Sharing Session Prodi HI dengan Kedutaan Besar Korea Selatan

Program Studi Hubungan Internasional (Prodi HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan dari perwakilan Kedutaan Besar Korea Selatan, Lee Kee Sung, pada hari Jum’at (03/03). Bertempat di Aula Lantai 4 Gedung Kuliah Bersama (GKB) IV, kegiatan sesi berbagi informasi antara kedua belah pihak tersebut juga dihadiri oleh Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Najamuddin Khairur Rijal, M.Hub.Int., jajaran dosen Prodi HI, dan sekitar 50 perwakilan mahasiswa Prodi HI. Kedatangan Lee Kee Sung disambut meriah oleh mahasiswa Prodi HI yang menjadi peserta sebab dirasa menarik untuk dapat secara langsung mendapat sudut pandang dari warga Korea Selatan mengenai hubungan antar Korea Selatan dan Indonesia. Pada kesempatan ini, Lee Kee Sung juga mengulas kemiripan yang dimiliki antara Korea Selatan dan Indonesia. Salah satunya adalah budaya gotong royong yang disebut dengan gongdongche jeongsin. Tidak luput, Lee Kee Sung juga berkesempatan memberikan pemaparan mengenai berbagai bentuk kerjasama yang dilakukan oleh Korea Selatan dan Indonesia. Berdasarkan pemaparan Lee Kee Sung, 18 September 1973 merupakan penanda terjalinnya kerjasama antara Korea Selatan dan Indonesia yang lebih luas dan mencakup berbagai bidang, serta diperingatinya hubungan diplomati Korea Selatan dan Indonesia yang memasuki tahun ke 50 pada 2023 ini.. Beberapa yang ditonjolkan Lee Kee Sung dalam sesi ini adalah kerjasama di bidang EV Ecosystem, hingga kerjasama industri keamanan. Lee Kee Sung juga menyinggung adanya selebriti antar kedua negara yang menjadi public relation icon atau ikon hubungan masyarakat (humas) untuk pertukaran budaya kedua negara, yaitu Choi Siwon yang dikenal sebagai salah satu anggota boy group kondang Korea-Pop (Kpop) Super Junior, dan Dita Karang yang merupakan idola asal Indonesia yang berhasil berkarir di girl group KPop, Secreet Number. Sesi berbagi ini juga menjadi menarik dan meriah karena Lee Kee Sung membangun interaksi dua arah dengan mahasiswa yang hadir melalui kuis-kuis seputar Korea Selatan dan membagikan hadiah kaget bagi mahasiswa yang berhasil menjawab kuis yang disampaikannya. Sesi ramah tamah ini sekaligus menjadi pengingat khususnya bagi mahasiswa Prodi HI jika Korea Selatan bukan sekedar mengenai KPop. Korea Selatan merupakan negara maju yang selain KPopnya, juga memiliki budaya tradisional yang menarik, dinamika politik dan industri bisnis yang kuat. (Ind)

Kuliah Tamu Hari Jum’at, Menambah Berkah dan Manfaat

Menjemput berkah dan manfaat di hari Jum’at, Program Studi Hubungan Internasional (Prodi HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Kuliah Tamu bertajuk Isu-isu Kontemporer di Asia Timur Pasca Pandemi Covid-19 yang dinarasumberi oleh Vahd Nabyl A. Mulachela yang akrab dipanggil Nabyl, Koordinator Wilayah Korea, Direktorat Asia Timur Kementerian Luar Negeri Indonesia, dan Krishnajie, akrab disapa Aji, Penasihat di Direktorat Asia Timur, Direktorat Jenderal Urusan Asia Pasifik dan Afrika pada Jum’at (03/03). Diikuti oleh mahasiswa Prodi HI yang sedang menempuh mata kuliah HI Kawasan Asia Timur, agenda tersebut dilaksanakan secara luring di Aula Lantai 9, Gedung Kuliah Bersama (GKB) IV UMM. Kedua pakar kajian kawasan Asia Timur perwakilan Kementerian Luar Negeri Indonesia tersebut menelaah informasi ke Asia Timuran dengan padat sehingga informasi yang disampaikan mudah diterima oleh audienss. Nabyl dan Aji menunjukkan isu-isu kontemporer pasca pandemi covid-19 yang ramai diperbincangkan di Asia Timur, seperti memanasnya rivalitas Republik Rakyat China dan Amerika Serikat, isu politik Taiwan, kebijakan baru pertahanan Jepang, hingga isu yang berkembang di Semenanjung Korea. Sebagai perwakilan Kemlu, Nabyl dan Aji juga menyampaikan mengenai Politik Luar Negeri (Polugri) Indonesia di Kawasan Asia Timur pasca pandemi covid-19 tersebut. Indonesia menyusun program prioritas diplomasi ke negara-negara Asia Timur diantaranya adalah Diplomasi Kedaulatan dan Kebangsaan, diplomasi ekonomi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, dan juga peningkatan peran Indonesia di kawasan dan global. Nabyl dan Aji juga memaparkan mengenai berbagai kerja sama ekonomi Indonesia dengan mtira di Asia Timur, diantaranya adalah ekspor, pariwisata, transfer pekerja imigran Indonesia, hingga pengembangan pembangunan seperti di bidang kesehatan. Pasca berakhirnya pandemi covid-19, Kemlu memtakan jika terdapat beberapa sektor yang dapat dimaksimalkan sebagai bagian dari program diplomasi Indonesia yang di negara-negara Kawasan Asia Timur cukup sesuai dengan dinamika dalam negeri negara-negara tersebut. Ketenagakerjaan, pemasaran produk unggulan dalam negeri Indonesia, infrastruktur, hingga pertanian. Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa Prodi HI UMM mendapat berbagai perspektif baru mengenai kerjasama antara Indonesia dengan negara-negara di Kawasan Asia Timur, dan diharapan mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai ke-Asia Timuran untuk dapat menjadi inspirasi tugas akhir atau skripsi. (Ind) Menjemput berkah dan manfaat di hari Jum’at, Program Studi Hubungan Internasional (Prodi HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Kuliah Tamu bertajuk Isu-isu Kontemporer di Asia Timur Pasca Pandemi Covid-19 yang dinarasumberi oleh Vahd Nabyl A. Mulachela yang akrab dipanggil Nabyl, Koordinator Wilayah Korea, Direktorat Asia Timur Kementerian Luar Negeri Indonesia, dan Krishnajie, akrab disapa Aji, Penasihat di Direktorat Asia Timur, Direktorat Jenderal Urusan Asia Pasifik dan Afrika pada Jum’at (03/03). Diikuti oleh mahasiswa Prodi HI yang sedang menempuh mata kuliah HI Kawasan Asia Timur, agenda tersebut dilaksanakan secara luring di Aula Lantai 9, Gedung Kuliah Bersama (GKB) IV UMM. Kedua pakar kajian kawasan Asia Timur perwakilan Kementerian Luar Negeri Indonesia tersebut menelaah informasi ke Asia Timuran dengan padat sehingga informasi yang disampaikan mudah diterima oleh audienss. Nabyl dan Aji menunjukkan isu-isu kontemporer pasca pandemi covid-19 yang ramai diperbincangkan di Asia Timur, seperti memanasnya rivalitas Republik Rakyat China dan Amerika Serikat, isu politik Taiwan, kebijakan baru pertahanan Jepang, hingga isu yang berkembang di Semenanjung Korea. Sebagai perwakilan Kemlu, Nabyl dan Aji juga menyampaikan mengenai Politik Luar Negeri (Polugri) Indonesia di Kawasan Asia Timur pasca pandemi covid-19 tersebut. Indonesia menyusun program prioritas diplomasi ke negara-negara Asia Timur diantaranya adalah Diplomasi Kedaulatan dan Kebangsaan, diplomasi ekonomi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, dan juga peningkatan peran Indonesia di kawasan dan global. Nabyl dan Aji juga memaparkan mengenai berbagai kerja sama ekonomi Indonesia dengan mtira di Asia Timur, diantaranya adalah ekspor, pariwisata, transfer pekerja imigran Indonesia, hingga pengembangan pembangunan seperti di bidang kesehatan. Pasca berakhirnya pandemi covid-19, Kemlu memtakan jika terdapat beberapa sektor yang dapat dimaksimalkan sebagai bagian dari program diplomasi Indonesia yang di negara-negara Kawasan Asia Timur cukup sesuai dengan dinamika dalam negeri negara-negara tersebut. Ketenagakerjaan, pemasaran produk unggulan dalam negeri Indonesia, infrastruktur, hingga pertanian. Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa Prodi HI UMM mendapat berbagai perspektif baru mengenai kerjasama antara Indonesia dengan negara-negara di Kawasan Asia Timur, dan diharapan mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai ke-Asia Timuran untuk dapat menjadi inspirasi tugas akhir atau skripsi. (Ind)