Dubes RI untuk Polandia Jadi Pembicara Kuliah Tamu Daring

Kamis, 07 Mei 2020 05:43 WIB

Program Studi Hubungan Internasional UMM bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Warsawa, Republik Polandia menggelar kuliah tamu secara daring (6/5). Pembicaranya adalah Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Polandia H.E. Siti Nugraha Mauludiah. Lebih dari 300 mahasiswa Prodi HI UMM “hadir” dalam webinar tersebut. Kuliah tamu ini sekaligus menjadi bagian dari praktikum mata kuliah Diplomasi.

Mengangkat tema 65th Bilateral Relations Indonesia-Poland, Dubes Nining, sapaannya,mengisahkan awal mula hubungan diplomatik RI dengan Polandia pada tahun 1955. Paparnya, Indonesia dan Polandia memiliki skema kerja sama, baik bilateral maupun multilateral. Adapun kerjasama antara Indonesia dan Polandia meliputi sektor perdagangan, investasi, hingga kerja sama antar pemerintah daerah dalam bentuk sister city dan sister province.  

Lanjut diplomat yang pernah menjadi Konsulat Jenderal RI di Shanghai itu, KBRI Indonesia di Polandia seharusnya bisa menyelenggarakan perayaan 65 tahun hubungan bilateral antara Indonesia dan Polandia. Namun, karena pandemi Covid-19, agenda tersebut harus dibatalkan. “Pameran dan acara yang rencananya dilakukan di tempat umum harus dibatalkan dan akan diganti dengan bentuk perayaan yang memungkinkan pada kondisi pandemi,” pungkasnya.

Selain membahas perkembangan hubungan RI-Polandia, Dubes kelahiran Bandung itu juga memberikan motivasi bagi mahasiswa Prodi HI UMM untuk bisa menjadi generasi emas di masa depan. “Be a good team player. Setiap individu harus bisa menjadi versi terbaik dirinya pada tim apapun dan sebagai apapun. Baik sebagai anggota tim atau pemimpin dalam tim,” pesannya. Itulah yang menurutnya, membuat dirinya dapat mencapai prestasinya saat ini, yang pernah memimpikan untuk menjadi duta besar.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM Dr. Rinikso Kartono, M.Si. yang juga hadir dalam webinar tersebut menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, HI UMM harus mampu mencetak generasi yang bisa ditempatkan pada beragam profesi dan tidak hanya sebagai diplomat secara tradisional, tetapi dapat bekerja di berbagai sektor seperti organisasi non-profit, aktor bisnis, dan sektor lainnya. Mengamini paparan Dubes Nining, bahwa praktik diplomasi bisa dilakukan oleh setiap individu baik aktor bisnis, mahasiswa, aktivis, dan aktor non negara lainnya.

Di akhir sesi, dilanjutkan dengan diskusi yang dipandu oleh moderator Havidz Ageng Prakoso, MA, dosen Prodi HI UMM. Sebanyak 38 pertanyaan diajukan oleh mahasiswa. Salah satunya adalah pertanyaan yang diajukan Rinna Ardina Novriani tentang upaya pemerintah Indonesia yang ada di Polandia dalam memberikan perlindungan kepadawarga Indonesia terkait pandemi Covid-19. Merespon pertanyaan tersebut, Dubes Nining mengeaskan bahwa pemerintah telah memfasilitasi WNI dengan membagikan masker dan kebutuhan pokok, membuat tiga nomor hotline yang bersifat 24 jam setiap hari, serta mahasiswa Indonesia yang tinggal di asrama sudah terjamin agar tidak dikeluarkan. (dev)

Shared: