HI Camp, Wujud Kontribusi Mahasiswa HI UMM pada Dunia

Minggu, 04 Maret 2018 15:18 WIB  

 

HI Camp, Wujud Kontribusi Mahasiswa HI UMM pada Dunia

Peserta HI Camp berbaur dengan alam di Coban Rondo

 

Kontribusi Program Studi (Prodi) Ilmu Hubungan Internasional (HI) FISIP UMM pada kelestarian lingkungan diwujudkan melalui HI Camp. HI Camp merupakan kegiatan tahunan yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (Himahi) UMM. Salah satu kegiatannya adalah melakukan penanaman pohon. Diikuti sebanyak 143 mahasiswa, HI Camp digelar di Coban Rondo, Batu (3-4/3).

Dosen Prodi HI Peggy Puspa Haffsari, M.Sc., M.Si. menegaskan bahwa mahasiswa sebagai agent of change harus proaktif dalam usaha pelestarian lingkungan. Hal itu menjadi penting seiring dengan semakin masifnya masalah kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Kerusakan lingkungan tersebut selanjutnya dapat mengakibatkan berbagai permasalahan yang pada muaranya akan berdampak negatif pada manusia sendiri. “Karena itu, kepedulian pada lingkungan perlu dimulai dari diri sendiri, dari hal yang kecil, dan mulai saat ini, seperti membiasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya,”saat menyampaikan materi bertajuk green policy.

Selain itu, acara juga diisi dengan pengenalan Laboratorium HI dan pusat pengkajian yang dimiliki oleh Laboratorium HI UMM. Sepertimisalnya, pusat pengkajian Asia Timur, Asia Tenggara, Timur Tengah, dan kajian internasional-domestik (intermestik). Tidak hanya itu, beberapa mahasiswa berprestasi HI juga dihadirkan untuk berbagi pengalaman dan motivasidi hadapan mahasiswa angkatan 2017 peserta HI Camp.

Ketua Himahi UMM Kharisma Bima Sakti, mengatakan bahwa selain sebagai wujud kepedulian pada lingkungan, HI Camp dimaksudkan untuk merekatkan hubungan antar mahasiswa serta membangun kesadaran sebagai masyarakat HI UMM. Upaya untuk merekatkan hubungan tersebut salah satunya dilakukan melalui kegiatan outbond.

Lebih lanjut, menurut Sekretaris Prodi HI, Najamuddin Khairur Rijal, M.Hub.Int., HI Camp memiliki dua makna substansial, yakni membangun kesadaran kolektif sebagai sivitas akademika HI UMM dan kesadaran kolektif sebagai masyarakat global. “Sebagai masyarakat global, kita harus berkontribusi bahkan untuk hal yang terlihat kecil. Jangan dianggap satu pohon yang kita tanam tidak memiliki arti. Tindakan itu justru akan memberi arti yang besar bagi proses kehidupandi dunia ini, mungkin bukan untuk saat ini, tetapi untuk generasi masa depan. Dan, inilah kontribusi kita (HI UMM, Red.) pada dunia,” pungkasnya saat membuka acara. (nk)

Shared: