Maycomm Gelar Diskusi Film Crazy Rich Asians

Sabtu, 29 Desember 2018 10:40 WIB

Bertempat di Laboratorium Hubungan Internasional (Lab HI), Komunitas Kajian Asia Tenggara dan ASEAN Malang-ASEAN Youth Community (Maycomm) HI UMM menggelar diskusi film Crazy Rich Asians (27/12). Hadir sebagai pemantik Dion Maulana Prasetya, S. IP, M.Hub.Int, dosen Prodi Hubungan Internasional UMM. 

Crazy Rich Asians mengisahkan tentang pasangan muda yang berkebudayaan China. Sang wanita telah lama tinggal di Amerika, dan sang pria seorang kaya raya yang berkewarganegaraan Singapura. Keduanya mengenyam pendidikan di Amerika. Suatu hari pria tersebut mengajak sang kekasih bertemu keluarganya di Singapura, di mana Singapura menjadi diaspora terbesar masyarakat China di Asia Tenggara. Singkat cerita, setelah bertemu, keluarga pria tidak setuju karena persoalan silsilah keluarga wanita tersebut dan juga karena sang wanita dianggap terlalu mementingkan pendidikan daripada keluarga, meskipun pada akhirnya keluarga pria menerima wanita tersebut.

Dion menegaskan bahwa sebagian besar masyarakat China masih sangat memegang erat tradisi leluhur, salah satunya mengutamakan keluarga. Dalam film ini terlihat adanya benturan peradaban. Meskipun keduanya berasal dari etnis yang sama, yaitu China, namun karena sang wanita telah lama tinggal di Amerika.

Lebih lanjut, Dion mengajak peserta untuk berfikir kritis tentang tiap adegan dalam film tersebut. “Film itu secara tidak langsung mengkonstruk pikiran kita untuk setuju bahwa peradaban Barat lebih unggul dari peradaban China. Betapapun kayanya orang China, mereka tidak akan bisa mengalahkan peradaban Barat yang memegang kuat paham liberalisme,” tuturnya.

Terakhir, ia menjelaskan bahwa diakhir scene, film tersebut menggambarkan sebagian besar masyarakat Asia hanya mengejar kemenangan, tanpa mempertimbangkan hal lainnya. Berbeda dengan masyarakat Barat yang lebih bijaksana dan mempertimbangkan berbagai hal dalam membuat sebuah kebijakan. (sis/nk)

Shared: