Komunitas Kajian Kawasan Timur Tengah HI UMM Gelar Diskusi Tentang Radikalisme Syiah

Kamis, 11 Oktober 2018 16:51 WIB

Bertempat di Laboratorium Prodi Ilmu Hubungan Internasional(10/10), Komunitas Kajian Kawasan Timur Tengah (K3TT) mengadakan diskusi rutin.Dengan tema “Radikalisme Syiah dan Pengaruhnya dalam Konflik Internal di Kawasan Timur Tengah”, diskusi dihadiri oleh sekitar 15 peserta.IHI

Dimas Ihza Mahendra, Mahasiswa Prodi HI Angkatan 2016, sebagai pemateripada awal diskusi menyampaikan tentang Revolusi Islam Iran yang dimotori oleh Imam Khomeini. Revolusi tersebut, menurut Dimas, tidak hanya berhasil menggulingkan rezim Syah Reza Pahlevi, tetapi juga membuat Iran menjadi negara yang berlandaskan pada Teologi Syiah.

Lebih lanjut,Dimas memaparkan tentang perubahan drastis politik luar negeri Iran. “Berubahnya sistem pemerintahan Iran menjadi sistem yang berlandaskan pada Wilayatul Faqih, membuat Iran berupaya untuk menjadikan negara-negara lain untuk menganut sistem yang sama yang diterapkan oleh Iran,”ungkapnya.

Hal ini, tambahnya,membuat negara-negara di Timur Tengah menghadapi berbagai konflik internal yang melibatkan kelompok Syiah yang disponsori oleh pemerintah Iran. “Sebagaimana yang terjadi di Irak, Yaman, Lebanon hingga Bahrain yang pernah mengahdapi pemberontakan kelompok Syiah”, tegas Dimas.

Sementara itu,Gain Albaherdana, mahasiswa HI angkatan 2016 dalam sesi tanya jawab menyampaikan bahwa konflik Sunni-Syiah yang sampai dengan saat ini mewarnai dinamika konflik antar negara di Timur Tengah merupakan efek dari konflik politik antara Khalifah Ali dan Muawiyah. AdapunBeny Sapto Guritno menambahkan bahwa revolusi Islam Iran tidak bisa dilepaskan dari pemikiran Ali Syariati yang mempengaruhi pemikiran politik Imam Khomeini. “Ada pengaruh dari Ali Syariati, meskipun tidak langsung”, ungkap mahasiswa HI angkatan 2016itu.

Secara terpisah, Ruli Inayah Ramadhoan Kepala Laboratorium HI UMM menyambut positif pelaksanaan diskusi rutin K3TT. “LaboratoriumHI selalu mendukung dan memfasilitasi semua kegiatan yang dilakukan oleh seluruh komunitas kajian”, tambahnya. adm

Shared: