Raih Medali Emas POMPROV di Cabor Pencak Silat, Nina Buktiktikan Mahasiswa HI Bisa Maksimalkan Potensi Non Akademis Sembari Aktif di Perkuliahan

Nina Midiyani, seorang mahasiswa Semester II, Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang, berhasil membawa pulang medali emas di sebuah kompetisi yang cukup bergengsi di kalangan mahasiswa penggiat olah raga, yakni Pekan Olah Raga Mahasiswa Provinsi Jatim II (POMPROV Jatim II), pada Tanggal 21 Juli 2023. Peserta dari kompetisi yang diselenggarakan di Jember tersebut merupakan para mahasiswa dari seluruh universitas di Provinsi Jawa Timur. Adapun cabang olah raga yang berhasil dijuarai mahasiswa HI ini adalah Pencak Silat. Diketahui, sebelum bertanding, Nina memerlukan waktu selama satu bulan. Karena selain harus latihan fisik, Nina perlu memupuk mental yang kuat untuk dapat bersaing dengan peserta lain. Yang menjadi sorotan adalah tentang bagaimana cara mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional yang menekuni bidang Humaniora, dapat tetap mengoptimalkan potensi non akademisnya, di tengah jadwal kuliah yang kian padat dan menantang menjelang akhir semester. Menurut Nina, untuk dapat menyeimbangkan aktivitasnya di bidang akademis dan non akademis, adalah dengan mengatur skala prioritas, sehingga ia dapat terbantu dalam manajemen waktu yang baik. Namun, bukan tidak mungkin jika selama proses mempersiapkan diri untuk pertandingan sekaligus ujian semester, Nina tidak menghadapi yang namanya kelelahan. Bahkan, Nina sempat cedera selama proses latihan. “Saya pribadi menganggap latihan bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga hiburan. Kalau saya merasa lelah mengerjakan tugas, latihan solusinya”. Melalui keterangan tersebut, Nina menyiratkan bahwa Pencak Silat, yang merupakan bagian dari hobinya, justru dapat menjadi media yang tepat untuk melepas penatnya sebagai seorang mahasiswa tahun pertama. Dapat disimpulkan bahwa aktivitas yang ia tekuni di luar perkuliahan, sama sekali bukan hambatan baginya untuk dapat terus menunaikan kewajiban sebagai seorang mahasiswa HI. Alih-alih menjadi distraksi, Nina menjadikan kewajibannya untuk latihan sebagai sarana untuk me-refresh kembali otaknya, sehingga ia dapat kembali melanjutkan perkuliahan dengan energi yang lebih positif. Nina merupakan bukti nyata, bahwa di tengah padatnya perkuliahan di bidang studi Hubungan Internasional, dengan segala tuntutan dan kewajiban yang menggunung, ia masih dapat menorah prestasi gemilang di bidang lain, tanpa melalaikan kewajiban sebagai seorang mahasiswa. Tidak lupa, Nina juga mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada pihak-pihak yang mendukungnya selama ini, hingga iya dapat meraih gelar juara. “Alhamdulillah senang, karena bisa memberi hasil maksimal untuk UMM. Ini semua saya dapatkan juga pasti bukan hanya dari hasil latihan saya, tapi juga kesabaran, perjuangan pelatih, dan dukungan dari teman-teman saya”. Selamat dan sukses untuk Nina Midiyani, semoga prestasi yang diraih dapat menjadi inspirasi dan teladan bagi civitas akademik di Universitas Muhammadiyah Malang, khususnya bagi mahasiswa dan mahasiswi Prodi HI UMM. (Kn)