ASEAN Sharing, Tidak Hanya Diskusi, Juga Mencicipi Kuliner Thailand

Jum'at, 06 Desember 2019 13:53 WIB

 

Apa yang paling menarik dari sebuah negara yang bernama Thailand? Ya, salah satunya, adalah kuliner. Bahkan kuliner memberikan dampak yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Negeri Gajah Putih itu. Tema itulah yang dibahas dalam ASEAN Sharing yang digelar Malang-ASEAN Youth Community (Maycomm) HI UMM.

Bertempat di Laboratorium Hubungan Internasional, acara dihadiri puluhan mahasiswa (5/12). Mengangkat tema “How Food Culinary Impact Thailand Economic Development”, menghadirkan dosen Program Studi HI UMM Devita Prinanda, M.Hub.Int. dan mahasiswa Thailand di UMM, Nuraeni Cheni dan Adisorn Pantushah.

Devita dalam paparannya, mengungkapkan ketertarikannya pada berbagai makanan Thailand. Menurutnya, saat ini berbagai restoran Thailand terus tumbuh, termasuk berbagai outlet yang menjual berbagai jenis makanan dan minuman khas Thailand. Bahkan, tambahnya, beberapa makanan Thailand untuk satu prosi harganya bisa sangat mahal. “Hal ini menunjukkan betapa makanan Thailand banyak digemari oleh masyarakat di berbagai negara, sekaligus menjadi sarana bagi Thailand untuk memperkenalkan negaranya” ujarnya.

Lebih lanjut, jelas dosen lulusan Universitas Airlangga itu, ada beberapa fakta menarik tentang makanan Thailand. Thailand merupakan produsen buah durian yang mampu panen enam kali dalam setahun. Spesies durian yang dimiliki Thailand bahkan mencapai 234 jenis dengan harga yang beragam, paling mahal bisa mencapai 48.000 dolar. Selain itu, versi CNN, Thailand merupakan negara dengan Best Street Food in the World. “Untuk memperkenalkan makanannya, setiap tahun Thailand menggelar Amazing Thai Taste Festival,” tambahnya.

Nuraeni dan Adisorn menambahkan bahwa street food hampir ada di semua daerah Thailand dan harganya bahkan lebih murah dari jajanan Indonesia. Mereka mencontohkan beberapa makanan Thailand yang terkenal dan digemari seperti somtam, padthai, mango sticky rice, kanumphrang, dan lainnya. Bahkan di Thailand, ada kursus tersendiri untuk melukis buah-buahan.

Menariknya, di akhir acara, semua peserta mendapat kesempatan untuk menikmati mango sticky rice secara gratis. Panganan ini dibuat khusus oleh mahasiswa Thailand di UMM. Dengan bahan dasar beras ketan, makanan ini memberikan sensasi manis dengan paduan potongan buah mangga. Rizky Susanti, salah satu peserta, mengaku sangat senang bisa memperoleh pengetahuan tentang Thailand langsung dari orang Thailand. Apalagi, tambahnya, mahasiswa semester 6 itu merupakan salah satu penggemar berbagai makanan Thailand. (nkh)

Shared: