietnam. Menariknya, Tonny merupakan satu-satunya anggota divisi yang berasal dari Indonesia. Selain itu Tonny juga berharap pengalamannya ini dapat menjadi motivasi bagi generasi Z untuk menekuni ranah akademik. Mulai banyak membaca, berani bereksperimen, dan melakukan evaluasi merupakan langkah awal dalam memulai penelitian. Membudayakan diskusi untuk memberdayakan iklim akademik di lingkungan sekitar juga merupakan aspek penting yang ditekankan olehnya. “Yang dibutuhkan bukanlah kerangka berpikir yang rumit namun tidak signifikan implikasinya, melainkan kerangka berpikir sederhana dengan ide-ide segar yang memiliki dampak signifikan kepada masyarakat, kemudian berani untuk dikompetisikan secara internasional,” pungkas Tonny. (fal/han)